Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Karyawan Percetakan Disekap di Jakpus, Diimingi Uang Tutup Mulut Rp 1 Miliar

Jakarta – Kasus penyekapan terhadap tiga karyawan sebuah perusahaan percetakan di wilayah Jakarta Pusat memasuki babak baru. Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh

Jul 08, 2026 - 04:37
0 1
Karyawan Percetakan Disekap di Jakpus, Diimingi Uang Tutup Mulut Rp 1 Miliar

Jakarta – Kasus penyekapan terhadap tiga karyawan sebuah perusahaan percetakan di wilayah Jakarta Pusat memasuki babak baru. Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan temuan mengejutkan setelah bertemu langsung dengan salah satu korban. Pertemuan tersebut membongkar adanya dugaan praktik intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab untuk membungkam para korban.

Dalam keterangannya kepada awak media, Said Iqbal menyampaikan bahwa korban mengaku mendapatkan tekanan dari pihak-pihak tertentu yang berusaha menghalangi proses hukum. Tekanan ini muncul setelah insiden penyekapan tersebut mencuat ke publik dan menarik perhatian berbagai kalangan.

"Fakta-fakta ini juga saya temui ada intimidasi beberapa oknum mengintimidasi untuk tidak meneruskan perkara ini,"

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Said Iqbal saat menggelar konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jumat (3/7/2026). Kehadirannya di Mapolda Metro Jaya menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal kasus ketenagakerjaan yang meresahkan ini.

Lebih lanjut, Said Iqbal membeberkan fakta yang lebih mencengangkan. Selain intimidasi, korban juga mengaku diiming-imingi sejumlah uang dengan nominal yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp 1 miliar. Tawaran menggiurkan ini diduga kuat sebagai bentuk suap terselubung agar para korban menghentikan langkah hukum dan menutup mulut rapat-rapat atas peristiwa yang menimpa mereka.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, tawaran uang tutup mulut ini bukanlah angka yang kecil, melainkan dirancang sedemikian rupa untuk melumpuhkan semangat korban dalam mencari keadilan. Langkah ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk menghalangi pengungkapan kebenaran di balik kasus penyekapan yang diduga melibatkan pihak-pihak berkepentingan di internal perusahaan.

Said Iqbal menekankan bahwa praktik intimidasi dan penyuapan semacam ini tidak bisa ditoleransi dalam negara hukum. Pihaknya mendesak aparat kepolisian untuk tidak hanya mengusut tuntas kasus penyekapan, tetapi juga menyelidiki pihak-pihak yang berusaha menyabotase proses hukum dengan cara-cara kotor.

Kasus penyekapan ini sendiri bermula dari dugaan konflik perburuhan antara karyawan dan manajemen percetakan. Namun, dengan munculnya bukti-bukti intimidasi serta tawaran uang miliaran rupiah, kasus ini kini berkembang ke arah yang lebih kompleks. Publik pun menanti langkah konkret dari Polda Metro Jaya untuk segera menangkap para pelaku penyekapan sekaligus otak di balik upaya pembungkaman terhadap korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User