Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Messi Pecahkan 5 Rekor Saat Argentina Singkirkan Mesir di 16 Besar

Buenos Aires masih bergemuruh ketika fajar menyingsing. Di Stadion MetLife, New Jersey, jutaan mata menyaksikan seorang pria berusia 38 tahun berlari kecil

Jul 08, 2026 - 15:24
0 0

Buenos Aires masih bergemuruh ketika fajar menyingsing. Di Stadion MetLife, New Jersey, jutaan mata menyaksikan seorang pria berusia 38 tahun berlari kecil ke sudut lapangan, kedua tangan terangkat, lalu sujud singkat di atas rumput. Sebuah tendangan melengkung dari luar kotak penalti baru saja bersarang di gawang Mesir. Bukan sekadar gol penentu kemenangan 3-1, melainkan pintu menuju lima catatan sejarah sekaligus yang baru saja ditendang terbuka oleh Lionel Messi.

“Saya tidak bermain untuk angka. Tapi malam ini, ketika peluit akhir berbunyi, saya tersadar bahwa semua ini lebih besar dari diri saya sendiri. Ini untuk mereka yang tidak pernah berhenti percaya,” ujar Messi lirih di zona wawancara, sorot matanya menerawang ke arah tribun yang masih penuh.

Malam Ajaib di New Jersey

Pertandingan babak 16 besar itu sendiri sudah menjadi panggung yang pas. Mesir, dengan Mohamed Salah yang terus menjadi ancaman, sempat membuat jantung pendukung Albiceleste berdebar lewat gol penyama kedudukan di menit ke-55. Namun Argentina yang dikomandoi Messi tidak kehilangan bentuk. Empat menit berselang, umpan terobosan Messi merobek lini belakang Mesir dan diselesaikan Julián Álvarez menjadi gol kedua. Gol ketiga lahir dari kaki sang kapten sendiri—sebuah penyelesaian klasik yang membuat seluruh stadion berdiri.

Namun gol itu hanyalah satu dari lima batu pijakan yang menjadikan Messi pemilik lima rekor baru dalam satu malam:

  • Pencetak gol tertua di fase gugur Piala Dunia (38 tahun 4 bulan), melampaui rekor Roger Milla.
  • Pemain dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia (27 laga), melewati Lothar Matthäus.
  • Satu-satunya pemain yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda (2006, 2014, 2018, 2022, 2026).
  • Assist terbanyak dalam satu turnamen Piala Dunia (8 assist di edisi 2026), mematahkan catatan miliknya sendiri.
  • Top skor sepanjang masa Argentina di Piala Dunia (14 gol), meninggalkan Gabriel Batistuta di angka 10.

Lebih dari Sekadar Angka

Carlos Pérez, seorang jurnalis Argentina yang telah meliput Messi sejak debutnya di 2005, menyaksikan semuanya dari bilik media. Dengan suara bergetar, ia berkata,

“Kita semua tahu ia hebat. Tapi melihat seorang ayah tiga anak, di usia yang biasanya pemain sudah pensiun, masih memecahkan rekor demi rekor… itu bukan sekadar bakat. Itu cinta yang membuatnya terus berlari.”

Di luar stadion, sekelompok suporter Argentina membentangkan spanduk besar bertuliskan: “Terima kasih telah menunda pensiun.” Seorang ibu bernama Valeria, yang datang bersama putranya yang berusia 10 tahun, tidak kuasa menahan air mata.

“Anak saya tidak akan pernah melihat pemain seperti ini lagi. Malam ini adalah sejarah yang akan ia ceritakan kepada cucunya.”

Dampak sosial dari malam itu juga terasa di kampung halaman Messi, Rosario. Jalan-jalan mendadak dipenuhi warga yang mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Layar besar yang dipasang di pusat kota memutar ulang kelima rekor itu sepanjang malam, seakan kota itu tidak ingin tidur sebelum memeluk kebanggaannya sendiri.

Perjalanan Belum Usai

Argentina kini melaju ke perempat final dan akan menghadapi pemenang laga Brasil melawan Portugal. Meski Messi berulang kali menepis bahwa ini adalah Piala Dunia terakhirnya, setiap langkahnya kini terasa seperti perpisahan yang dipermanis. Pelatih Lionel Scaloni, yang kerap disebut sebagai “sahabat yang memahami jiwa Messi,” menegaskan bahwa fokus tim adalah satu pertandingan demi satu pertandingan.

“Kami tahu apa yang ia berikan. Dan ia tahu apa yang kami siap berikan untuknya. Malam ini bukanlah puncak, hanya sebuah penanda betapa besar perjalanan ini,” kata Scaloni seusai laga.

Sementara itu, di pojok ruang ganti, Messi tampak memeluk jersey-nya lama sekali sebelum memasukkannya ke dalam tas. Seolah-olah ia sadar: setiap malam adalah kenangan yang harus disimpan, dan kadang, kenangan itu ditulis dalam bentuk rekor yang akan dikenang selamanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User