Putra Tri Ramadani Melaju ke Final Lead Series Chamonix 2026

CHAMONIX, PRANCIS — Atlet panjat tebing nasional Indonesia, Putra Tri Ramadani, berhasil memastikan tempat di babak final nomor lead putra pada gelaran IFS

Jul 12, 2026 - 19:55
0 0
Putra Tri Ramadani Melaju ke Final Lead Series Chamonix 2026

CHAMONIX, PRANCIS — Atlet panjat tebing nasional Indonesia, Putra Tri Ramadani, berhasil memastikan tempat di babak final nomor lead putra pada gelaran IFSC World Climbing Lead Series 2026 yang berlangsung di Chamonix, Prancis. Kepastian itu ia dapatkan setelah menuntaskan sesi semifinal dengan performa impresif, menjadikannya satu-satunya wakil Asia Tenggara yang melaju ke partai puncak kompetisi elite tersebut.

Jalur Kualifikasi yang Tak Mudah

Sejak hari pertama, tekanan sudah terasa. Babak kualifikasi mempertemukan 64 pemanjat terbaik dunia, termasuk para juara bertahan dari Eropa dan Amerika. Putra Tri, yang turun di grup kedua, langsung dihadapkan pada rute yang dirancang oleh rute setter legendaris asal Slovenia, Miha Prevc. Rute tersebut menuntut kombinasi kekuatan jari, keseimbangan dinamis, dan kemampuan membaca jalur dengan cepat.

  1. Percobaan pertama: Putra mencatatkan ketinggian 37+, nyaris menyentuh zona top sebelum terpeleset pada hold sloper di sektor atas.
  2. Pemulihan cepat: Hanya berselang 45 menit, ia kembali ke dinding untuk route kedua. Kali ini, dengan adaptasi yang lebih matang, ia menuntaskan rute hingga top dengan sisa waktu 18 detik, mengamankan tiket ke semifinal sebagai salah satu dari 26 pemanjat yang lolos.
  3. Posisi kualifikasi: Total poin agregat menempatkannya di peringkat ke-11, cukup nyaman untuk melangkah ke semifinal tanpa harus melalui drama perhitungan time.

Semifinal Penuh Ketegangan

Babak semifinal digelar pada hari kedua, menyisakan 26 pemanjat yang bertarung memperebutkan 8 tiket final. Dinding setinggi 20 meter dengan overhang 45 derajat menjadi ujian sesungguhnya. Rute semifinal dikenal sebagai salah satu yang terberat dalam sejarah seri Chamonix, dengan crux yang mengharuskan atlet melakukan gerakan dyno ke crimp kecil sebelum melanjutkan ke bagian headwall vertikal yang minim pijakan.

Putra Tri mendapat giliran tampil di urutan ke-9. Dengan teriakan penyemangat dari rekan setim di isolation zone, ia memulai panjatan dengan tempo stabil. Empat clip pertama dilalui tanpa kesalahan berarti. Memasuki sektor tengah, ia sempat ragu pada volume miring sebelum akhirnya memutuskan melakukan heel hook yang berani—gerakan yang dilatihnya berulang kali dalam sesi simulasi di Pelatnas.

“Saya ingat pesan pelatih: percaya pada kekuatan kaki kiri. Alhamdulillah, gerakan itu berhasil dan saya bisa melewati crux,” ujar Putra Tri usai menyelesaikan semifinal dengan catatan 47+ point, salah satu capaian tertinggi di sesi tersebut.

Penampilannya yang tenang namun bertenaga membuat pelatih kepala tim Indonesia, Rizal Hadi, tak kuasa menahan haru. “Ini bukan sekadar keberuntungan. Putra sudah mempersiapkan diri selama enam bulan khusus untuk seri Chamonix. Dia mempelajari video rute-rute lama, berlatih di simulasi dinding yang kami bangun menyerupai karakter batuan Alpen, dan menjaga kondisi fisik dengan sangat disiplin,” jelas Rizal.

Rekam Jejak dan Ambisi di Final

Ini bukan pencapaian besar pertama Putra Tri. Sebelumnya, ia menyabet medali perak nomor boulder di Asian Games 2025 dan emas lead di PON XXI Aceh-Sumut. Namun, panggung World Climbing Series jelas membawa beban berbeda. Level kompetisi yang ia hadapi di Chamonix diisi oleh peraih medali Olimpiade, seperti Jakob Schubert (Austria) dan Colin Duffy (AS), yang juga lolos ke final.

Final akan digelar pada Minggu (11/5/2026) pukul 18.00 waktu setempat. Delapan finalis akan menghadapi rute yang diperkirakan memiliki tingkat kesulitan 5.14d, dengan kemiringan ekstrem dan hold minimalis. Strategi menjadi kunci: siapa yang mampu menghemat energi di sepertiga awal akan punya peluang besar mencapai top.

Berikut adalah fakta kunci terkait lolosnya Putra Tri ke babak final:

  • Atlet: Putra Tri Ramadani, 24 tahun, asal Klaten, Jawa Tengah.
  • Disiplin: Lead putra.
  • Peringkat semifinal: 5 besar (poin 47+), mengungguli beberapa unggulan seperti Sean Bailey (AS) dan Luka Potocar (Slovenia).
  • Waktu tempuh semifinal: 5 menit 12 detik hingga jatuh di hold ke-48.
  • Target final: Menembus tiga besar dan mengamankan poin maksimal untuk proyeksi lolos ke World Championship 2027.

Dukungan dari Tanah Air

Keberhasilan ini langsung memicu euforia di kalangan komunitas panjat tebing Indonesia. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) melalui akun media sosial resminya mengunggah momen clip-up terakhir Putra Tri yang disaksikan lebih dari 200 ribu kali dalam dua jam. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, turut memberikan ucapan selamat: “Putra membuktikan bahwa mental baja dan persiapan matang bisa mengalahkan dominasi negara-negara tradisional panjat tebing. Kami mendoakan yang terbaik untuk final nanti.”

Dengan persiapan yang telah matang dan dukungan penuh dari tim, harapan kini bertumpu pada pundak pemuda asal Klaten itu untuk mengukir sejarah baru di dinding granit Alpen Prancis. Jika berhasil naik podium, ia akan menjadi putra Indonesia pertama yang meraih medali di seri Chamonix yang legendaris.

[SOCIAL_TWEET]: Putra Tri Ramadani melesat ke final lead putra IFSC Chamonix 2026! Dengan poin 47+ di semifinal, ia siap berhadapan dengan deretan juara dunia. Mampukah sang pemanjat Klaten mengukir sejarah di Alpen? #PanjatTebingIndonesia #IFSCChamonix2026 #PutraTri[SOCIAL_TG]: 🧗 Putra Tri Ramadani lolos final lead IFSC Chamonix 2026! Raih 47+ poin, peringkat 5 besar, dan jadi satu-satunya wakil Asia Tenggara. Final malam ini, ayo dukung! 🇮🇩

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User