Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Tumpukan Sampah Liar Meluber ke Jalan, Ganggu Pengendara

Tumpukan sampah liar yang menggunung di Jalan Pulo Timaha, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, semakin meresahkan warga dan pengguna jalan. Material sampah yang sebagian besar berupa sisa rumah tang

Jul 08, 2026 - 18:38
0 0
Tumpukan Sampah Liar Meluber ke Jalan, Ganggu Pengendara

Tumpukan sampah liar yang menggunung di Jalan Pulo Timaha, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, semakin meresahkan warga dan pengguna jalan. Material sampah yang sebagian besar berupa sisa rumah tangga, plastik, dan potongan kayu itu meluber hingga menutup hampir setengah badan jalan, sehingga arus lalu lintas terganggu dan berisiko memicu kecelakaan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah-sampah tersebut diduga berasal dari oknum warga yang membuang sembarangan di bahu jalan, ditambah minimnya armada pengangkut sampah dari dinas terkait. Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan membakar sampah yang kadang dilakukan pada malam hari, menimbulkan asap pekat yang mengganggu pernapasan.

Keluhan Warga dan Pengendara

Sejumlah warga yang melintas mengaku sudah tidak tahan dengan bau busuk dan pemandangan tidak sedap. Salah satu pengendara, Ahmad (45), mengungkapkan kekesalannya.

“Setiap kali lewat, saya harus menahan napas karena bau busuknya menusuk. Apalagi kalau hujan, sampah jadi becek dan licin. Pernah ada pengendara motor hampir jatuh karena menghindari tumpukan sampah. Sudah sering kami adukan ke RT, tapi tidak ada tindakan tegas,” ujar Ahmad kepada media kami, Rabu (9/4/2025).

Warga lainnya, Siti Nurhaliza (32), ibu rumah tangga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi, mengeluhkan dampak sampah terhadap kesehatan keluarganya.

“Anak saya jadi sering batuk dan pilek. Belum lagi tikus-tikus yang berkeliaran di malam hari. Saya khawatir nanti timbul penyakit seperti demam berdarah atau diare. Kami ingin pemerintah daerah segera membersihkan sampah ini,” tuturnya.

Dampak Kesehatan dan Kemacetan

Selain mengganggu estetika, tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari berpotensi menjadi sarang vektor penyakit. Lalat dan tikus dapat menyebarkan bakteri penyebab leptospirosis dan gangguan pencernaan. Sementara itu, luberan sampah yang memakan badan jalan memaksa pengendara roda dua dan empat untuk saling berbagi jalur, sehingga sering terjadi antrean panjang terutama pada jam sibuk pagi dan sore.

Ketua Rukun Warga setempat, Hendra (47), mengakui pihaknya sudah berulang kali melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, namun respons yang diterima masih minim. “Kami sudah bersurat, tapi hanya datang satu truk dan itu pun tidak rutin. Kami butuh solusi permanen, bukan sekadar angkut sesekali,” katanya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari instansi berwenang. Warga berharap persoalan sampah liar ini segera ditangani karena dikhawatirkan semakin meluas saat memasuki musim kemarau. Tumpukan sampah yang membusuk juga dikeluhkan menimbulkan genangan air kotor yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Beritaseputar.com akan terus mengawal perkembangan di lapangan dan melaporkan tindakan pemerintah daerah terhadap permasalahan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User