PT Polytama Propindo Gagas Program Setara Dukung Kemandirian Disabilitas
Indramayu, Beritaseputar.com — PT Polytama Propindo, perusahaan afiliasi di sektor industri petrokimia, memperkenalkan Program Setara (Sinergi Kawan Inklus
Indramayu, Beritaseputar.com — PT Polytama Propindo, perusahaan afiliasi di sektor industri petrokimia, memperkenalkan Program Setara (Sinergi Kawan Inklusi) sebagai wujud nyata komitmen korporasi dalam menciptakan ekosistem yang ramah bagi penyandang disabilitas. Program yang mulai digulirkan sejak awal 2023 ini tidak sekadar memberi bantuan, tetapi merancang peta jalan kemandirian ekonomi dan sosial melalui pelatihan vokasi, pendampingan usaha, serta akses alat bantu adaptif.
Dengan menggandeng pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan komunitas inklusi, Program Setara diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah operasional perusahaan. “Kemandirian itu kunci. Kami ingin kawan-kawan disabilitas tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi subyek pembangunan yang berdaya,” ujar Corporate Affairs Manager PT Polytama Propindo dalam peluncuran resmi program tersebut di Balongan.
Kronologi Pelaksanaan Program Setara
Berikut rentetan peristiwa penting dalam perjalanan Program Setara sejak inisiasi hingga fase penguatan ekosistem inklusi pada tahun 2025.
- Triwulan I 2023 — Pemetaan dan Pelatihan Perdana
Program dimulai dengan asesmen kebutuhan terhadap 150 penyandang disabilitas di Kabupaten Indramayu dan sekitarnya. Hasil asesmen menunjukkan bahwa 68% responden membutuhkan keterampilan teknis seperti menjahit, tata boga, dan literasi digital. PT Polytama Propindo lalu menggelar pelatihan perdana selama tiga bulan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) setempat. Sebanyak 75 peserta mengikuti kelas reguler yang dilengkapi modul ajar huruf Braille dan juru bahasa isyarat. - Semester I 2024 — Perluasan Cakupan dan Bantuan Alat
Memasuki tahun kedua, cakupan program diperluas ke tiga kecamatan baru. Jumlah peserta meningkat menjadi 210 orang. Perusahaan mengalokasikan dana CSR sebesar Rp2,3 miliar untuk pengadaan kursi roda adaptif, tongkat pintar pendeteksi halangan, serta mesin jahit high-speed bagi peserta pelatihan tata busana. Di fase ini, dibentuk pula Koperasi Setara Mandiri sebagai wadah pemasaran produk karya penyandang disabilitas. - 2025 — Penguatan Ekosistem dan Kemitraan Strategis
Pada tahun berjalan, Program Setara memasuki tahap keberlanjutan. PT Polytama Propindo menggandeng platform e-commerce untuk memasarkan produk unggulan peserta, seperti batik tulis, kue kering, dan kerajinan daur ulang. Selain itu, perusahaan membuka magang inklusif di unit operasional bagi 15 penyandang disabilitas terpilih. Data per Maret 2025 mencatat omzet koperasi mencapai Rp480 juta, meningkat 120% dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 43% peserta kini memiliki penghasilan mandiri di atas upah minimum regional.
Suara Penerima Manfaat
Dampak Program Setara tidak hanya terukur dari angka, tetapi juga dari kisah personal para penerima manfaat. Salah satunya adalah Sari (32), tuna daksa yang kini menjalankan usaha konveksi rumahan setelah mengikuti pelatihan menjahit di BLK binaan Polytama.
“Dulu saya hanya berdiam di rumah. Sekarang saya bisa mempekerjakan dua orang tetangga. Mesin jahit dari Program Setara benar-benar mengubah hidup saya,” ungkap Sari saat ditemui di kediamannya di Desa Sukaurip.
Senada dengan Sari, Andi (26), penyandang tuna rungu yang magang di bagian administrasi PT Polytama Propindo, mengaku mendapat kesempatan setara untuk membuktikan kompetensinya. “Kami hanya butuh akses dan kepercayaan. Program ini memberi keduanya,” ujarnya melalui penerjemah isyarat.
Baca juga: Pemerintah Dorong Kemitraan Swasta untuk Perluasan Kesempatan Kerja Inklusif
Peta Jalan dan Tantangan ke Depan
PT Polytama Propindo berencana menjadikan Program Setara sebagai bagian dari kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Pada 2026, ditargetkan 500 penyandang disabilitas telah terlibat aktif, dengan pendirian satu pusat pelatihan inklusi mandiri di kawasan industri Balongan. Namun, sejumlah tantangan masih membayangi, di antaranya keterbatasan instruktur bersertifikasi inklusi dan rantai pasok bahan baku yang belum sepenuhnya stabil bagi usaha mikro binaan. Perusahaan berkomitmen membangun kolaborasi multipihak agar ekosistem inklusi yang sudah terbentuk tidak bersifat seremonial, melainkan berkelanjutan dan memberi dampak berganda bagi perekonomian lokal.
Dengan fondasi yang telah ditanam sejak 2023, Program Setara menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan dapat menjadi katalisator perubahan sosial ketika dijalankan secara terencana, terukur, dan berpihak pada kelompok rentan. Kemandirian penyandang disabilitas bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang sedang dirajut hari demi hari.
[SOCIAL_TWEET]: Lewat #ProgramSetara, PT Polytama Propindo buktikan pemberdayaan disabilitas bukan sekadar jargon. Pelatihan vokasi, alat adaptif, hingga akses pasar sudah mengubah hidup ratusan kawan inklusi sejak 2023. 💪🏼 #InklusiBukanOpsi #KemandirianDisabilitas[SOCIAL_TG]: 🔵 PT Polytama Propindo wujudkan kemandirian disabilitas lewat Program Setara. Sudah 210 peserta dilatih, 43% kini berpenghasilan mandiri. Koperasi binaan omzetnya tembus Rp480 juta! Baca selengkapnya di sini. 👇
Comments (0)