Bank Mandiri Buka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas
Di tengah gempuran bonus demografi, masih ada celah lebar yang memisahkan para penyandang disabilitas dari dunia kerja formal. Meski memiliki keterampilan
Di tengah gempuran bonus demografi, masih ada celah lebar yang memisahkan para penyandang disabilitas dari dunia kerja formal. Meski memiliki keterampilan yang tak kalah saing, minimnya kesempatan dan masih kentalnya stigma kerap menjadi tembok tebal yang sulit ditembus. Menjawab tantangan itu, Bank Mandiri melalui unit Taspen bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Dinas Sosial Kabupaten Brebes mengambil langkah nyata dengan menggelar advokasi kerja khusus bagi difabel.
Bertempat di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Brebes, acara itu mempertemukan para pemangku kepentingan: Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen KC Pekalongan Agus Suyana, Kepala Cabang PNM Tegal Sutanto, Perwakilan PNM Pusat Kiki Aulia Rachman, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen KCP Tegal Maulana Rizki, CEO Ruang Amal Slamet, dan Kepala Bidang Dinas Sosial Kabupaten Brebes Arif Syaefudin. Mereka duduk bersama merumuskan strategi membongkar sekat-sekat diskriminatif yang selama ini membelenggu difabel di ranah profesional.
Tantangan yang Dihadapi Difabel
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas jauh di bawah rata-rata nasional. Banyak perusahaan masih ragu merekrut difabel karena kekhawatiran akan produktivitas dan biaya penyesuaian fasilitas. Padahal, survei internal yang dilakukan Ruang Amal bersama mitranya menemukan bahwa difabel memiliki loyalitas dan ketekunan lebih tinggi saat diberi kesempatan yang setara, ungkap Slamet.
“Bukan kemampuan yang kurang, tapi pintu masuknya yang masih setengah terbuka. Bank Mandiri ingin membuka lebar-lebar pintu itu lewat program inklusi ketenagakerjaan,” tegas Agus Suyana.
Langkah Konkret Bank Mandiri
Bank Mandiri Taspen menginisiasi program “Bersama Mandiri untuk Difabel Mandiri” yang menggabungkan tiga pilar utama: pelatihan vokasi sesuai kebutuhan industri, pendampingan kewirausahaan, dan penyaluran ke jaringan perusahaan mitra. Tidak hanya berhenti pada pelatihan, program ini juga menyediakan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan ultra mikro yang disalurkan PNM. Sutanto menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema khusus agar difabel bisa mendapatkan pinjaman modal tanpa agunan berlapis.
Pelatihan yang diberikan pun dirancang berbasis kompetensi yang on-demand. Peserta tidak hanya dibekali hard skill seperti desain grafis, digital marketing, atau kerajinan tangan, tetapi juga soft skill meliputi etos kerja dan negosiasi. Di akhir sesi, para peserta dipertemukan dengan calon pengguna tenaga kerja dalam job fair mini yang digelar secara berkala.
Kolaborasi Multi Pihak
Kehadiran Dinas Sosial Kabupaten Brebes menjadi bukti bahwa pemerintah daerah mendukung penuh inisiatif ini. Arif Syaefudin menyebutkan bahwa pihaknya telah memetakan lebih dari 1.200 difabel usia produktif di wilayah Brebes yang siap dilatih dan disalurkan.
“Kami punya data by name by address, tinggal disambungkan dengan program dari perbankan. Kolaborasi ini akan mempercepat realisasi kuota 1% pekerja difabel di BUMN dan swasta,” jelas Arif.
Sementara itu, CEO Ruang Amal Slamet mengatakan bahwa platformnya akan menjadi simpul digital yang menghubungkan difabel dengan pelaku industri. Ruang Amal telah mengembangkan sistem manajemen talenta khusus yang mempertemukan keahlian difabel dengan kebutuhan riil perusahaan, lengkap dengan fitur pelaporan perkembangan karier.
Dampak dan Harapan
Advokasi kerja ini bukan hanya seremoni. Bank Mandiri menargetkan setidaknya 500 difabel terserap di pasar kerja formal dan informal dalam dua tahun ke depan di wilayah eks Karesidenan Pekalongan dan sekitarnya. Bagi difabel yang memilih jalur wirausaha, disediakan bantuan perizinan, pendampingan manajemen keuangan, dan pemasaran digital. Maulana Rizki menegaskan bahwa pihaknya telah mengalokasikan dana CSR khusus untuk memastikan keberlanjutan program, bukan sekadar program musiman.
Para peserta advokasi yang hadir pun menyambut antusias. Mereka berharap program serupa bisa direplikasi di daerah lain dengan karakteristik potensi difabel yang berbeda. “Selama ini kami hanya jadi penonton di bursa kerja. Sekarang kami jadi pemain utama,” ujar salah satu peserta sambil tersenyum. Dari pekalongan hingga pelosok desa, narasi inklusivitas perlahan berganti dari mimpi menjadi kerja nyata.
[SOCIAL_TWEET]: Bank Mandiri dan mitra buka jalan bagi difabel ke dunia kerja! Lewat pelatihan, modal, dan job matching, 500 difabel ditargetkan terserap dalam 2 tahun. Inklusi bukan lagi wacana. #DifabelBekerja #InklusiKeuangan #BankMandiri [SOCIAL_TG]: 🔥 Bank Mandiri gak main-main, kini difabel dibekali skill dan akses kerja nyata! Kolaborasi dengan PNM & Dinsos Brebes, target 500 difabel mandiri dalam 2 tahun. Yuk dukung terus gerakan inklusi! 💪♿
Comments (0)