Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Koperasi Masuk Bisnis Sawit

Pemerintah tengah mendorong koperasi untuk masuk ke dalam ekosistem industri kelapa sawit secara menyeluruh. Tidak hanya di tingkat hulu sebagai pengelola kebun, koperasi kini ditargetkan mampu menja

Jul 08, 2026 - 00:24
0 0
Koperasi Masuk Bisnis Sawit

Pemerintah tengah mendorong koperasi untuk masuk ke dalam ekosistem industri kelapa sawit secara menyeluruh. Tidak hanya di tingkat hulu sebagai pengelola kebun, koperasi kini ditargetkan mampu menjalankan pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) hingga bisa memproduksi minyak goreng sendiri. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran koperasi dalam perekonomian nasional dan meningkatkan nilai tambah komoditas sawit bagi para anggotanya.

Sebagai bentuk nyata dari program tersebut, akan segera diresmikan sebuah pabrik CPO milik koperasi yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Dikutip Beritaseputar.com, peresmian direncanakan berlangsung pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa fasilitas pengolahan tersebut memiliki kapasitas produksi yang cukup besar untuk menopang operasional perkebunan.

"Kami nanti akhir bulan Juli atau awal Agustus kami akan melaksanakan apa peresmian pabrik CPO oleh koperasi di Musi Banyuasin dan dengan luas lahan 3.100 hektare (ha) dengan kemampuan produksi 60 ton per jam," ujar Ferry dalam konferensi pers di kantornya, ditulis Jumat (3/7/2026).

Memperluas Rantai Nilai Sawit bagi Koperasi

Kehadiran pabrik pengolahan CPO di wilayah tersebut diharapkan dapat mengubah lanskap koperasi di Indonesia yang selama ini banyak berkutat di sektor primer. Dengan kemampuan mengolah hasil kebun menjadi CPO, koperasi dapat menguasai lebih banyak rantai pasok, sehingga margin keuntungan bisa dinikmati langsung oleh para anggota. Lahan seluas 3.100 hektare yang dikelola menjadi jaminan pasokan bahan baku bagi keberlangsungan produksi pabrik secara mandiri.

Dalam jangka panjang, pemerintah berharap koperasi tidak berhenti pada tahap pengolahan CPO saja. Ambisi lebih jauh adalah agar koperasi mampu menjual produk hilir seperti minyak goreng ke pasar domestik. Keberhasilan model bisnis ini di Musi Banyuasin juga diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan koperasi serupa di daerah penghasil sawit lainnya. Dukungan kebijakan dan infrastruktur dari pemerintah menjadi kunci agar koperasi benar-benar mampu bersaing sebagai pelaku usaha strategis di sektor komoditas unggulan Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User