Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Wacana Program MBG Adopsi AI hingga Disalurkan untuk Penderita TBC

Pemerintah melalui program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menyusun peta jalan integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat efektivitas penyaluran bantuan. Langkah ini selaras dengan

Jul 06, 2026 - 13:51
0 2
Wacana Program MBG Adopsi AI hingga Disalurkan untuk Penderita TBC

Pemerintah melalui program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menyusun peta jalan integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat efektivitas penyaluran bantuan. Langkah ini selaras dengan rencana nasional yang akan mengadopsi AI di berbagai kementerian dan pemerintah daerah pada periode 2026-2029, sebagai bagian dari strategi percepatan pertumbuhan ekonomi. Menurut laporan yang dihimpun Beritaseputar.com, pemanfaatan AI ditargetkan mampu mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga 12 persen atau sekitar USD 366 miliar pada tahun 2030.

Peta Jalan AI dalam Program MBG

Draf regulasi pemanfaatan AI yang masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto ini akan menjadi landasan bagi transformasi digital di sektor pangan dan kesehatan. Dalam konteks MBG, AI berpotensi digunakan untuk memetakan daerah rawan gizi secara real-time, menganalisis pola konsumsi masyarakat, hingga mengoptimalkan rantai pasok bahan pangan bergizi. Dengan kemampuan analitik yang presisi, pemerintah berharap bantuan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu menekan tingkat malnutrisi secara signifikan.

“Kami sedang membangun ekosistem AI yang akan menyentuh langsung program-program kerakyatan seperti MBG. Selain efisiensi, kami ingin intervensi gizi berbasis data ini juga berkontribusi pada daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global,” ujar salah satu pejabat kementerian yang enggan disebutkan namanya, dikutip Beritaseputar.com.

Penyaluran untuk Penderita TBC

Lebih lanjut, media kami memperoleh informasi bahwa pemerintah juga menyiapkan skema penyaluran MBG khusus bagi penderita tuberkulosis (TBC). Integrasi AI diharapkan mampu mengidentifikasi pasien TBC yang membutuhkan asupan nutrisi tambahan dalam masa pengobatan, sekaligus memonitor kepatuhan terapi. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa Indonesia masih menanggung beban TBC tertinggi kedua di dunia, sehingga penggabungan intervensi gizi dan kecerdasan buatan dinilai sebagai terobosan strategis.

Dengan langkah ini, pemerintah menargetkan penurunan angka putus obat pada pasien TBC melalui dukungan gizi yang terpantau secara digital. Algoritma AI akan memproses data riwayat kesehatan, kondisi sosial-ekonomi, dan kebutuhan kalori individu untuk menyalurkan bantuan pangan bergizi secara personal. Sistem ini, jika berjalan optimal, tidak hanya memperkuat program MBG tetapi juga berkontribusi pada eliminasi TBC nasional yang ditargetkan rampung pada 2030.

Di sisi lain, pemerintah terus mengajak partisipasi aktif pemerintah daerah dan sektor swasta dalam pengembangan infrastruktur AI yang inklusif. Dukungan tersebut dianggap krusial untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan kompetitif di era digital.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User