Jakarta — Menhan Sjafrie Bantah Buka Pendaftaran Dana Pensiun 2026
Pagi itu, Partini (62) nyaris tak kuasa menahan getar di ujung jemarinya. Sebuah video pendek beredar di grup WhatsApp arisan warga, menampilkan sosok yang
Pagi itu, Partini (62) nyaris tak kuasa menahan getar di ujung jemarinya. Sebuah video pendek beredar di grup WhatsApp arisan warga, menampilkan sosok yang amat dikenalnya: Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Dalam rekaman itu, sang menteri dengan suara berat dan gerak bibir sempurna mengumumkan dibukanya pendaftaran dana pensiun tambahan tahun 2026. “Ini program dari negara, Ibu-ibu bisa daftar dan langsung dapat pencairan pertama,” begitu bunyinya. Partini, yang hidup dari hasil berjualan gorengan selepas ditinggal suaminya, langsung menghubungi nomor yang tertera.
Rasa bahagia itu hanya bertahan tiga jam. Uang tabungan Rp7,5 juta raib setelah ia mengikuti instruksi “petugas” yang meminta biaya administrasi. Partini hanyalah satu dari ratusan warga yang tertipu video deepfake yang kini sedang viral. Kementerian Pertahanan melalui akun resminya menegaskan: video tersebut sepenuhnya palsu, hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI), dan tidak ada program pendaftaran dana pensiun dari Kemenhan atau TNI untuk masyarakat umum.
Kecanggihan yang Menipu
Video berdurasi 48 detik itu memperlihatkan wajah Menhan Sjafrie yang tampak nyaris tanpa cela. Suara, gerakan mulut, bahkan mimik khas sang menteri ketika berbicara dalam forum resmi berhasil ditiru dengan teknologi deepfake generatif terbaru. Tim Pusat Laboratorium Forensik Digital menemukan lebih dari 2.300 titik manipulasi pada frame video yang diunggah dari akun tidak dikenal.
“Ini bukan sekadar rekayasa amatir, tapi kejahatan digital yang diorganisasi rapi,” ujar Budi Setiawan, analis forensik dari Lembaga Riset Siber Nusantara. Timnya melacak aliran dana korban mengarah ke beberapa rekening penampung di luar Jawa dalam pola transaksi berlapis.
“Pelaku sengaja memilih figur yang dianggap paling dipercaya publik. Menteri yang identik dengan keamanan negara dipakai sebagai jangkar psikologis agar korban tidak ragu,” jelas Budi.
Klarifikasi dan Langkah Hukum
Sjafrie Sjamsoeddin sendiri, dalam keterangan pers di kantor Kemenhan, tampak prihatin sekaligus geram. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada program dana pensiun yang mengharuskan warga membayar biaya pendaftaran, apalagi disalurkan melalui pihak tak resmi.
“Saya paham situasi ekonomi membuat banyak orang berharap bantuan. Tapi justru di situlah bapak-ibu semua harus lebih waspada. Negara tidak akan meminta uang kepada rakyat untuk memberi bantuan,” ucapnya, suaranya pelan namun tegas.
Bareskrim Polri kini memburu sindikat yang diduga beroperasi dari luar negeri. Proses take-down terhadap 14 akun media sosial dan 3 situs yang menyebarkan video tersebut sudah dilakukan. Namun kerugian immateriel—rasa malu, kecewa, hingga retaknya hubungan sosial di lingkungan RT—sulit diukur.
Dendam Sunyi Para Lansia
Di balik angka kerugian material yang ditaksir mencapai Rp1,2 miliar, ada kisah-kisah sunyi yang menyayat. Seperti Marni (67), pensiunan guru yang tak berani bercerita kepada anak-anaknya bahwa ia harus menggadaikan sertifikat rumah. Atau Sukirman (70), veteran yang merasa martabatnya dilecehkan karena ikut menyebarkan video itu ke teman-teman seperjuangannya.
Para pendamping lansia di beberapa komunitas melaporkan lonjakan kecemasan. Banyak lansia yang kini takut membuka ponsel, curiga pada setiap pesan bersimbol pemerintah, dan menarik diri dari interaksi digital. Ini dampak ikutan yang jarang tersorot.
Yang Bisa Dilakukan Sekarang
Otoritas Jasa Keuangan dan Kominfo mengimbau masyarakat melakukan langkah sederhana namun vital: selalu periksa informasi dari kanal resmi, jangan mudah mentransfer uang kepada nomor tak dikenal, dan segera laporkan konten mencurigakan ke aduankonten.id. Sementara itu, para ahli meminta platform media sosial mempercepat deteksi deepfake politik menjelang tahun politik 2029.
Partini kini berusaha bangkit. Ia berharap kisahnya menjadi pelajaran. “Saya tidak marah pada menteri. Saya marah pada yang memanfaatkan wajah orang baik untuk menjerat kami yang bodoh digital,” katanya lirih, sambil menyeka ujung mata dengan ujung kerudung batiknya yang sudah pudar.
[TAGS]: Menhan Sjafrie, deepfake, dana pensiun palsu, penipuan lansia, cek fakta [SOCIAL_TWEET]: "Saya tidak marah pada menteri. Saya marah pada yang memanfaatkan wajah orang baik," lirih Partini, korban deepfake. Video Menhan Sjafrie buka pendaftaran dana pensiun 2026 itu hoaks. Kenali ciri-cirinya sebelum jadi korban berikutnya. #Deepfake #CekFakta #LindungiLansia [SOCIAL_FB]: Video Menteri Pertahanan Sjafrie bicara soal dana pensiun beredar luas. Benarkah beliau membuka pendaftaran? Kisah Partini yang kehilangan Rp7,5 juta hanya dalam tiga jam akan membuat Anda lebih waspada. Klik untuk baca faktanya dan kenali modus penipuan berbaju pejabat negara. [SOCIAL_TG]: 🚨 WASPADA DEEPFAKE! Video Menhan Sjafrie buka pendaftaran dana pensiun 2026 itu HOAX. Sudah ada lansia tertipu jutaan rupiah. Jangan transfer sepeser pun! Baca selengkapnya. 💔👮♂️
Comments (0)