Puncak Amazing Muharram: Dukung Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna

Suasana khidmat menyelimuti kompleks Islamic Center pada Ahad malam (21/7). Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, disusul pembacaan 99 Asmaul Husna oleh jamaah yang larut dalam kebersamaan. Puncak ...

Jul 12, 2026 - 22:02
0 1

Suasana khidmat menyelimuti kompleks Islamic Center pada Ahad malam (21/7). Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, disusul pembacaan 99 Asmaul Husna oleh jamaah yang larut dalam kebersamaan. Puncak acara Amazing Muharram ke-15 bukan sekadar peringatan tahun baru Islam; malam itu menjadi titik tolak sebuah gerakan masif untuk mewujudkan 99 masjid baru di seluruh penjuru Nusantara.

Ketua panitia, H. Ahmad Fauzi, dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari keprihatinan atas minimnya fasilitas ibadah di daerah terpencil. ‘Kami ingin setiap desa yang belum memiliki masjid bisa merasakan indahnya bermunajat di rumah Allah. Setiap masjid akan dinamai sesuai satu nama dari Asmaul Husna, sebagai pengingat akan kebesaran-Nya,’ ujarnya dengan suara bergetar.

Gerakan 99 Masjid Asmaul Husna: Dari Mimpi Menjadi Kenyataan

Program wakaf 99 masjid ini bukan wacana baru. Ia telah dirintis selama dua tahun terakhir melalui sinergi antara yayasan, donatur, dan masyarakat setempat. Hingga malam puncak, sebanyak 23 masjid telah berdiri di berbagai provinsi, mulai dari pesisir selatan Jawa hingga pelosok Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur. Setiap masjid mengadopsi nama-nama indah Allah, seperti Ar-Rahman, Al-Malik, dan Al-Quddus, yang diukir pada kubah atau pintu gerbang sebagai identitas unik.

Manajer program, Ustazah Nurhayati, menjelaskan bahwa pemilihan nama Asmaul Husna memiliki makna mendalam. ‘Kami tidak sekadar membangun fisik bangunan. Kami ingin menanamkan nilai-nilai keagamaan dan spiritual melalui nama-nama tersebut. Misalnya, masjid Ar-Rahman akan fokus pada program santunan anak yatim, sementara masjid Al-‘Alim akan dilengkapi perpustakaan dan pusat belajar,’ paparnya.

Dalam proses pembangunannya, setiap masjid memerlukan dana sekitar Rp300 juta hingga Rp500 juta, tergantung lokasi dan aksesibilitas. Donasi yang terkumpul pada malam Amazing Muharram ke-15 mencapai Rp2,8 miliar, sebuah angka yang melampaui target awal panitia. Dana tersebut berasal dari lelang barang amal, donasi langsung, serta penggalangan melalui platform digital yang dibuka selama acara berlangsung.

Semangat Kebersamaan di Bulan Suci

Malam itu, rasa persaudaraan begitu terasa. Para hadirin yang berasal dari berbagai kalangan—dari pejabat daerah, pengusaha, hingga ibu-ibu majelis taklim—tidak segan mengeluarkan dompet dan menyisihkan hartanya. Seorang donatur yang enggan disebutkan namanya tiba-tiba menyumbang Rp500 juta setelah mendengar kisah seorang bocah di pedalaman Riau yang harus menyeberang sungai untuk shalat berjamaah.

‘Kisah anak itu benar-benar menyentuh hati saya. Saya membayangkan betapa sulitnya mereka beribadah tanpa masjid yang layak. Ini adalah kesempatan saya untuk berinvestasi di akhirat,’ tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan nasyid dari grup ternama dan ceramah inspiratif tentang keutamaan wakaf. Hadirin diajak merenung bahwa wakaf masjid adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski sang pewakaf telah tiada. Pesan ini memperkuat tekad para peserta untuk turut serta dalam gerakan 99 Masjid Asmaul Husna.

Harapan dari Daerah Terpencil

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Desa Tanjung Harapan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Desa yang dihuni sekitar 200 kepala keluarga ini selama puluhan tahun hanya memiliki mushala kecil beratapkan daun rumbia. Dengan dibangunnya Masjid Ar-Razzaq di sana, warga kini memiliki tempat ibadah yang memadai. Tokoh masyarakat setempat, Pak Zainal, mengirimkan pesan video yang diputar di layar lebar. ‘Terima kasih kepada donatur yang telah mewujudkan mimpi kami. Anak-anak kami kini bisa belajar mengaji dengan nyaman dan tidak lagi kepanasan atau kehujanan saat shalat,’ katanya.

Masih ada 76 desa lagi yang menanti uluran tangan. Tim survei telah memetakan lokasi-lokasi prioritas, terutama di wilayah tertinggal di Papua, Maluku, dan Sulawesi. Mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh agama setempat untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran.

Meneruskan Estafet Kebaikan

Gerakan 99 Masjid Asmaul Husna tidak berhenti pada malam puncak. Panitia membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi melalui berbagai kanal donasi yang akan berlangsung sepanjang tahun. Bahkan, mereka menargetkan seluruh masjid dapat rampung dalam tiga tahun ke depan, bertepatan dengan peringatan satu abad organisasi yang menaungi gerakan ini.

‘Kami berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi umat Islam di mana pun untuk gemar berwakaf. Sebab, masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat peradaban yang melahirkan generasi berakhlak mulia,’ kata H. Ahmad Fauzi menutup sambutannya.

Malam pun kian larut. Namun, semangat yang terpancar dari wajah-wajah jamaah seakan menjadi saksi bahwa kebersamaan dan niat tulus untuk membangun rumah Allah akan terus menyala, dari satu masjid ke masjid berikutnya, seperti untaian 99 Asmaul Husna yang tak pernah putus.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User