Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

PLTU Pelabuhan Ratu Mulai Gunakan Biomassa Sorgum dari Petani Lokal

Sukabumi — Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pelabuhan Ratu resmi memulai pemanfaatan biomassa berbahan baku sorgum yang dipasok langsung dari petani lokal di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Langk

Jul 08, 2026 - 00:37
0 0
PLTU Pelabuhan Ratu Mulai Gunakan Biomassa Sorgum dari Petani Lokal

Sukabumi — Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pelabuhan Ratu resmi memulai pemanfaatan biomassa berbahan baku sorgum yang dipasok langsung dari petani lokal di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam transisi energi bersih sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar area operasional pembangkit.

Pengiriman perdana biomassa sorgum untuk kebutuhan co-firing PLTU dilakukan bertepatan dengan panen raya sorgum di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Program strategis ini digagas oleh PLN Indonesia Power melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu dan dilaksanakan pada 18 Juni 2026.

Sinergi dengan Petani Lokal

Kegiatan panen raya dan pengiriman perdana ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sukabumi Andreas, perwakilan dari PLN Energi Primer Indonesia, PLN Divisi Batubara dan Kelistrikan Indonesia (BKI), serta sejumlah mitra dan kelompok tani setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam mendorong ekosistem energi terbarukan berbasis komunitas.

Program biomassa sorgum dirancang dengan melibatkan secara aktif masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi pembangkit. Para petani lokal diberikan pendampingan teknis budidaya sorgum, mulai dari penanaman, perawatan, hingga masa panen. Hasil panen kemudian diserap sepenuhnya oleh PLTU Pelabuhan Ratu sebagai bahan baku campuran biomassa untuk menggantikan sebagian batubara dalam proses pembangkitan listrik.

Dukungan Pimpinan Perusahaan

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menyampaikan bahwa program biomassa sorgum ini dijalankan dengan melibatkan masyarakat sekitar wilayah operasi pembangkit. Inisiatif ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam mengurangi emisi karbon sekaligus menciptakan dampak ekonomi berganda bagi komunitas lokal.

Pemanfaatan sorgum sebagai bahan baku co-firing dipilih karena tanaman ini memiliki nilai kalor yang memadai, relatif mudah dibudidayakan di lahan marginal, dan memiliki siklus panen yang singkat. Hal ini memungkinkan pasokan biomassa yang berkelanjutan tanpa mengganggu ketahanan pangan, mengingat sorgum bukan merupakan tanaman pangan utama di wilayah tersebut.

Kontribusi pada Target Energi Bersih

Langkah PLTU Pelabuhan Ratu ini merupakan bagian dari program nasional percepatan pemanfaatan biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap di seluruh Indonesia. Program co-firing menjadi salah satu strategi kunci pemerintah dalam mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 dan menurunkan emisi gas rumah kaca sesuai komitmen Paris Agreement.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, pengembangan ekosistem sorgum untuk energi di Sukabumi ini diharapkan dapat menjadi model percontohan yang direplikasi di wilayah operasi pembangkit lainnya. Keterlibatan aktif pemerintah daerah dan kelompok tani menjadi faktor penentu keberhasilan program serupa di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User