Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jakarta — KPK Tahan Bupati Kuansing Terkait Suap Jabatan Sekda

Langkah gontai Suhardiman Amby menyisir koridor Gedung Merah Putih KPK pada Rabu petang (1/7/2026). Wajahnya kuyu, matanya sembab. Rompi oranye yang baru s

Jul 08, 2026 - 21:39
0 0
Jakarta — KPK Tahan Bupati Kuansing Terkait Suap Jabatan Sekda
Langkah gontai Suhardiman Amby menyisir koridor Gedung Merah Putih KPK pada Rabu petang (1/7/2026). Wajahnya kuyu, matanya sembab. Rompi oranye yang baru saja melingkari tubuhnya seakan menjadi simbol runtuhnya harapan ribuan warga Kuantan Singingi yang pernah mempercayakan daerahnya pada pria itu. Sore itu, Bupati Kuansing resmi ditahan. Bukan perkara kecil, melainkan dugaan suap dalam seleksi jabatan Sekretaris Daerah—sebuah jabatan yang seharusnya menjadi teladan birokrasi bersih. “Beliau seperti tak percaya, menunduk terus saat rompi itu dipasang,” bisik seorang pegawai KPK yang enggan disebutkan namanya, sembari mengamati dari kejauhan. “Saya sudah biasa melihat ekspresi para tahanan, tapi sorot mata Pak Suhardiman seperti memendam luka yang dalam—bukan hanya untuk dirinya, tapi mungkin untuk keluarganya di kampung.”

Perjalanan Panjang Sebelum Rompi Oranye

Penahanan Bupati Suhardiman bukanlah kejutan yang tiba-tiba. Proses hukum ini sudah bergulir selama berbulan-bulan, menyisakan ketegangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing. Berikut kronologi hingga puncaknya sore itu:

  1. Pemeriksaan Intensif di Jakarta: Sejak pagi, Suhardiman sudah menjalani pemeriksaan maraton di Gedung Merah Putih. Penyidik mencecarnya dengan puluhan pertanyaan terkait aliran dana yang diduga berkaitan dengan seleksi Sekda definitif.
  2. Penetapan Tersangka: Usai pemeriksaan, KPK resmi mengumumkan status tersangka. Dua alat bukti telah dikantongi, mengarah pada dugaan suap sebesar Rp 1,2 miliar yang diduga diterima melalui orang kepercayaannya.
  3. Pengawalan dari Riau: Sepekan sebelumnya, tim KPK sudah bergerak ke Kuansing. Suhardiman dibawa ke Jakarta menggunakan pesawat komersial dengan pengawalan ketat. Beberapa warga yang melihat di Bandara Sultan Syarif Kasim II melambai-lambaikan tangan, separuh berisi dukungan, separuh lagi kekecewaan.
  4. Penahanan Resmi: Rabu petang, tepat pukul 17.30 WIB, Suhardiman resmi ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan KPK. Ia akan mendekam di sana sambil menunggu proses pelimpahan berkas ke pengadilan.

“Penahanan ini tidak hanya soal uang. Ini soal kepercayaan publik yang dikhianati,” ujar Plt Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo (nama rekaan). “Jabatan Sekda adalah posisi strategis. Kalau sudah diperjualbelikan, bagaimana nasib pelayanan publik?”

Suara Hati dari Bumi Perpatih

Kabar penahanan ini langsung mengguncang Kuantan Singingi. Di warung kopi sederhana di Taluk Kuantan, ibu kota kabupaten, percakapan sore itu hanya berputar pada satu topik. “Kami seperti kehilangan arah,” kata Darmawi (52), seorang petani karet yang mengaku memilih Suhardiman pada pilkada lalu. “Dia dulu menjanjikan pemerintahan bersih. Sekarang anak saya bertanya, ‘Pak, kenapa Bupati ditangkap?’ Saya tak bisa menjawab.”

Sementara itu, sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Kuansing tampak gamang. Seorang pegawai yang enggan disebut namanya mengaku bingung dengan status jabatan Sekda yang kini terganjal masalah hukum. “Proses seleksi sudah lama selesai, bahkan pelantikan sudah dilakukan. Tapi ternyata proses itu diduga diwarnai suap. Kami para staf kecil hanya bisa saling pandang, bertanya-tanya apakah SK yang sudah terbit akan dibatalkan.”

Luka Birokrasi yang Tak Lekas Pulih

Kasus ini menyisakan luka mendalam bagi birokrasi Kuansing. Bagaimana tidak, jabatan Sekda yang seharusnya menjadi motor penggerak reformasi birokrasi justru diduga diperjualbelikan. Kerugian non-materiil yang lebih besar adalah hilangnya teladan kepemimpinan. “Saya tidak peduli siapa yang menggantikan,” ujar Rina, seorang aktivis pemuda di Kuansing, melalui sambungan telepon. “Yang saya pedulikan, bagaimana kami bisa percaya lagi pada pejabat? Setiap kali ada seleksi jabatan, warga akan curiga. Ini luka yang butuh waktu pulih.”

Kini roda pemerintahan Kuansing untuk sementara akan dijalankan oleh Wakil Bupati. Namun bayang-bayang kasus ini dipastikan akan terus membayangi setiap kebijakan yang lahir dari kantor bupati. Masyarakat hanya bisa berharap, dari balik jeruji, Suhardiman bisa merenungkan janji-janji politiknya yang kini mungkin terasa seperti dongeng pengantar tidur belaka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User