Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Tanda-tanda Red Flag yang Harus Diwaspadai dalam Hubungan Menurut Dokter Jiwa

Menjalin hubungan yang sehat idealnya menjadi sumber rasa aman, nyaman, dan dukungan timbal balik. Namun, realitanya tidak semua hubungan berjalan ideal. Banyak individu terjebak dalam dinamika yang

Jul 06, 2026 - 07:39
0 0
Tanda-tanda Red Flag yang Harus Diwaspadai dalam Hubungan Menurut Dokter Jiwa

Menjalin hubungan yang sehat idealnya menjadi sumber rasa aman, nyaman, dan dukungan timbal balik. Namun, realitanya tidak semua hubungan berjalan ideal. Banyak individu terjebak dalam dinamika yang merugikan tanpa menyadarinya sejak awal. Menurut spesialis kejiwaan, dr. Erickson Arthur S, SpKJ, kesadaran untuk mengenali karakteristik hubungan sejak dini menjadi kunci utama. Dalam sebuah program di Beritaseputar.com, dr. Erickson menekankan bahwa fondasi relasi yang kokoh harus dibangun di atas kesetaraan. "Relasi harus dibangun atas kesamaan. Semuanya equal, jangan satu merasa superior, satu lebih inferior atau di bawah, perlu dibangun komunikasi yang baik," ujarnya.

Komunikasi yang Sehat Dimulai dari Rasa Aman

Menurut laporan yang dihimpun Beritaseputar.com, salah satu fondasi yang kerap dilupakan adalah komunikasi yang sehat. Komunikasi bukan sekadar berbicara, melainkan menciptakan ruang aman bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan pendapat. Jika salah satu pasangan merasa takut atau cemas untuk jujur karena khawatir akan reaksi berlebihan, hal itu sudah bisa dikategorikan sebagai lampu kuning. Rasa tidak aman dalam berbicara, meski terlihat sederhana, seringkali menjadi tanda awal bahwa ada ketidakseimbangan kuasa dalam hubungan.

Kehilangan Jati Diri dan Menghilangnya Dukungan Sosial

Salah satu tanda bahaya yang paling signifikan namun sulit disadari adalah ketika seseorang mulai kehilangan dukungan sosialnya secara perlahan. Ini sering terjadi melalui mekanisme kontrol tidak langsung, di mana pasangan perlahan membatasi interaksi korban dengan teman, keluarga, atau rekan kerja. Isolasi ini biasanya dibungkus dengan narasi cinta atau perlindungan, padahal tujuannya adalah menciptakan ketergantungan. Dalam analisis media kami, korban seringkali baru sadar setelah merasa "sendirian" dan kehilangan perspektif dari pihak luar yang objektif.

Siklus Merendahkan dan Merasa Selalu Bersalah

Red flag lainnya yang wajib diwaspadai adalah adanya siklus manipulatif. Pasangan yang tidak sehat cenderung membuat pihak lain terus-menerus dalam posisi bersalah. Ketika merasa tidak nyaman atau terluka, bukannya mendapatkan validasi, korban justru dibalikkan posisinya sebagai pihak yang terlalu sensitif atau cengeng.

Jangan satu merasa superior, satu lebih inferior atau di bawah,
tegas dr. Erickson dalam paparannya. Pola ini sangat berbahaya karena secara perlahan akan merusak harga diri dan membuat seseorang mempertanyakan kewarasannya sendiri.

Perubahan Drastis pada Perilaku dan Citra Diri

Menurut pengamatan Beritaseputar.com dari berbagai studi psikologi, tanda yang paling terlihat adalah perubahan drastis dalam kepribadian. Jika seseorang berubah dari pribadi yang percaya diri menjadi penakut, atau yang tadinya ceria menjadi sering murung tanpa sebab jelas, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap relasi yang dijalani. Hubungan yang sehat memungkinkan seseorang untuk bertumbuh, bukan menciutkan potensi atau mematikan semangat pasangannya. Jika Anda merasa tidak lagi mengenali diri sendiri, kemungkinan besar Anda sedang dibentuk oleh pasangan untuk memenuhi standar yang tidak realistis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User