Orang Tua Lebih Deg-degan Ketimbang Murid di Hari Pertama Sekolah
BANTENRAYA.COM — Senin, 13 Juli 2026 menandai dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 di berbagai daerah di Indonesia. Ribuan siswa kembali memadati ruang-r
BANTENRAYA.COM — Senin, 13 Juli 2026 menandai dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 di berbagai daerah di Indonesia. Ribuan siswa kembali memadati ruang-ruang kelas setelah menjalani libur panjang kenaikan kelas. Namun, ada pemandangan unik yang selalu terulang setiap tahunnya: kegugupan ternyata tidak hanya milik para murid, melainkan juga orang tua mereka.
Fenomena ini tampak jelas sejak pagi buta. Di sejumlah sekolah dasar di wilayah Banten, misalnya, banyak orang tua yang sudah bersiap jauh sebelum matahari terbit. Mereka sibuk memeriksa perlengkapan sekolah anaknya berkali-kali, seolah ada yang kurang dari persiapan yang sudah dilakukan sejak seminggu sebelumnya.
Persiapan yang Melebihi Anak Sendiri
Di sebuah rumah di kawasan Serang, seorang ibu bernama Ratna (34) mengaku sudah tiga kali mengecek isi tas anaknya sejak pukul 04.30 WIB. "Buku tulis sudah, pensil sudah, rautan sudah, bekal sudah. Tapi kok rasanya masih ada yang kurang, ya?" ujarnya sambil terus membongkar tas sang buah hati yang justru masih asyik tidur.
Pemandangan serupa terjadi di Tangerang. Seorang ayah bernama Budi (38) bahkan rela mengambil cuti kerja demi mengantar putri kecilnya di hari pertama masuk SD. "Saya lebih deg-degan daripada dia. Semalam susah tidur, takut nanti anak saya nangis atau enggak betah," tuturnya.
"Tas yang dipersiapkan sudah dicek tiga kali, bekal dibuat seperti menu restoran, sementara sang anak masih santai mencari kaus kaki yang entah menghilang ke dimensi lain."
Kronologi Hari Pertama Sekolah: Dari Fajar hingga Bel Berbunyi
Berdasarkan pantauan di lapangan, berikut rangkaian peristiwa yang mewarnai hari pertama sekolah di sejumlah daerah:
- Pukul 04.00–05.00 WIB: Fajar Penuh Antusiasme. Sebagian anak sudah terbangun dengan semangat. Bahkan ada yang sudah mandi dan mengenakan seragam sebelum azan Subuh berkumandang. Namun, tak sedikit pula yang justru susah dibangunkan dan merengek meminta libur sehari lagi.
- Pukul 05.30–06.30 WIB: Drama Sarapan dan Pakaian. Orang tua sibuk menyiapkan sarapan bergizi dan bekal. Di sisi lain, anak-anak sibuk mencari sepatu, dasi, atau kaus kaki yang "hilang secara misterius" meski baru semalam diletakkan di meja.
- Pukul 06.30–07.00 WIB: Perjalanan Menuju Sekolah. Jalanan di sekitar kawasan sekolah dipadati kendaraan orang tua. Suasana haru biru tampak saat orang tua melepas anak di gerbang sekolah, lengkap dengan wejangan dan pelukan terakhir.
- Pukul 07.00–07.30 WIB: Bel Masuk Berbunyi. Guru menyambut siswa di depan kelas. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pun dimulai. Ekspresi wajah siswa bervariasi: ada yang ceria, ada yang masih celingukan mencari orang tuanya, dan ada pula yang sudah siap dengan buku dan pensil di meja.
- Pukul 09.00 WIB ke Atas: Adaptasi dan Interaksi. Siswa mulai berkenalan satu sama lain. Guru memulai kegiatan ice breaking untuk mencairkan suasana. Orang tua yang masih menunggu di luar pagar sekolah perlahan mulai pulang, meski beberapa masih setia memantau dari kejauhan.
Bukan Hanya Murid dan Orang Tua, Guru Juga Berdebar
Bagi para guru, hari pertama sekolah bukan sekadar membuka gerbang dan menyapa siswa. Hari pertama adalah momentum emas untuk membangun kesan pertama yang positif. Seorang guru SD di Cilegon, Nurhayati (42), mengaku selalu gugup setiap kali menyambut siswa baru.
"Hari pertama itu menentukan. Bagaimana kita menyambut anak-anak akan membentuk persepsi mereka tentang sekolah selama setahun ke depan. Saya selalu berusaha tampil ramah dan ceria," jelasnya. Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar adalah menangani siswa yang menangis karena belum siap berpisah dari orang tua.
Sebagai informasi, berdasarkan kalender pendidikan tahun ajaran 2026/2027, hari pertama sekolah di sebagian besar wilayah Indonesia jatuh pada Senin, 13 Juli 2026. Pekan pertama akan diisi dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung selama tiga hingga lima hari, tergantung kebijakan masing-masing sekolah.
Fenomena "Demam Senin" di Kalangan Siswa
Di sisi lain, tidak semua anak menyambut hari pertama dengan antusias. Istilah "demam Senin" kembali populer di media sosial, menggambarkan anak-anak yang mendadak mengaku sakit perut, pusing, atau lemas begitu diminta bersiap ke sekolah. Para psikolog anak menyebut hal ini sebagai kecemasan situasional yang wajar terjadi pada anak-anak yang menghadapi lingkungan baru.
Psikolog anak dari Universitas Indonesia, Dr. Anita Dewi, M.Psi., menyarankan agar orang tua tidak memaksa atau memarahi anak yang menunjukkan gejala tersebut. "Ajak anak bicara dengan tenang. Ceritakan hal-hal menyenangkan tentang sekolah. Beri pengertian bahwa rasa takut itu wajar, tapi tidak boleh berlarut-larut," sarannya dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.
Yang jelas, hari pertama sekolah di tahun 2026 ini kembali membuktikan satu hal: pendidikan bukan hanya tentang murid dan guru. Orang tua adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem sekolah, dan deg-degan mereka adalah bukti cinta yang tak perlu diragukan lagi.
[SOCIAL_TWEET]: Hari pertama sekolah: yang deg-degan bukan cuma murid, orang tuanya juga! Dari cek tas 3x, bekal ala restoran, sampai cuti kerja demi antar anak. Bukti cinta yang bikin haru sekaligus gemas. Ada yang ngalamin juga? 😅 #HariPertamaSekolah #TahunAjaranBaru #OrangTuaGempar[SOCIAL_TG]: 📚😅 Siapa yang lebih deg-degan: murid atau orang tua? Jawabannya bikin gemas! Hari pertama sekolah tahun ajaran 2026 penuh drama—dari anak yang semangat subuh-subuh sampai orang tua yang cuti kerja demi antar buah hati. Klik untuk baca kisah selengkapnya!
Comments (0)