Menteri PU Buka Suara soal Masalah Keuangan Kontraktor Sekolah Rakyat
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang belakangan mencuat mengenai permasalahan keuangan yang dihadapi oleh kontraktor proyek pemba
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang belakangan mencuat mengenai permasalahan keuangan yang dihadapi oleh kontraktor proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Dalam keterangannya di Gedung DPR, ia memastikan bahwa seluruh pembiayaan proyek strategis tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Isu mengenai keterbatasan arus kas kontraktor sempat menjadi perbincangan di kalangan pelaku konstruksi. Namun, Dody dengan tegas membantah kabar tersebut dan menyatakan bahwa kondisi keuangan para kontraktor tetap sehat. Ia menekankan bahwa tidak ada satu pun kontraktor yang mengalami kesulitan pendanaan dalam mengerjakan paket-paket pembangunan sekolah di berbagai daerah.
"Nggak ada yang keterbatasan arus kas. So far aman," ujar Dody di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Komitmen Pembiayaan yang Terstruktur
Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa Kementerian PU telah merancang mekanisme pencairan anggaran yang terstruktur untuk mendukung kelancaran proyek Sekolah Rakyat. Anggaran yang bersumber dari APBN tersebut dicairkan secara bertahap sesuai dengan termin yang telah disepakati dalam kontrak kerja. Hal ini, menurutnya, dilakukan justru untuk menjaga kestabilan cash flow para kontraktor sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk mengalami kendala keuangan.
"Kami paham betul bahwa kontraktor membutuhkan kepastian pembayaran agar pekerjaan di lapangan tidak terganggu. Oleh karena itu, kami pastikan tidak ada tunggakan pembayaran yang bisa menghambat progres," tambah Dody.
Proyek Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari program prioritas nasional yang menyasar daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Pembangunannya mencakup fasilitas ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga rumah dinas guru. Pemerintah menargetkan ratusan unit sekolah dapat selesai tepat waktu untuk mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Dari pantauan media kami, Beritaseputar.com, di beberapa titik lokasi, progres fisik memang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Para pekerja masih terlihat aktif menyelesaikan struktur bangunan, dan suplai material tampak lancar.
Respons dari Pelaku Konstruksi
Sejumlah kontraktor yang dihubungi secara terpisah juga membenarkan pernyataan Menteri PU. Seorang perwakilan kontraktor yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa selama ini proses pencairan dana dari pemerintah tidak pernah terlambat. "Kami justru terkejut dengan isu yang beredar. Kenyataannya, semua pembayaran lancar sesuai progres," ujarnya saat dikonfirmasi.
Kendati demikian, pelaku usaha konstruksi tetap berharap agar pemerintah konsisten menjaga ritme pembayaran hingga proyek benar-benar tuntas. Apalagi, beberapa paket pekerjaan berada di lokasi dengan medan yang sulit sehingga membutuhkan biaya operasional ekstra.
Menanggapi hal itu, Dody menegaskan bahwa Kementerian PU akan terus memperketat pengawasan, baik dari sisi keuangan maupun kualitas pekerjaan. Ia meminta para kontraktor untuk tetap fokus menyelesaikan tugas tanpa terpengaruh isu yang tidak jelas sumbernya. "Yang terpenting, bangunan sekolah harus sesuai spesifikasi dan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat," pungkasnya.
Dengan konfirmasi langsung dari pihak kementerian, diharapkan spekulasi negatif seputar keuangan kontraktor Sekolah Rakyat dapat segera mereda. Laporan media kami akan terus mengawal perkembangan proyek ini dan memberikan informasi terkini kepada publik.
Comments (0)