Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

AS Tegaskan Tak Akan Korbankan Semua Kepentingan demi Capai Kesepakatan dengan Iran

Manama – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberi sinyal bahwa putaran diplomasi terbaru dengan Iran berjalan dalam koridor yang terukur. Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menyampaikan bahw

Jul 06, 2026 - 13:41
0 1
AS Tegaskan Tak Akan Korbankan Semua Kepentingan demi Capai Kesepakatan dengan Iran

Manama – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberi sinyal bahwa putaran diplomasi terbaru dengan Iran berjalan dalam koridor yang terukur. Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menyampaikan bahwa Washington tetap menginginkan sebuah perjanjian damai, namun negara adidaya itu tidak akan mempertaruhkan seluruh aset strategisnya begitu saja demi memuluskan kesepakatan. Penegasan tersebut disuarakan dalam forum penting yang melibatkan negara-negara kunci di kawasan Jazirah Arab.

Dalam lawatannya ke Timur Tengah, Rubio hadir dalam Pertemuan Tingkat Menteri Gabungan antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan AS yang berlangsung di Manama, Bahrain, pada Kamis (25/6). Kehadiran Menlu AS di tengah agenda kunjungan ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait ini menjadi panggung untuk meredakan kekhawatiran para mitra tradisional AS. Rubio memberikan jaminan bahwa suara dan kepentingan negara-negara Teluk akan tetap menjadi salah satu pertimbangan utama Gedung Putih dalam setiap langkah menuju perjanjian final dengan Teheran.

Jaminan untuk Mitra Teluk

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami dari sumber diplomatik pada Jumat (26/6/2026), Rubio berusaha meyakinkan para menlu GCC bahwa dinamika baru hubungan AS-Iran tidak akan menelantarkan prinsip-prinsip aliansi yang telah terbangun selama puluhan tahun. "Amerika Serikat ingin mencapai kesepakatan dengan Iran, namun kami tidak akan mengorbankan segalanya untuk mencapai itu. Kepentingan para mitra kami di kawasan adalah elemen penting yang tidak bisa diabaikan," demikian inti pernyataan tertutup yang dikutip oleh Beritaseputar.com.

Pertemuan ini digelar tak lama setelah Washington menandatangani nota kesepahaman (MoU) rancangan awal dengan Iran yang bertujuan mengakhiri rangkaian konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Kecepatan normalisasi pembicaraan itu rupanya memicu kegelisahan di antara sekutu Arab, yang masih menyimpan kekhawatiran terhadap aktivitas proksi dan program rudal Iran. Rubio menekankan bahwa kerangka kesepakatan yang tengah dijajaki belum mencapai tahap final, dan setiap klausul akan diuji agar tetap selaras dengan arsitektur keamanan kolektif di Teluk.

Kunjungan Rubio ke Manama memperlihatkan pendekatan diplomasi dua jalur: mendorong solusi damai, sambil secara simultan menunjukkan soliditas aliansi lama. Beberapa pengamat menilai manuver ini sebagai sinyal bahwa AS tidak akan membiarkan poros kekuatan regional bergeser secara drastis tanpa memastikan stabilitas bagi para mitranya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Iran mengenai hasil pembicaraan di tingkat menteri GCC-AS tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User