JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa gerakan koperasi Indonesia akan

Dalam pidatonya yang disambut antusias ribuan anggota koperasi dari seluruh penjuru Tanah Air, Prabowo menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar warisan seja

Jul 12, 2026 - 22:20
0 0
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa gerakan koperasi Indonesia akan

Dalam pidatonya yang disambut antusias ribuan anggota koperasi dari seluruh penjuru Tanah Air, Prabowo menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar warisan sejarah bangsa, melainkan instrumen ekonomi strategis yang mampu menjawab tantangan ketimpangan dan mendorong kemandirian rakyat. Ia menilai, potensi besar koperasi selama ini belum sepenuhnya tergarap secara optimal.

Koperasi sebagai Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan

Prabowo mengingatkan bahwa fondasi koperasi telah tertanam kuat dalam konstitusi Indonesia, tepatnya pada Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Namun, ia mengakui bahwa perjalanan koperasi Indonesia tidak selalu mulus. Berbagai tantangan seperti lemahnya tata kelola, keterbatasan akses permodalan, hingga disrupsi teknologi digital menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

"Saya melihat semangat gotong royong yang menjadi DNA koperasi ini mulai kembali bergelora. Kita harus pastikan koperasi tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang disegani," ujar Prabowo dengan penuh semangat.

Kepala Negara juga menyoroti pentingnya regenerasi dalam tubuh koperasi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar koperasi mampu beradaptasi dengan lanskap ekonomi modern yang semakin terdigitalisasi. Tanpa inovasi dan adopsi teknologi, koperasi berisiko tertinggal jauh dari pelaku usaha lain yang bergerak lebih lincah.

Program Strategis Pemerintah untuk Koperasi

Dalam kesempatan yang sama, Presiden memaparkan sejumlah program strategis yang tengah disiapkan pemerintah untuk memperkuat ekosistem koperasi nasional. Langkah-langkah tersebut dirancang secara komprehensif, mencakup aspek regulasi, pembiayaan, pendampingan, hingga digitalisasi.

  • Reformasi tata kelola melalui penerapan standar akuntabilitas dan transparansi yang lebih ketat di seluruh koperasi
  • Perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema khusus bagi koperasi, termasuk suku bunga yang lebih kompetitif
  • Program digitalisasi koperasi yang memungkinkan koperasi terhubung dengan ekosistem e-commerce dan layanan keuangan digital
  • Pendirian pusat inkubasi koperasi modern di 38 provinsi sebagai wadah pelatihan dan pengembangan kapasitas pengurus
  • Kemitraan strategis antara koperasi dengan BUMN dan sektor swasta untuk memperluas rantai pasok dan pasar

Prabowo menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil menjadi prasyarat mutlak bagi kebangkitan koperasi Indonesia. Ia optimistis, dengan kolaborasi yang solid, target kontribusi koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) dapat meningkat secara signifikan dalam lima tahun ke depan.

Antusiasme Peserta dan Harapan Pelaku Koperasi

Puncak peringatan Hari Koperasi tahun ini dihadiri lebih dari 15.000 peserta yang berasal dari berbagai provinsi. Mereka terdiri dari pengurus koperasi, anggota, akademisi, serta para pemangku kepentingan terkait. Suasana meriah terasa sejak pagi hari, diwarnai pameran produk unggulan koperasi dari Sabang sampai Merauke.

Salah satu peserta, Siti Nurhaliza, Ketua Koperasi Wanita Mandiri asal Jawa Tengah, mengaku sangat terinspirasi oleh pidato Presiden. Menurutnya, sinyal dukungan kuat dari pemerintah memberikan energi baru bagi para pelaku koperasi di daerah untuk terus berinovasi.

"Kami merasa diperhatikan. Selama ini koperasi sering dipandang sebelah mata, padahal di desa-desa, koperasi adalah napas ekonomi warga. Dengan dukungan Pak Presiden, kami yakin koperasi bisa naik kelas," tutur Siti.

Senada dengan Siti, pengamat ekonomi kerakyatan dari Universitas Indonesia, Dr. Bambang Prasetyo, menilai optimisme Presiden memiliki dasar yang kuat. Ia mencatat, jumlah koperasi aktif di Indonesia saat ini mencapai lebih dari 127.000 unit dengan total anggota mencapai 27 juta orang. Angka tersebut menunjukkan potensi besar yang bisa dioptimalkan.

"Koperasi sebenarnya sudah memiliki basis massa yang luar biasa. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberpihakan kebijakan yang konsisten dan pendampingan teknis yang berkelanjutan. Pernyataan Presiden ini menjadi modal politik yang penting," jelas Bambang.

Tantangan dan Peta Jalan ke Depan

Meski optimisme membuncah, sejumlah tantangan fundamental tetap harus dijawab. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa sekitar 30 persen koperasi di Indonesia masih berstatus tidak aktif. Masalah klasik seperti lemahnya sumber daya manusia pengelola, minimnya modal, serta konflik internal masih menjadi penghambat utama.

Di sisi lain, perkembangan teknologi finansial (fintech) dan platform digital membuka peluang sekaligus ancaman bagi koperasi konvensional. Koperasi yang tidak mampu beradaptasi akan kehilangan anggota, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z yang menginginkan layanan keuangan yang cepat, mudah, dan transparan.

Pemerintah menargetkan tiga tonggak utama dalam peta jalan kebangkitan koperasi hingga tahun 2029: pertama, meningkatkan rasio koperasi aktif menjadi minimal 85 persen; kedua, mendorong digitalisasi 50 persen koperasi aktif; dan ketiga, meningkatkan volume usaha koperasi menjadi minimal 5 persen dari PDB nasional.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan koperasi sebagai gerakan kolektif menuju kemandirian ekonomi. Ia yakin, dengan semangat gotong royong yang mengakar dalam budaya Indonesia, koperasi mampu bangkit dan menunjukkan tajinya di kancah nasional maupun global.

"Mari kita buktikan bahwa koperasi bukan peninggalan masa lalu, melainkan jawaban masa depan. Koperasi harus menjadi kebanggaan kita bersama, menjadi simbol bahwa ekonomi Indonesia dibangun oleh rakyat dan untuk rakyat," pungkas Prabowo disambut gemuruh tepuk tangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User