Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Kim Jong Un Pasang Senjata Nuklir AL Korut, Mau Bangun Kapal Perang 10.000 Ton Jakarta - Pemimpin Korea Utara Kim Jon

Kim Jong Un Pasang Senjata Nuklir AL Korut, Mau Bangun Kapal Perang 10.000 Ton Jakarta - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengumumkan bahwa program mempersenjatai Angkatan Laut dengan senjata nukl

Jul 08, 2026 - 05:42
0 0
Kim Jong Un Pasang Senjata Nuklir AL Korut, Mau Bangun Kapal Perang 10.000 Ton   Jakarta  - Pemimpin Korea Utara Kim Jon

Kim Jong Un Pasang Senjata Nuklir AL Korut, Mau Bangun Kapal Perang 10.000 Ton

Jakarta - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengumumkan bahwa program mempersenjatai Angkatan Laut dengan senjata nuklir berjalan sesuai rencana. Dalam langkah memperkuat kekuatan maritimnya, Pyongyang juga mengungkap rencana ambisius untuk membangun kapal perang berkapasitas 10.000 ton.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Rabu (24/6/2026), Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) menyampaikan bahwa pernyataan tersebut disampaikan Kim dalam upacara peresmian kapal perang Choe Hyon di kota pelabuhan Nampo, Selasa (23/6). Kapal ini merupakan satu dari dua unit kapal perang kelas 5.000 ton yang berhasil diluncurkan Korea Utara pada tahun sebelumnya.

"Program melengkapi Angkatan Laut dengan senjata nuklir berjalan sesuai rencana tanpa kesalahan," ujar Kim Jong Un dalam pidato peresmian tersebut.

Peluncuran kapal kelas 5.000 ton ini menandai peningkatan signifikan kemampuan pertahanan laut Korea Utara, yang selama ini lebih banyak mengandalkan armada kapal kecil dan kapal selam. Kehadiran Choe Hyon dan kapal sejenis dipandang sebagai bukti kemajuan industri pertahanan dalam negeri di tengah tekanan sanksi internasional.

Kim juga menegaskan bahwa pembangunan kapal perang 10.000 ton sedang dalam tahap perencanaan. Kapal dengan dimensi lebih besar ini diyakini akan menjadi platform utama bagi sistem persenjataan nuklir dalam armada tempur permukaan Korea Utara. Pakar militer menilai langkah tersebut dapat mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan Semenanjung Korea karena kemampuan serang jarak jauh yang lebih fleksibel.

Kehadiran kapal perang bernama Choe Hyon itu sendiri menjadi simbol penghormatan kepada tokoh sejarah perjuangan revolusi Korea Utara. Upacara di Nampo turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi militer dan partai yang mendampingi Kim Jong Un dalam inspeksi langsung fasilitas kapal. KCNA melaporkan bahwa pemimpin Korea Utara itu memuji teknologi dan kemampuan tempur kapal tersebut, seraya menekankan pentingnya modernisasi armada laut sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional menyeluruh.

Pernyataan ini muncul di saat ketegangan di semenanjung masih tinggi. Langkah Korea Utara memperkuat kekuatan angkatan laut dengan senjata nuklir berpotensi memantik respons keras dari negara-negara tetangga dan sekutu, terutama Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang selama ini terus memantau perkembangan program nuklir dan rudal Pyongyang dengan waspada.

Melansir data analisis dari sejumlah pusat studi pertahanan, pembangunan kapal seberat 10.000 ton akan menempatkan Korea Utara pada jajaran negara dengan kemampuan produksi kapal perang besar, meskipun masih terdapat keraguan mengenai kemampuan teknologi propulsi dan sistem tempur terintegrasi yang dimiliki Pyongyang.

Sementara itu, belum ada konfirmasi resmi dari badan intelijen Barat mengenai tingkat kesiapan atau jadwal pasti pembangunan kapal 10.000 ton tersebut. Namun, deklarasi ini tetap dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Korea Utara tidak akan menghentikan ekspansi kekuatan militernya, baik di darat, udara, maupun laut.

Dengan rampungnya kapal kelas 5.000 ton dan rencana pembangunan kapal yang lebih besar, Korea Utara terus menunjukkan bahwa pengembangan senjata nuklir dan modernisasi alutsista menjadi prioritas tertinggi di bawah kepemimpinan Kim Jong Un.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User