Disabilitas Netra Wakili Aceh di Lomba Murattal Nasional

BANDA ACEH — Seorang penyandang disabilitas netra asal Aceh berhasil terpilih menjadi satu-satunya wakil provinsi itu dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran

Jul 13, 2026 - 11:59
0 0
Disabilitas Netra Wakili Aceh di Lomba Murattal Nasional

BANDA ACEH — Seorang penyandang disabilitas netra asal Aceh berhasil terpilih menjadi satu-satunya wakil provinsi itu dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional untuk cabang Murattal. Prestasi ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga mematahkan stigma bahwa keterbatasan fisik menjadi penghalang untuk berprestasi di bidang keagamaan.

Perjalanan Menuju Panggung Nasional

Muhammad Zaki (22), pemuda asal Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, mengalahkan puluhan peserta lain dalam seleksi ketat yang digelar Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Aceh pada awal Maret lalu. Dengan suara merdu dan penguasaan tajwid yang memukau, Zaki berhasil menyisihkan peserta yang memiliki penglihatan normal, termasuk beberapa qari dan qariah senior dari berbagai kabupaten/kota.

"Saya tidak menyangka bisa terpilih. Ini adalah jawaban dari doa ibu dan kerja keras selama bertahun-tahun. Keterbatasan saya bukan halangan, justru menjadi kekuatan karena saya lebih fokus menghafal dan merasakan setiap ayat," ungkap Zaki saat ditemui di kediamannya, Senin (15/10).

Zaki kehilangan penglihatannya sejak usia tiga tahun akibat glaukoma yang terlambat ditangani. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangatnya untuk mendalami Al-Quran. Ia mulai belajar membaca braille Al-Quran di usia tujuh tahun di bawah bimbingan guru ngaji di kampungnya, lalu melanjutkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banda Aceh.

Dukungan Penuh dari Keluarga dan Pemerintah

Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs. Musrizal, M.Si., mengapresiasi capaian Zaki sebagai inspirasi bagi masyarakat. Pihaknya telah memberikan dukungan penuh, termasuk pendampingan psikologis, pelatihan intensif, dan fasilitas akomodasi selama masa persiapan menuju MTQ Nasional yang akan digelar di Jakarta pada November mendatang.

"Kami bangga memiliki wakil seperti Zaki. Ini membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu bersaing secara sehat dan meraih prestasi di level nasional. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus mendukung partisipasi mereka di berbagai bidang," kata Musrizal.

Selain Dinsos Aceh, sejumlah organisasi keislaman dan komunitas disabilitas juga turut memberikan semangat. Zaki mendapat bimbingan khusus dari Ustadz Fikri, seorang hafiz Al-Quran yang juga tunanetra dan menjadi mentor utamanya selama dua tahun terakhir. Metode pengajaran dengan pendekatan audio dan sentuhan jari pada mushaf braille membuat Zaki mampu menghafal 10 juz Al-Quran dengan lancar.

Persiapan Matang Menuju MTQ Nasional

Menjelang kejuaraan, Zaki menjalani latihan minimal empat jam setiap hari. Ia fokus pada cabang Murattal, yaitu tilawah dengan irama tertentu tanpa lagu yang berlebihan, sehingga lebih menekankan ketepatan makhraj dan tartil. Di bawah bimbingan tim pelatih dari LPTQ Aceh, Zaki juga dilatih mental dan teknik pernapasan agar tetap prima selama tampil di depan dewan hakim dan ribuan penonton.

Berikut adalah poin penting dari persiapan Zaki:

  • Latihan harian tilawah dengan rekaman audio master qari internasional.
  • Pendalaman ilmu tajwid, waqaf, dan ibtida' bersama mentor senior.
  • Simulasi lomba di hadapan audiens virtual untuk mengasah kepercayaan diri.
  • Pemeriksaan kesehatan berkala guna menjaga stamina dan kualitas suara.

Harapan Membawa Nama Baik Aceh

MTQ Nasional tahun ini diikuti lebih dari 600 peserta dari 38 provinsi. Aceh mengirimkan delegasi terkuat di berbagai cabang, dan Zaki menjadi satu-satunya wakil disabilitas netra di cabang Murattal. Ia bertekad memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang medali.

"Target saya bukan sekadar ikut, tetapi memberikan yang terbaik untuk Aceh. Saya ingin menunjukkan bahwa Al-Quran adalah cahaya bagi siapa pun, termasuk kami yang tidak bisa melihat," ujarnya penuh harap.

Kisah Zaki sejalan dengan semangat inklusivitas yang digaungkan pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, partisipasi disabilitas dalam MTQ meningkat signifikan berkat dorongan regulasi dan kesadaran masyarakat. Prestasi ini diharapkan memicu lahirnya lebih banyak qari dan qariah disabilitas di masa depan.

Masyarakat Aceh pun memberikan dukungan moral yang besar. Di media sosial, warganet ramai membagikan kisah Zaki, mengirim doa, dan menyebutnya sebagai "mutiara dari Serambi Mekah". Rektor Universitas Syiah Kuala bahkan menawarkan beasiswa penuh jika Zaki berminat melanjutkan studi ilmu Al-Quran.

Kontingen Aceh dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada 5 November. Masyarakat diimbau untuk terus mendoakan kelancaran dan kesuksesan Zaki serta seluruh delegasi Aceh dalam perhelatan akbar tersebut. Dengan tekad dan dukungan yang mengalir, kisah Muhammad Zaki menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.

[SOCIAL_TWEET]: Keterbatasan tak halangi Muhammad Zaki, penyandang disabilitas netra asal Aceh, untuk tampil di MTQ Nasional cabang Murattal. Suara emasnya jadi bukti Al-Quran adalah cahaya bagi semua. Doakan yang terbaik, ya! #DisabilitasBerprestasi #MurattalAceh #MTQNasional[SOCIAL_TG]: 🕌✨ Penyandang disabilitas netra wakili Aceh di MTQ Nasional! Dengan suara emas dan semangat juang, Muhammad Zaki buktikan bahwa Al-Quran adalah penerang bagi semua. Baca selengkapnya 👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User