Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk mengembalikan ruh Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat kegiatan seni dan wadah berkumpulnya para seniman. Keinginan itu disampaikan langsung di hadapan hadirin dalam acara peringatan 100 tahun kelahiran Ali Sadikin di TIM, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Warisan Abadi di Bidang Kebudayaan Dalam kesempatan tersebut, Pramono menekankan bahwa warisan terbesar sang legenda bukan hanya proyek-proyek fisik yang kini ikonik. Ia menyebut Ancol dan Ragunan

Jul 08, 2026 - 04:23
0 0
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk mengembalikan ruh Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat kegiatan seni dan wadah berkumpulnya para seniman. Keinginan itu disampaikan langsung di hadapan hadirin dalam acara peringatan 100 tahun kelahiran Ali Sadikin di TIM, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Warisan Abadi di Bidang Kebudayaan

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menekankan bahwa warisan terbesar sang legenda bukan hanya proyek-proyek fisik yang kini ikonik. Ia menyebut Ancol dan Ragunan sebagai contoh, namun menegaskan bahwa perhatian Ali Sadikin terhadap kebudayaan dan kesenian justru meninggalkan jejak yang jauh lebih mendalam.

"Bagi saya pribadi sebenarnya bukan hanya hal yang bersifat fisik, tetapi karya paling utama beliau adalah bagaimana yang berkaitan dengan budaya, seni, yang salah satunya adalah di tempat ini," kata Pramono.

Pramono menggambarkan TIM sebagai simbol nyata bagaimana seorang pemimpin bisa membangun infrastruktur budaya yang melampaui zamannya. Ia ingin agar tempat ini kembali hidup, tidak sekadar menjadi monumen masa lalu, tetapi menjadi magnet bagi para kreator dan generasi muda untuk berkarya.

Antrean Panjang di Planetarium dan Misi Revitalisasi

Di titik lain pidatonya, Gubernur Pramono turut menyinggung fenomena antrean pengunjung di Planetarium Jakarta yang terintegrasi dengan kawasan TIM. Menurutnya, pemandangan antrean panjang yang kerap terjadi membuktikan bahwa masyarakat sejatinya lapar akan suguhan edukasi dan hiburan berbasis seni-budaya.

Ia menilai, respons antusias warga terhadap Planetarium harus dijadikan momentum untuk membangkitkan seluruh ekosistem di TIM. Keberadaan antrean itu menjadi cermin bahwa jika dikelola serius, ruang-ruang kreatif di kawasan tersebut mampu menarik perhatian publik secara masif.

Pramono berjanji akan mengupayakan revitalisasi yang tidak hanya menyentuh aspek fisik gedung, tetapi juga ekosistem pendukung seperti galeri, teater, hingga program residensi seniman. Dengan begitu, ia berharap TIM bisa kembali menelurkan karya-karya bermutu seperti di era awalnya, sekaligus menjadi destinasi yang mengedukasi dan membahagiakan warga Jakarta. Langkah ini sekaligus menjadi penghormatan paling nyata terhadap visi besar Ali Sadikin yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User