Tim SAR Kewalahan Selamatkan Korban di Bawah Reruntuhan Gempa Venezuela
Caracas - Upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela terus dilakukan dengan sumber daya seadanya. Dua gempa bumi kuat mengguncang negara tersebut pada Rabu (24/0
Caracas - Upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela terus dilakukan dengan sumber daya seadanya. Dua gempa bumi kuat mengguncang negara tersebut pada Rabu (24/06) sore, mengakibatkan kerusakan parah akibat runtuhnya puluhan bangunan, termasuk kompleks perumahan dan perkantoran di pusat kota. Tim SAR, warga setempat, dan para anggota keluarga korban kini bahu-membahu menggali puing-puing dengan tangan kosong, putus asa mencari tanda-tanda kehidupan dari mereka yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Korban Terjebak di Antara Dua Lindu Dahsyat
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami dari lapangan, aktivitas seismik bermula ketika gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 melanda, diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 7,5 dalam rentang waktu yang sangat singkat. Kombinasi dua lindu besar ini membuat infrastruktur yang sudah melemah akibat guncangan pertama tak mampu menahan getaran berikutnya. Akibatnya, banyak bangunan yang ambruk total hanya dalam hitungan detik, memerangkap penghuni yang tak sempat melarikan diri ke ruang terbuka.
Keterbatasan alat berat menjadi kendala utama dalam operasi ini. Seorang mahasiswa bernama Antoan Marn, yang turut membantu proses evakuasi di Caracas, menuturkan kepada media kami melalui sambungan telepon bahwa situasi di lokasi bencana sangat memprihatinkan.
"Tim SAR kewalahan. Mereka mengeluarkan orang dengan kuku dan gigi,"
Ungkap Marn, menggambarkan bagaimana para relawan dan petugas harus mengeruk material beton yang berat secara manual karena ekskavator dan alat pemotong baja yang tersedia jumlahnya sangat terbatas. Suara rintihan dan ketukan yang lemah dari balik reruntuhan membuat para penyelamat bekerja melawan waktu untuk mencapai titik-titik kantung udara tempat para penyintas diperkirakan masih bertahan.
Mobilisasi Masyarakat dan Tim Medis Darurat
Media kami memantau bahwa di tengah kewalahan petugas resmi, solidaritas warga Venezuela menjadi tumpuan. Ratusan sukarelawan dari kota-kota tetangga berdatangan membawa linggis, sekop, dan palu untuk mempercepat pembongkaran puing. Pihak keluarga korban tak henti-hentinya meneriakkan nama-nama anggota keluarga mereka, berharap mendapatkan jawaban. Di beberapa titik, tim penyelamat terpaksa membentuk rantai manusia untuk memindahkan serpihan batu besar agar tidak memicu longsoran susulan yang dapat membahayakan korban yang masih berada di celah-celah sempit di bawahnya. Tim medis darurat mendirikan tenda-tenda triase di pinggir jalan, sementara ambulans terus berlalu-lalang membawa korban luka berat ke rumah sakit yang masih berfungsi, meskipun sebagian besar fasilitas kesehatan dilaporkan mengalami kelebihan kapasitas dan mulai kehabisan stok darah dan obat-obatan trauma.
Comments (0)