Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

RS Jakarta Eye Center (JEC) Menteng Beri Harapan Baru bagi Pasien Mata

Langkah kaki pelan tapi penuh harap itu kembali terasa. Pak Ahmad (67), pensiunan guru yang hampir setahun terakhir harus mengandalkan tongkat karena kab

Jul 09, 2026 - 08:43
0 1
RS Jakarta Eye Center (JEC) Menteng Beri Harapan Baru bagi Pasien Mata

Langkah kaki pelan tapi penuh harap itu kembali terasa. Pak Ahmad (67), pensiunan guru yang hampir setahun terakhir harus mengandalkan tongkat karena kabut tebal di bola matanya, tiba di lobi RS Jakarta Eye Center (JEC) Menteng pagi itu. Matanya yang mulai meredup sejak setahun terakhir membuat ia hampir menyerah. "Saya sudah pasrah, Nak. Tapi anak saya terus memaksa saya ke sini," tuturnya lirih, Selasa (11/4). Ia tak pernah menduga, rumah sakit dengan cat putih bersih di Jalan Cik Ditiro itu kelak menjadi tempat ia kembali melihat senyum cucu-cucunya.

Layanan Personal dan Teknologi Modern

Di dalam gedung yang tenang dan rapi, setiap sudut dirancang untuk meminimalkan kecemasan pasien. Dr. Rina Ayu, salah satu spesialis retina yang menangani Pak Ahmad, menjelaskan,

"Kami selalu menempatkan kenyamanan emosional sebagai bagian dari terapi. Operasi katarak dengan teknik phacoemulsifikasi yang kami gunakan hanya butuh waktu 15–20 menit, tapi trauma psikologis pasien bisa lebih lama. Karena itu, komunikasi yang hangat sangat penting."

JEC memang dikenal sebagai salah satu pusat layanan mata terkemuka di Indonesia. Berdiri sejak 1984, rumah sakit ini terus memperbarui peralatan, termasuk laser femtosecond untuk operasi LASIK dan sistem diagnostik digital yang memungkinkan deteksi dini glaukoma dan degenerasi makula.

Kisah Nyata Pak Ahmad: "Saya Kembali Melihat Wajah Istri Saya"

Saat operasi Pak Ahmad selesai, perban di matanya dibuka keesokan harinya. Ada getir yang berubah menjadi haru.

"Saya langsung melihat wajah istri saya. Sudah setahun saya hanya membayangkan keriput di sudut matanya. Sekarang nyata lagi,"
ujarnya sambil menyeka air mata. Momen itu bukan hanya medis, tetapi sangat manusiawi.

Komitmen Sosial: Lebih dari Sekadar Bisnis

Di balik kemajuan teknologinya, JEC juga membuka akses bagi masyarakat kurang mampu. Program "JEC Berbagi" secara rutin menggelar operasi katarak gratis di daerah-daerah pelosok. Menurut dr. Andi, koordinator program,

"Setiap bulan kami rata-rata menangani 50 pasien gratis. Melihat mereka pulih adalah pengingat mengapa kami memilih menjadi dokter mata."

RS Jakarta Eye Center (JEC) Menteng kini menjadi lebih dari sekadar rumah sakit. Ia menjadi secercah harapan bagi siapa pun yang hampir menyerah pada gelapnya dunia. Dengan pelayanan yang hangat dan teknologi mutakhir, JEC membuktikan bahwa penglihatan tidak hanya tentang medis, tetapi tentang mengembalikan kehidupan seseorang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User