Wajah Baru Jakarta! Pramono Resmikan Penataan Rasuna Said, Kini Jadi Area CFD Modern
Jakarta — Kawasan Rasuna Said, Kuningan, kini tampil dengan wajah baru. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan penataan kawasan sepanjang 3,8 kilometer yang telah mengalami revitalisasi to
Jakarta — Kawasan Rasuna Said, Kuningan, kini tampil dengan wajah baru. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan penataan kawasan sepanjang 3,8 kilometer yang telah mengalami revitalisasi total. Proyek ini tidak hanya mempercantik estetika koridor bisnis tersebut, tetapi juga menyiapkannya sebagai area Car Free Day (CFD) modern yang direncanakan mulai beroperasi akhir pekan ini.
Pembongkaran 109 Tiang Monorel Jadi Tonggak Utama
Berdasarkan laporan tim Beritaseputar.com di lapangan, salah satu aspek krusial dari proyek ini adalah pembongkaran 109 tiang monorel yang selama lebih dari satu dekade menjadi "hantu" di tengah Jalan Rasuna Said. Tiang-tiang beton sisa proyek monorel yang mangkrak itu sudah sepenuhnya dirubuhkan dalam waktu tiga bulan, membuka ruang baru bagi trotoar lebar dan jalur hijau. Pramono menyebut langkah ini sebagai simbol pemulihan ruang publik yang sempat telantar.
"Kami tidak hanya membongkar tiang, tetapi juga membongkar citra lama bahwa Jakarta tidak mampu menyelesaikan persoalannya. Sekarang, dari Patra Kuningan sampai Menteng, warga bisa menikmati ruang yang layak, aman, dan berkelas dunia," ujar Pramono di sela peresmian, kemarin.
Koridor 3,8 Km dengan Sentuhan Modern
Penataan yang dikerjakan Dinas Bina Marga bersama kontraktor pelaksana ini mencakup perluasan trotoar hingga 6 meter di beberapa sisi, penanaman ribuan pohon peneduh, pemasangan lampu LED artistik, serta pembangunan area duduk dan fasilitas ramah disabilitas. Di sepanjang jalur, juga telah tersedia titik charging port untuk gawai dan jalur sepeda permanen selebar 2,5 meter. Seluruh material menggunakan paving blok dan beton ramah lingkungan dengan sistem resapan air.
Kepala Dinas Bina Marga DKI, Heru Suwondo, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa proyek ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 189 miliar dan melibatkan 500 pekerja. "Ini bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan penciptaan ruang interaksi sosial. Mulai Minggu depan, CFD Rasuna Said akan digelar rutin setiap pekan dengan konsep ramah keluarga," kata Heru.
CFD Modern: Panggung Budaya dan UMKM
Berbeda dengan CFD Sudirman-Thamrin yang lebih berkarakter olahraga, CFD Rasuna Said dirancang sebagai perpaduan antara area bebas kendaraan dan panggung budaya. Beritaseputar.com memperoleh informasi bahwa Pemprov DKI telah menyiapkan 120 tenda UMKM berdesain seragam, tiga panggung kecil untuk komunitas seni, dan zona edukasi lingkungan. Acara perdana nanti akan dimeriahkan oleh pertunjukan musik akustik serta pasar organik binaan Dharma Wanita DKI.
Seorang warga sekitar, Maya (34), menyambut gembira perubahan ini. "Dulu Rasuna Said itu gersang dan menakutkan buat pejalan kaki. Sekarang jadi segar. Anak-anak bisa main, saya bisa jogging tanpa takut terhalang tiang monorel," tuturnya. Ia berharap CFD di sini mampu mengurangi ketergantungan warga terhadap mal sebagai tujuan akhir pekan.
Komitmen untuk Ruang Publik Berkelanjutan
Peresmian ini sekaligus menegaskan komitmen Pemprov DKI dalam mempercepat transformasi ruang publik. Dalam pidatonya, Pramono menekankan bahwa penataan Rasuna Said adalah bagian dari rencana besar menyambung jalur hijau dari kawasan Gelora Bung Karno hingga Taman Mini Indonesia Indah. "Tahun depan kita akan lanjutkan dengan integrasi transportasi publik dan penambahan vertical garden di gedung-gedung sekitar. Jakarta harus bergerak menuju kota yang memanusiakan warganya," tegasnya.
Dengan diresmikannya wajah baru Rasuna Said, Jakarta kini memiliki etalase urban modern yang siap menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Tim Beritaseputar.com akan terus memantau perkembangan pelaksanaan CFD dan dampaknya bagi ekonomi warga sekitar.
Comments (0)