Kasus Penyekapan di Cileunyi Jadi Sorotan, Waka Komisi III DPR Minta Pelaku Dihukum Berat
Laporan dari Beritaseputar.com mengungkapkan keprihatinan mendalam dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, terhadap kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menimpa seorang perempuan ber
Laporan dari Beritaseputar.com mengungkapkan keprihatinan mendalam dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, terhadap kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menimpa seorang perempuan berinisial YTR (29) di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Peristiwa yang diduga dilakukan oleh kekasih korban sendiri, berinisial TH, ini langsung menjadi perhatian serius mengingat kekejaman yang dialami korban.
Sahroni menyampaikan kecaman kerasnya atas tindakan biadab tersebut dan mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku serta menjatuhkan hukuman seberat-beratnya. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap perempuan dari kekerasan dalam hubungan personal serta kecepatan penanganan oleh pihak berwajib.
Desakan Penangkapan dan Hukuman Berat
Dalam pernyataannya kepada media kami, Sahroni menekankan bahwa kejadian ini bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang mencoreng rasa keadilan. Ia menginstruksikan kepada jajaran penyidik untuk bekerja lebih agresif dalam memburu pelaku.
"Saya monitor kasus ini, pelaku biadab, manusia yang wajib dihukum berat perbuatannya menganiaya korban sedemikian ekstremnya,"
Pernyataan tegas ini disampaikan Sahroni saat dihubungi pada Senin (22/6/2026). Politisi tersebut juga secara spesifik meminta penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPO) Polda Jawa Barat untuk memprioritaskan pengejaran terhadap TH. Penunjukkan unit PPO ini mengindikasikan adanya dugaan kuat bahwa kasus tersebut memiliki dimensi yang lebih serius dari sekadar penganiayaan biasa, bisa jadi menyangkut eksploitasi atau perdagangan manusia di dalamnya.
Atensi yang diberikan oleh pimpinan Komisi III DPR ini diharapkan dapat mempercepat proses hukum dan memberikan efek jera. Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi sinyal bagi masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala bentuk kekerasan, sekalipun dilakukan oleh orang terdekat. Media kami akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini dan memastikan suara korban mendapatkan keadilan yang semestinya.
Comments (0)