Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Ini Dugaan Awal Penyebab ASN Meninggal dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial RJS (50), yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, ditemukan meninggal dunia di dalam

Jul 06, 2026 - 13:52
0 2
Ini Dugaan Awal Penyebab ASN Meninggal dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial RJS (50), yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil dinas yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (24/6/2026). Penemuan itu sontak menimbulkan sejumlah tanda tanya, terutama karena posisi jasad yang tidak lazim bagi seorang penumpang yang sedang beristirahat sendirian.

Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya mengonfirmasi bahwa almarhumah memiliki rekam medis yang perlu menjadi perhatian. Namun demikian, detail kondisi kesehatan itu justru memunculkan pertanyaan lebih lanjut tentang kronologi kejadian sebelum ia dinyatakan tidak bernyawa.

Riwayat Penyakit Lambung Akut Tanpa Pengobatan Rutin

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Risang Bima Wijaya, pengacara keluarga RJS, suami korban menyebutkan bahwa istrinya telah lama menderita gangguan pencernaan yang serius.

"Dari keterangan suami korban, almarhumah memang memiliki riwayat penyakit lambung akut. Namun, beliau tidak mengonsumsi obat secara rutin,"

ungkap Risang saat dihubungi media kami, Kamis (25/6/2026). Informasi ini memperkuat dugaan bahwa kondisi kesehatan korban bisa menjadi faktor pemicu kematian mendadak. Kendati demikian, tidak adanya kepatuhan terhadap pengobatan teratur menimbulkan pertanyaan apakah ada pemicu lain yang memperburuk maag akut tersebut hingga berujung fatal.

Posisi Jasad yang Mencurigakan

Hal yang lebih menarik perhatian keluarga adalah posisi RJS saat pertama kali ditemukan. Ia berada di kursi depan sebelah kiri—yang lazimnya merupakan tempat duduk penumpang—dengan sandaran kursi yang direbahkan. Kondisi ini, menurut Risang, sangat janggal.

"Posisi korban berada di kursi depan sebelah kiri, bukan di kursi pengemudi. Ini membuat kami menduga bahwa almarhumah tidak sendirian di dalam kendaraan tersebut sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia,"

tegas Risang. Ia menambahkan bahwa pihak keluarga meminta agar aparat kepolisian mengusut kemungkinan adanya orang lain yang sempat menemani atau justru berada di dalam mobil dinas tersebut sebelum korban ditinggalkan begitu saja.

Sementara itu, tim Inafis dari Polresta Sidoarjo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah barang bukti di dalam mobil. Pihak kepolisian hingga kini masih menunggu hasil visum dan otopsi untuk memastikan penyebab kematian. Investigasi juga difokuskan pada rekaman CCTV di area parkir guna melacak siapa saja yang keluar-masuk dari kendaraan dinas yang biasa digunakan oleh korban itu.

Pihak Dinas PRKP Bangkalan sendiri menyampaikan belasungkawa dan mengaku kaget atas kejadian ini. Mereka menegaskan akan mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Keluarga berharap agar kasus ini segera terang, sehingga jika ada unsur kelalaian atau pihak yang meninggalkan korban dalam kondisi darurat, maka dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User