Pemakaman Ayatollah Khamenei, Iran Peringatkan AS-Israel Tak Macam-macam
Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel menjelang prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Teheran menegaskan bahwa segala bentuk gangguan at
Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel menjelang prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Teheran menegaskan bahwa segala bentuk gangguan atau serangan selama masa berkabung nasional itu akan direspons dengan tindakan militer yang memicu penyesalan mendalam bagi para pelaku.
Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, dalam sebuah pernyataan yang dipantau oleh Beritaseputar.com, Kamis (2/7/2026). Abdollahi meminta musuh-musuh Iran untuk tidak salah melakukan perhitungan strategis di tengah situasi yang emosional dan sensitif ini.
Ancaman Balasan Setara
Dalam keterangannya, Abdollahi menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siaga penuh. Ia memperingatkan bahwa setiap ancaman atau agresi akan berhadapan langsung dengan putra-putra bangsa Iran yang siap mempertaruhkan segalanya.
"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran yang kuat, untuk menghindari salah kalkulasi apa pun dan mempertimbangkan respons keras serta mendatangkan penyesalan dari putra-putra bangsa Iran di Angkatan Bersenjata terhadap setiap ancaman atau agresi," tegasnya.
Pernyataan itu tidak merinci jenis serangan yang dikhawatirkan, namun jelas merujuk pada ketegangan bertahun-tahun dengan AS dan Israel, termasuk dugaan operasi intelijen dan serangan siber di masa lalu.
Konteks Ketegangan Regional
Momen pemakaman seorang Pemimpin Tertinggi Iran selalu menjadi titik rawan secara geopolitik. Ayatollah Khamenei memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade dan dikenal dengan garis keras terhadap Israel dan sekutu Barat. Wafatnya membuka babak baru transisi kekuasaan di Republik Islam tersebut.
Pengamat menilai peringatan dini ini sebagai upaya Teheran untuk mencegah potensi manuver yang bisa mempermalukan negara di hadapan rakyatnya sendiri. Di sisi lain, pihak militer Iran juga ingin menunjukkan kekuatan dan kesiapannya di tengah proses suksesi yang rawan goncangan internal.
Respons Internasional Dinanti
Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari Washington maupun Tel Aviv terkait peringatan tersebut. Namun, para analis memperkirakan kedua negara akan bersikap hati-hati agar tidak tersulut konfrontasi langsung di saat Iran sedang dalam masa transisi.
Beritaseputar.com akan terus memantau perkembangan situasi ini dan menyajikan informasi terkini dari berbagai sumber terpercaya.
Comments (0)