Jakarta — IHSG Sempat Kena Trading Halt, Penutupan Hari Ini Membaik
Layar ponsel Rina bergetar lebih keras dari biasanya pagi itu. Perempuan 34 tahun yang sehari-hari mengelola toko kelontong di kawasan Kalibata ini membuka
Layar ponsel Rina bergetar lebih keras dari biasanya pagi itu. Perempuan 34 tahun yang sehari-hari mengelola toko kelontong di kawasan Kalibata ini membuka aplikasi saham dengan tangan gemetar. Warna merah mendominasi portofolionya. “Padahal baru dua minggu lalu saya tanam modal dari hasil arisan,” keluhnya lirih, Kamis (29/1/2026). Seperti Rina, ribuan investor kecil di seluruh Indonesia menahan napas ketika layar trading di Bursa Efek Indonesia berubah merah tua, menandai salah satu hari paling menegangkan bagi pasar modal Tanah Air dalam beberapa bulan terakhir.
Pagi yang Kelam: IHSG Terseok Sejak Menit Awal
Matahari baru terbit sempurna di langit Jakarta, namun tekanan sudah mencekik para pelaku pasar. Berdasarkan data RTI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di kisaran 8.320,555, langsung meluncur turun tanpa ampun. Dalam waktu kurang dari dua jam, indeks acuan itu terperosok hingga menyentuh level psikologis di bawah 8.000, menciptakan gelombang panik di lantai bursa. Kronologi kegetiran itu mengalir hampir tanpa jeda:- Pukul 09.00 WIB – IHSG dibuka dan langsung turun 2,3% akibat tekanan sentimen global. Saham-saham unggulan seperti perbankan dan teknologi tergelincir serentak.
- Pukul 11.15 WIB – Indeks menembus batas auto rejection bawah. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung mengaktifkan trading halt untuk mendinginkan pasar. Semua transaksi dihentikan sementara.
- Pukul 13.30 WIB – Setelah pendinginan, perdagangan dibuka kembali. Para investor menahan napas, sebagian berharap, sebagian lagi pasrah.
Comments (0)