Aug 29, 2026
Politik

Andra Soni: Profil dan Kinerja Gubernur Banten

Andra Soni: Profil dan Kinerja Gubernur Banten

Andra Soni: Profil dan Kinerja Gubernur Banten

Suara deru motor tua itu memecah sunyi pagi di sebuah kampung di Lebak. Bukan motor dinas hitam mengilap, bukan pula SUV kebesaran dengan pengawalan ketat—melainkan sebuah Vespa klasik biru pudar yang dikendarai seorang lelaki berkemeja putih sederhana. Warga yang semula duduk di teras rumah mereka sontak berdiri, sebagian mendekat, sebagian lagi setengah tak percaya. "Pak Gubernur?" celetuk seorang ibu setengah baya. Lelaki itu mengangguk, melepas helm, lalu duduk di bangku kayu reyot sambil menanyakan harga gabah.

Begitulah Andra Soni memulai tahun 2025 sebagai Gubernur Banten. Bukan dengan seremoni pelantikan mewah di pendopo, melainkan dengan "blusukan sunyi" yang mendobrak protokol. Adegan itu bukan pencitraan sesaat; ia menjadi semacam pernyataan personal tentang bagaimana kekuasaan seharusnya dijalankan: rendah ke bumi, tanpa sekat.

Akar Rumput yang Membentuk

Andra Soni lahir di Serang pada 8 Januari 1981. Darah Banten mengalir kental dalam dirinya—seorang putra daerah yang menyaksikan sendiri bagaimana provinsi termuda di Jawa ini bertransformasi dari bayang-bayang Jawa Barat menjadi entitas mandiri yang penuh gairah, namun kerap tersandung problem struktural: kemiskinan, ketimpangan infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan yang berulang kali diterpa skandal.

Darah aktivis sudah terasa sejak ia remaja. Dunia organisasi menjadi sekolah informalnya. Ia tak menempuh jalur birokrasi yang steril, melainkan merangkak dari simpul-simpul gerakan pemuda dan organisasi kemasyarakatan. Bersama istrinya, Diah Kurniawati, yang juga seorang politisi tangguh di DPRD Banten, Andra membangun fondasi politik dari bawah. Keluarga kecil ini menjadi potret dwitunggal yang saling menguatkan di panggung politik lokal.

Jalan Panjang Menuju Pendopo

Jejak karier Andra Soni adalah mozaik pengalaman legislatif yang padat. Namanya mulai dikenal di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten. Ia lalu melangkah ke panggung nasional sebagai anggota DPR RI, di mana ia mengasah naluri kebijakan dan negosiasi politik. Pengalaman itu diperkaya dengan posisinya di Dewan Perwakilan Daerah (DPD)—lembaga yang memberinya perspektif lebih dalam tentang kepentingan daerah vis-à-vis pusat.

Namun, panggung sesungguhnya adalah Partai Golkar. Sebagai Wakil Ketua DPD Golkar Banten dan kemudian menjadi nahkoda partai berlambang beringin itu di Banten, ia mengonsolidasikan kekuatan politik yang selama bertahun-tahun terfragmentasi. Pada Pilkada Serentak 2024, langkahnya terukur: berpasangan dengan Achmad Dimyati Natakusumah, politisi senior yang menguasai basis pemilih di Banten selatan. Duet ini meramu energi muda Andra dengan kearifan jaringan Dimyati. Ketika pasangan ini dilantik pada 20 Februari 2025, banyak yang menyebutnya sebagai titik balik bagi Banten.

Gaya kepemimpinannya sejak hari pertama sudah mengejutkan banyak pihak. Ia memangkas seremoni. Ia memilih langsung turun ke pasar, ke sawah, ke perkampungan nelayan. "Saya tidak butuh laporan tebal. Saya butuh lihat langsung genangan air di Kampung Sawah dan dengarkan keluhan nelayan soal solar," katanya di hadapan kepala dinas, dalam sebuah rapat yang viral karena ketegasannya yang dingin namun tak meninggikan suara.

Program yang Menyentuh Dapur dan Masa Depan

Di bawah komandonya, birokrasi Banten dipaksa berlari. Program unggulan Andra Soni bisa diringkas dalam satu frasa: "Membangun dari pinggiran." Ia meyakini bahwa kemajuan provinsi ini tidak bisa hanya diukur dari kemegahan kawasan industri di Tangerang atau Cilegon, melainkan harus terasa hingga ke pelosok Lebak dan Pandeglang.

Salah satu terobosannya yang paling disorot adalah program Rumah Sakit (RS) Satelit. Banten, dengan populasi lebih dari 12 juta jiwa, selama ini bergantung pada segelintir rumah sakit besar di kota-kota utama. Andra mendorong pembangunan dan revitalisasi puluhan RS pratama dan Puskesmas rawat inap yang tersambung secara digital dengan RS rujukan. Telemedicine bukan lagi jargon, melainkan infrastruktur yang ia dorong secara agresif agar warga di pelosok selatan tidak perlu menempuh lima jam perjalanan hanya untuk konsultasi penyakit dalam.

Di bidang pendidikan, ia memperluas cakupan program beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) menjadi 5.000 penerima per tahun pada 2025, naik drastis dari 2.800 penerima di tahun-tahun sebelumnya. Beasiswa ini menyasar mahasiswa berprestasi dari keluarga prasejahtera, dengan syarat yang ia buat sederhana: nilai bagus dan tidak pernah terlibat narkoba. "Anak petani di Cibaliung harus bisa jadi insinyur. Itu tugas negara," tegasnya di sebuah forum pendidikan.

Isu stabilitas pangan adalah medan pertempuran lain. Pada Maret 2025, ketika harga beras di pasar tradisional bergejolak akibat distribusi yang timpang, Andra Soni memotong rantai distribusi secara frontal. Ia membentuk tim gerak cepat yang menghubungkan langsung petani lokal dengan pasar, memangkas tengkulak. Di beberapa titik, ia bahkan menggelar operasi pasar murah yang ia pimpin sendiri. Sikapnya yang interv

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User