Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

RI dan Singapura Jalin Kerja Sama Strategis, Kelola Pasar Karbon dan Pacu Pertumbuhan Ekonomi Hijau

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan posisi strategisnya dalam diplomasi iklim global. Penegasan ini terwu

Jul 08, 2026 - 05:58
0 0
RI dan Singapura Jalin Kerja Sama Strategis, Kelola Pasar Karbon dan Pacu Pertumbuhan Ekonomi Hijau

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan posisi strategisnya dalam diplomasi iklim global. Penegasan ini terwujud melalui dua kesepakatan penting yang dijalin dengan Singapura dalam pertemuan bilateral Leaders’ Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Lawrence Wong di Istana Merdeka. Dalam forum tersebut, perlindungan lingkungan resmi ditetapkan sebagai pilar utama kemitraan kedua negara, menandai babak baru dalam hubungan bilateral yang berfokus pada keberlanjutan.

Momentum bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan dua dokumen kerja sama strategis. Pertama, Memorandum Saling Pengertian (MoU) tentang Kerja Sama Perlindungan Lingkungan Hidup. Kedua, MoU Kolaborasi Kredit Karbon yang mengacu pada kerangka implementasi Pasal 6 Persetujuan Paris. Kedua kesepakatan ini menjadi instrumen kunci dalam mendorong ekonomi hijau sekaligus memperkuat komitmen Indonesia terhadap agenda pengendalian perubahan iklim global.

Kerja sama ini merupakan lompatan besar yang akan mengintegrasikan potensi sumber daya alam Indonesia dengan teknologi dan pendanaan dari Singapura.

Melalui MoU terkait kredit karbon, Indonesia dan Singapura membuka jalan bagi terciptanya pasar karbon lintas batas yang kredibel dan terukur. Kolaborasi ini memungkinkan terjadinya perdagangan emisi yang sahih, di mana proyek-proyek pengurangan karbon di Indonesia dapat diakui dan ditransaksikan secara internasional. Langkah ini diyakini akan memberikan insentif ekonomi langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha hijau di Tanah Air, sekaligus mempercepat target Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia.

Sementara itu, MoU Perlindungan Lingkungan Hidup memperluas cakupan kerja sama di luar isu karbon. Ruang lingkupnya mencakup pengelolaan sampah dan limbah berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa poros kemitraan tak hanya bertumpu pada transaksi karbon, namun juga pada pembangunan pondasi ekologi yang kuat untuk generasi mendatang.

Dengan disepakatinya kerja sama ini, RI memposisikan diri sebagai pemasok solusi berbasis alam dan pemain utama dalam rantai nilai karbon global. Sinergi ini diharapkan mampu menggenjot investasi hijau serta membuka lapangan kerja baru. Ke depan, implementasi kesepakatan ini akan diawasi secara ketat untuk memastikan bahwa setiap kredit karbon yang dihasilkan memiliki integritas tinggi dan memberikan manfaat ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh pemangku kepentingan di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User