Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Polri Godok Kurikulum Pendidikan 2027: Kolaborasi AI, Big Data, dan Penguatan HAM

Semarang - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersiap melakukan lompatan besar dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul melalui transformasi total sistem pendidikan. Wakil Kepala K

Jul 08, 2026 - 04:47
0 0
Polri Godok Kurikulum Pendidikan 2027: Kolaborasi AI, Big Data, dan Penguatan HAM

Semarang - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersiap melakukan lompatan besar dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul melalui transformasi total sistem pendidikan. Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengumumkan bahwa pihaknya sedang merancang ulang kurikulum pendidikan yang ditargetkan mulai berlaku penuh pada tahun 2027.

Pengumuman strategis ini disampaikan di sela-sela kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Pendidikan dan Pelatihan Semester I Tahun 2026 yang digelar di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang. Dalam agenda besar tersebut, turut diresmikan Kelas Tematik Akpol serta Laboratorium Sosial Sains Kepolisian sebagai penanda dimulainya era baru pembelajaran bagi para perwira.

"Anev Semester I ini menjadi titik awal penyusunan desain baru sistem pendidikan. Kami tidak hanya sekadar memperbarui, tetapi mendesain ulang secara fundamental agar sesuai dengan tantangan zaman," ujar Komjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, seperti dilansir tim liputan kami di Semarang.

Pilar Kurikulum Masa Depan

Menurut informasi yang dihimpun media kami, arah baru pendidikan Polri ini akan bersandar pada tiga pilar utama yang sangat relevan dengan dinamika global. Pertama, pengarusutamaan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam setiap aspek tugas kepolisian. Kedua, integrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ketiga, pemanfaatan analisis data raksasa (big data) untuk mendukung tugas-tugas pemolisian modern.

Komjen Dedi menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari amanat undang-undang untuk menciptakan personel yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Laboratorium Sosial Sains Kepolisian yang baru diresmikan akan menjadi pusat riset bagi para taruna dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis teknologi tersebut.

Transformasi Menyeluruh

Dengan adanya kurikulum ini, para taruna Akpol nantinya tidak hanya dibekali kemampuan fisik dan taktik lapangan konvensional, tetapi juga kemampuan membaca pola kejahatan digital serta analisis sosial masyarakat. Polri ingin memastikan bahwa pada tahun 2027, setiap lulusan sudah mampu mengoperasikan teknologi AI untuk deteksi dini atau memetakan potensi gangguan keamanan menggunakan big data.

Langkah progresif ini diyakini akan mengubah wajah Polri menjadi institusi yang lebih presisi dan humanis. Pendidikan berbasis HAM yang dimasukkan dalam kurikulum juga bertujuan untuk memperkuat budaya kepolisian yang melayani dan melindungi masyarakat secara inklusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User