Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Malaysia — Penjual Putu Mayam Bagikan Dagangan Gratis Saat Hujan Deras

Langit sore itu mendadak kelabu. Hujan turun begitu derasnya, memaksa puluhan pengendara motor menepi. Di bawah kolong jembatan di Selangor, Malaysia, mere

Jul 09, 2026 - 00:35
0 0
Malaysia — Penjual Putu Mayam Bagikan Dagangan Gratis Saat Hujan Deras

Langit sore itu mendadak kelabu. Hujan turun begitu derasnya, memaksa puluhan pengendara motor menepi. Di bawah kolong jembatan di Selangor, Malaysia, mereka berdesakan, menatap rintik yang tak kunjung reda. Suara mesin motor yang dimatikan bergantian, diselingi keluh kesah dan tawa kecil menahan dingin. Di tengah kerumunan itu, seorang pria paruh baya dengan gerobak kecilnya tetap sibuk. Tangannya cekatan mencetak adonan putih ke atas kain tipis, lalu mengukusnya dalam bunyi ngiiing yang khas. Aroma pandan dan kelapa parut perlahan menguar, menembus dinginnya udara basah.

Berteduh di Bawah Jembatan, Hujan Deras Tak Kunjung Reda

Sarah Junid, seorang pekerja kantoran, saat itu tengah dalam perjalanan pulang. Ia memilih berteduh bersama pengendara lain. Tiba-tiba, ia melihat si penjual putu mayam melangkah mendekat sambil membawa beberapa bungkus kecil. Tanpa banyak bicara, pria itu menyodorkan dagangannya kepada mereka yang tengah menggigil.

“Awalnya saya kira dia cuma mau menawarkan dagangan. Tapi dia bilang, ‘Makanlah, tak usah bayar. Semoga hujan cepat reda,’” kenang Sarah lewat unggahannya di Threads, suaranya bergetar menahan haru.

Tak hanya kepada Sarah, lelaki itu berkeliling ke setiap sudut tempat berteduh. Satu per satu, bungkusan hangat berpindah tangan. Tak peduli apakah penerimanya pelajar, pekerja, atau sekadar orang asing yang sama-sama terperangkap cuaca. Yang ia tahu, mereka sama-sama kedinginan dan mungkin lapar.

Bukan Sekadar Kue, tapi Pelipur Lara di Tengah Hujan

Putu mayam, kue tradisional yang terbuat dari tepung beras dan disajikan dengan gula merah serta kelapa parut itu, biasanya dijual seharga beberapa ringgit. Namun sore itu, harganya ia ganti dengan senyuman. Bagi para penerima, kue itu lebih dari sekadar makanan ringan. Ia hadir sebagai kehangatan yang tak terduga di tengah situasi yang suram.

“Kadang hal kecil seperti ini membuat kita percaya lagi pada manusia,” tulis seorang netizen yang melihat unggahan Sarah.

Rupanya, pria tersebut sudah biasa mangkal di sekitar jembatan itu. Namun baru kali ini aksinya terekam dan menyebar luas. Padahal, menurut beberapa orang yang mengenalnya, ia sering melakukan hal serupa—meski tak pernah sekalipun meminta sorotan.

Viral dan Menyentuh Hati: Kebaikan yang Menular

Setelah Sarah mengunggah cerita tersebut, reaksi publik membanjiri kolom komentar. Banyak yang menyebutnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Dalam hitungan jam, unggahan itu telah dibagikan ribuan kali. Media lokal pun ikut mengangkat kisahnya, menjadikannya inspirasi di tengah berita-berita berat yang mewarnai keseharian.

Aksi sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa kebaikan bisa dimulai dari mana saja—bahkan dari gerobak kecil di bawah jembatan, saat hujan mengguyur tanpa ampun. Tanpa atribut, tanpa pamrih. Hanya dengan satu keyakinan: bahwa seporsi putu mayam hangat bisa sedikit meredakan dinginnya dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User