Penyandang Tunanetra Lolos UGM Lewat Jalur SNBT

Perjuangan meraih pendidikan tinggi seringkali diwarnai berbagai tantangan. Namun, kisah yang satu ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah pengha

Jul 13, 2026 - 11:48
0 0
Penyandang Tunanetra Lolos UGM Lewat Jalur SNBT

Perjuangan meraih pendidikan tinggi seringkali diwarnai berbagai tantangan. Namun, kisah yang satu ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Seorang penyandang disabilitas netra bernama Angel berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos seleksi masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024. Kabar ini sontak menjadi inspirasi dan viral di berbagai platform media sosial, menunjukkan bahwa semangat pantang menyerah mampu menembus batas apa pun.

Profil Singkat Sang Pejuang Muda

Angel, yang kesehariannya akrab dengan kegelapan, telah membuktikan bahwa “melihat” tidak selalu harus dengan mata. Sejak kecil, ia terbiasa mengandalkan indera pendengaran dan perabaan untuk belajar. Ketekunannya dalam memanfaatkan teknologi asistif seperti screen reader dan buku braille menjadi senjata utamanya menaklukkan soal-soal ujian. Dukungan penuh dari keluarga dan sekolah inklusif tempatnya menimba ilmu menjadi fondasi kokoh yang mengantarkannya ke gerbang universitas impian. Angel tidak hanya cerdas secara akademik; ia memiliki ketahanan mental luar biasa yang membuatnya tidak gentar bersaing dengan puluhan ribu peserta lain yang tidak memiliki keterbatasan penglihatan.

Menaklukkan SNBT dengan Teknologi dan Doa

Proses Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang menjadi bagian dari SNBT bukanlah hal mudah bagi Angel. Ia harus beradaptasi dengan sistem ujian yang awalnya tidak sepenuhnya ramah disabilitas. Beruntung, panitia penyelenggara di pusat UTBK UGM menyediakan fasilitas khusus. Angel mengerjakan soal menggunakan komputer yang dilengkapi perangkat lunak pembaca layar, yang membacakan setiap soal dan opsi jawaban kepadanya. Meski demikian, tingkat kesulitan soal tetap sama dengan peserta reguler lainnya. Dalam sesi wawancara virtual, Angel menggambarkan pengalamannya dengan penuh syukur.

“Awalnya pasti deg-degan. Saya harus membayangkan soal-soal kuantitatif yang biasanya divisualisasikan dalam bentuk grafik atau tabel. Saya mengandalkan memori pendengaran untuk merekam soal yang dibacakan komputer. Kuncinya adalah fokus dan banyak berdoa. Saya percaya, selama ada kemauan, Tuhan akan membukakan jalan,”

Respons Pihak Universitas dan Rencana ke Depan

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Sindung Tjahyadi, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Angel. Ia menegaskan bahwa UGM berkomitmen untuk menjadi kampus inklusif yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara, tanpa terkecuali. “Kampus kami terus berbenah dalam penyediaan infrastruktur dan layanan disabilitas. Keberhasilan Angel ini bukan hanya kebanggaan keluarganya, tetapi juga kebanggaan kami. Ini adalah bukti bahwa talenta hebat tidak memandang kondisi fisik,” tutur Dr. Sindung. Pihak fakultas dan universitas dikabarkan tengah menyiapkan program pendampingan khusus, termasuk penyediaan materi kuliah dalam format digital dan audio, serta relawan untuk membantu mobilitasnya di lingkungan kampus.

Di tengah kebahagiaannya, Angel mengaku sudah menyiapkan strategi belajar untuk menghadapi dunia perkuliahan yang sesungguhnya. Ia berencana memanfaatkan teknologi recording di setiap kelas dan membentuk lingkaran belajar dengan teman-teman seangkatannya. Angel berharap kisahnya bisa mematahkan stigma bahwa penyandang disabilitas netra sulit bersaing di bidang akademik non-kejuruan.

Inspirasi bagi Pendidikan Inklusif Indonesia

Kisah Angel adalah potret kecil dari potret besar pendidikan inklusif di Indonesia. Keberhasilannya menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia melalui jalur tes reguler menjadi penanda penting. Ini menunjukkan bahwa ketika aksesibilitas dan teknologi dihadirkan, penyandang disabilitas mampu menunjukkan performa yang tidak kalah dari yang lain. Momentum ini seharusnya mendorong pemerintah dan institusi pendidikan untuk lebih masif melakukan penyesuaian sistem ujian nasional yang benar-benar ramah disabilitas, bukan sekadar akomodasi sesaat.

Masyarakat pun ramai memberikan semangat. Harapan besar kini disematkan di pundak Angel, bukan hanya untuk menyelesaikan studinya, tetapi juga untuk menjadi aktivis pendidikan inklusif yang menyuarakan hak-hak kaum difabel di Tanah Air. Angel telah membuktikan bahwa mata hati dan tekad lebih tajam dari penglihatan biasa. Selamat berjuang di UGM, Angel! Semoga langkahmu menjadi lentera bagi jutaan anak berkebutuhan khusus lainnya untuk terus berani bermimpi dan mengejar cita-cita setinggi langit.

[SOCIAL_TWEET]: Keterbatasan fisik bukan penghalang! Angel, siswi penyandang disabilitas netra, berhasil lolos UGM lewat jalur SNBT 2024. Ia mengandalkan screen reader dan semangat pantang menyerah. #DisabilitasBerkarya #MasukUGM #InspirasiPendidikan[SOCIAL_TG]: 🌟 *Menerobos Kegelapan Demi Ilmu* 🌟 Angel, penyandang disabilitas netra, resmi lolos seleksi UGM jalur SNBT. Ia mengandalkan tekonologi pembaca layar dan ingatan pendengarannya untuk mengalahkan puluhan ribu peserta. Selamat, Angel! 💙

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User