Prabowo Lepas PM Modi dengan Pelukan Hangat di YIA
Suasana pagi di apron VVIP Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) terasa berbeda pada Rabu (8/7/2026). Langit cerah memayungi derap langkah sepatu-hitam pa
Persiapan di Sudut VVIP YIA
Sejak pukul 08.00 WIB, area Bandara YIA sudah disterilkan untuk perpisahan kenegaraan. Saya mendapati seorang petugas ground handling—sebut saja Arif—yang bertugas mengawasi apron bersama beberapa rekannya. “Biasanya tamu negara dilepas oleh menteri, paling tinggi wakil presiden. Tapi kali ini Presiden sendiri yang mau memastikan PM Modi berangkat dengan selamat,” katanya sambil memicingkan mata ke arah hanggar. Sementara itu, para jurnalis yang diizinkan mendekat hanya bisa membidik dari jarak aman, mengabadikan setiap detail kecil: syal batik yang masih melingkar di leher Modi, senyum kecil yang sesekali mekar di wajah Prabowo, serta dua bendera—Merah Putih dan Tiranga—yang berkibar lemah disapu angin pagi.
- Pukul 08.30 WIB – Satuan protokol dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berjaga di sepanjang sisi selatan apron. Karpet merah membentang dari titik penurunan tamu hingga tangga pesawat.
- Pukul 08.50 WIB – PM Modi tiba di bandara bersama delegasi terbatasnya. Ia mengenakan setelan jas gelap, berbeda dari kemeja putih khasnya, seolah ingin menandai hari ini lebih personal.
- Pukul 09.00 WIB – Presiden Prabowo datang tepat waktu. Matahari semakin meninggi, menciptakan siluet dua pemimpin yang berdiri di hadapan jajaran pasukan kehormatan.
Momen Pelukan yang Melampaui Diplomasi
Setelah jabat tangan resmi dan salam perpisahan singkat yang terdengar formal, ada hening sejenak. Prabowo lalu merentangkan kedua lengannya. Modi, yang biasanya menjaga jarak khas negarawan, menyambut rangkulan itu. Keduanya berpelukan erat—hangat, tanpa sekat. Seorang ajudan Prabowo yang enggan disebut namanya berbisik, “Pak Prabowo selalu bilang, India adalah saudara tua Indonesia. Tidak perlu basa-basi. Jadi pelukan itu spontan, mengalir seperti teman lama.” Detik-detik itu seperti mencuri perhatian semua lensa: dua pemimpin dari negara berpenduduk raksasa, saling memeluk di landasan bandara, bukan sekadar untuk kamera. Pelukan berlangsung sekitar 15 detik, jelas lebih panjang dari tradisi protokoler negara mana pun. Modi menepuk punggung Prabowo ringan dua kali, isyarat yang lebih mirip ucapan “hati-hati” ketimbang selamat tinggal.
- Jabat tangan pertama: Formal, diawali sikap hormat dari Modi.
- Rangkulan spontan: Prabowo menarik Modi lebih dekat, keduanya saling memeluk di depan tangga pesawat.
- Percakapan singkat: Beberapa kata tertukar di antara pelukan. “Sampai jumpa di Delhi,” ujar Modi, dijawab anggukan oleh Prabowo.
Pesan Perpisahan di Bawah Surya Pagi
Menjelang naik ke tangga pesawat, Modi sempat menoleh dan menyampaikan pesan kepada Presiden serta masyarakat Indonesia yang diwakili oleh para petugas di sana. Meski tidak ada pidato resmi, seorang penerjemah yang berada di dekat podium kecil mengatakan bahwa Modi mengulangi tema “Vasudhaiva Kutumbakam”—dunia adalah satu keluarga. “Beliau berkata bahwa kunjungan ke Yogyakarta membuatnya merasa pulang, bukan sekadar bertamu,” ungkapnya. Pesan itu terasa personal karena Modi memilih mengatakannya tanpa teks, langsung menatap mata Prabowo. Lalu ia melangkah mantap menaiki tangga, melambaikan tangan terakhir kali sebelum pintu pesawat menutup.
- Modi menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat selama dua hari di Indonesia.
- Ia menyinggung kerja sama di bidang kesehatan, pendidikan, dan pertahanan yang telah disepakati.
- “Sampai bertemu lagi, saudaraku,” ucapnya—kalimat pendek yang serta-merta memancing senyum Prabowo.
Lepas Landas dan Jejak Kehangatan
Pesawat khusus milik Indian Air Force—Air India One—bernomor registrasi K7066 itu perlahan meninggalkan apron pukul 09.45 WIB. Prabowo masih berdiri di sisi karpet merah bersama Menteri Sekretaris Negara dan para pejabat lainnya. Ia mengangkat tangan tinggi-tinggi, melambaikan salam perpisahan hingga badan pesawat mengudara dan berubah menjadi titik kecil di langit biru. “Saya lihat beliau menatap pesawat agak lama, lalu menarik napas dalam,” tutur Arif, petugas ground handling tadi. Tidak ada kesedihan di raut wajah orang nomor satu itu, melainkan kelegaan dan keyakinan. Bagi banyak yang hadir, pagi itu menegaskan bahwa hubungan Indonesia-India bukan lagi sekadar kalkulasi geopolitik atau perjanjian dagang. Ia kini punya nadi: sehangat pelukan Prabowo untuk Modi di Bandara YIA.
Comments (0)