Andra Soni: Profil dan Kinerja Gubernur Banten

Andra Soni: Profil dan Kinerja Gubernur Banten

Jul 11, 2026 - 08:40
Updated: 8 hours ago
0 0
Andra Soni: Profil dan Kinerja Gubernur Banten

Pagi itu, Rabu pertama di bulan Maret 2025, matahari belum sepenuhnya naik ketika sebuah mobil dinas hitam berhenti di depan Pasar Rangkasbitung. Seorang pria berpostur tegap turun tanpa pengawalan ketat. Bukan untuk inspeksi mendadak yang intimidatif, melainkan untuk menyapa para pedagang sayur yang baru saja menurunkan dagangan dari pikap. "Harga bawang lagi turun, Pak?" tanyanya pada seorang penjual. Percakapan sederhana ini adalah penggalan dari keseharian Andra Soni, gubernur ke-6 Provinsi Banten, yang genap menjabat sejak 20 Februari 2025. Bukan citra yang dibangun semalam, melainkan kebiasaan yang ia bentuk sejak masih menjadi ketua DPRD.

Sosok kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1978, ini mungkin terasa seperti pendatang baru di kancah eksekutif, tetapi namanya bukan barang asing di lorong-lorong politik Banten. Sebagai kader Partai Gerindra, ia telah malang-melintang di legislatif provinsi selama lebih dari satu dekade. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sebelum sepenuhnya terjun ke politik, Andra adalah seorang profesional yang mengenyam pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia dan memulai kariernya di sektor keuangan. Pengalaman inilah yang sedikit banyak membentuk pola pikirnya dalam mengelola fiskal daerah—sebuah perspektif yang diakuinya sangat dibutuhkan Banten.

Dari Kursi Legislatif ke Singgasana Eksekutif

Jalan menuju kursi gubernur bukanlah sprint, melainkan maraton. Andra memulainya sebagai anggota DPRD Kabupaten Tangerang pada tahun 2004. Dari sana, kariernya merangkak naik: menjadi anggota DPRD Provinsi Banten, lalu menduduki posisi strategis sebagai Ketua DPRD Banten selama tiga periode. Ada satu anekdot yang sering diceritakan oleh staf dewan senior: ketika rapat alot tentang APBD 2023, Andra memilih untuk memotong sesi debat kusir dan mengajak seluruh fraksi makan sate bandeng di kantin belakang. Di sanalah, di antara kepulan asap sate, kesepakatan anggaran jalan provinsi justru berhasil dirumuskan.

Kemenangannya di Pilkada Serentak 2024 bersama Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah menandai babak baru. Duet ini mengalahkan pasangan petahana dengan narasi kampanye "Banten Maju, Banten Berkeadilan". Kini, dengan kewenangan penuh sebagai gubernur, ia tidak lagi sekadar menyetujui anggaran, tetapi harus memastikan setiap rupiah menyentuh empat kabupaten dan empat kota yang membentang dari pesisir Ujung Kulon hingga Tangerang Raya yang megapolitan.

Kinerja dan Program Unggulan: Menjahit Kesenjangan

Banten adalah provinsi paradoks. Di utara, terdapat Tangerang Raya dengan deretan pabrik dan kompleks perumahan modern. Di selatan, Lebak dan Pandeglang masih bergulat dengan kemiskinan struktural. Memahami ini, Andra menajamkan visinya pada konektivitas dan layanan dasar. Program 100 hari pertamanya tidak muluk-muluk, melainkan fokus pada penataan data kemiskinan ekstrem yang sempat silang sengkarut antar dinas. Ia juga segera merealisasikan "Banten Mengajar," sebuah skema hibah untuk sarjana muda yang bersedia ditempatkan di desa-desa terpencil.

Salah satu gebrakan paling disorot pada kuartal pertama 2026 adalah peluncuran sistem satu data untuk layanan kesehatan. Di era di mana informasi adalah nyawa, Andra menandatangani integrasi data BPJS Kesehatan dengan seluruh rumah sakit umum daerah. Hasilnya mulai terlihat:

  • Program "Desa Sehat Banten" kini menjangkau 127 desa di wilayah selatan, menyediakan pemeriksaan gizi buruk gratis dan akses air bersih melalui kerja sama dengan lembaga internasional.
  • Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang yang tersendat kini kembali bergulir setelah ia melakukan lobi intensif ke pemerintah pusat dan investor. Progres fisik pada Februari 2026 mencapai 78 persen, lebih cepat dari target revisi.
  • Di sektor investasi, ia memperkenalkan "Gerai Layanan Investasi Virtual", memotong birokrasi perizinan yang semula 14 hari menjadi hanya 48 jam. Keputusan ini disambut hangat oleh pelaku UMKM yang selama ini mengeluhkan pungutan liar.

"Saya tidak mau pembangunan di Banten hanya diukur dari banyaknya mal yang berdiri. Saya mau lihat berapa persen anak Lebak yang kuliah, berapa banyak desa yang bebas stunting," ujar Andra dalam forum Musrenbang 2026, sebuah kalimat yang kini sering dikutip media lokal.

Tantangan dan Harapan di Ujung Senja

Memimpin Banten ibarat memegang kendi retak—air selalu berusaha keluar jika tidak ditangani hati-hati. Masalah lingkungan, khususnya krisis sampah di Tangerang Raya dan pencemaran di pesisir Cilegon, masih menjadi duri dalam daging. Belum lagi bayang-bayang praktik korupsi di level birokrasi yang telah menggurita. Andra mengakuinya dengan nada rendah suatu sore di Pendopo Gubernur: "Membangun jalan itu mudah, Pak. Yang susah adalah membangun ulang kepercayaan. Itu yang sedang kita kerjakan." Di sinilah ujian sesungguhnya. Retorika pembangunan harus berubah wujud menjadi air bersih yang mengalir, ruang kelas yang layak, dan industri yang tak lagi memb

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User