Prabowo Bakal Resmikan B50 9 Juli
Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan program biodiesel B50 pada 9 Juli 2026. Informasi ini disampaika
Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan program biodiesel B50 pada 9 Juli 2026. Informasi ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bakom, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026). Qodari menegaskan bahwa peluncuran resmi tersebut akan menjadi momen penting dalam upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Pernyataan Resmi Kepala Bakom
"Ini info kepada kawan-kawan media, adapun peluncuran resminya akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1-2 minggu ke depan. Kalau tidak salah rencananya tanggal 9, nanti bisa dikonfirmasi ulang," ujar Qodari.
Menurut laporan yang dihimpun media kami, implementasi B50 sebenarnya sudah mulai berjalan sejak 1 Juli 2026. Artinya, saat peresmian dilakukan pekan depan, program ini sudah lebih dari sepekan diterapkan di berbagai sektor. Pemerintah memandang peresmian oleh Presiden sebagai simbol komitmen nasional dalam transisi energi bersih dan kemandirian energi.
Implementasi B50 dan Diversifikasi Energi
Biodiesel B50 merupakan campuran bahan bakar solar dengan 50 persen minyak nabati—utamanya minyak sawit. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan impor bahan bakar minyak sekaligus memperkuat pasar domestik kelapa sawit. Qodari menyebut program ini sebagai upaya diversifikasi energi yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga mendorong penciptaan nilai tambah di dalam negeri. "Ini adalah tonggak penting bagi ketahanan energi kita," tegasnya.
Dengan implementasi B50, Indonesia semakin serius meninggalkan ketergantungan pada bahan bakar fosil impor. Setelah sebelumnya sukses menerapkan B35, peningkatan ke B50 diproyeksi mampu menghemat devisa hingga puluhan triliun rupiah per tahun. Selain itu, penggunaan biodiesel juga mengurangi emisi gas rumah kaca, sejalan dengan target pengurangan karbon nasional.
Kendati demikian, pemerintah masih akan terus memantau penyesuaian sektor otomotif dan mesin industri agar berjalan mulus. Beberapa penyesuaian infrastruktur dan standar teknis dikabarkan telah rampung sejak awal tahun ini. Peresmian oleh Presiden Prabowo pada 9 Juli nanti diharapkan menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha di sektor energi hijau Tanah Air.
Comments (0)