Waka DPR Saan soal Demo: Semua Keluhan Masyarakat Disikapi
Berbagai aksi demonstrasi yang merebak dalam beberapa pekan terakhir sebagai respons atas kebijakan pemerintah langsung disorot oleh pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa
Berbagai aksi demonstrasi yang merebak dalam beberapa pekan terakhir sebagai respons atas kebijakan pemerintah langsung disorot oleh pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan bahwa lembaga legislatif terus mencermati dan menyikapi seluruh keluhan yang disuarakan masyarakat, baik melalui unjuk rasa maupun saluran aspirasi resmi lainnya. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin (22/6/2026).
DPR sebagai Rumah Aspirasi
Saan menekankan bahwa fungsi representasi DPR mengharuskan seluruh anggotanya untuk bekerja secara kolektif dalam menyerap dan menindaklanjuti setiap masukan publik. "Ya kalau kita berharap di DPR ya, kita menyikapi semua persoalan lah. DPR itu bisa secara bersama-sama. Jadi semua yang menjadi aspirasi masyarakat, semua yang menjadi keluh-kesah masyarakat yang masuk ke DPR tentu kita sikapi secara apa bersama-sama," jelas politikus Partai NasDem tersebut.
Semua yang menjadi aspirasi masyarakat, semua yang menjadi keluh-kesah masyarakat yang masuk ke DPR tentu kita sikapi secara bersama-sama.
Menurutnya, mekanisme internal dewan telah menyediakan beragam kanal bagi publik untuk menyampaikan suara, mulai dari audiensi langsung, rapat dengar pendapat umum, hingga kunjungan kerja ke daerah pemilihan. Setiap laporan, petisi, atau unek-unek yang terhimpun akan dibahas di tingkat komisi, badan, maupun alat kelengkapan dewan lainnya sebelum akhirnya diambil sikap konkret.
Contoh Nyata: Aspirasi Hak Tanah Adat
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, pada hari yang sama pimpinan DPR menerima audiensi dari Koalisi Reforma Agraria. Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan terkait hak tanah adat, konflik agraria, dan perlindungan masyarakat hukum adat dicurahkan oleh perwakilan koalisi. Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa DPR membuka pintu bagi seluruh elemen tanpa terkecuali, sebagaimana dilaporkan oleh media kami dalam laporan terpisah.
Saan menambahkan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari ekspresi demokrasi yang dijamin konstitusi. Oleh karena itu, DPR tidak hanya mendengarkan suara mereka yang turun ke jalan, tetapi juga secara aktif menjaring masukan melalui agenda-agenda resmi yang telah terprogram. Aspirasi tersebut selanjutnya diformulasikan ke dalam fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi agar solusi yang dihasilkan bersifat sistemik dan berkelanjutan.
Ia berharap masyarakat terus menyampaikan aspirasi secara konstruktif sehingga tercipta dialog dua arah antara rakyat dan wakilnya. "DPR tidak akan tinggal diam terhadap persoalan rakyat. Semua keluhan pasti kami sikapi, baik yang disampaikan melalui demonstrasi, media sosial, maupun saluran resmi lainnya," tutup Saan.
Comments (0)