Festival Durian Enrekang Berujung Ricuh, Ratusan Pembeli Tiket Kecewa Tak Dapat Buah
Suasana Festival Durian di Kebun Raya Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, berubah menjadi chaos pada Selasa (30/6). Ratusan pengunjung yang telah membeli tiket masuk mengaku tidak me
Suasana Festival Durian di Kebun Raya Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, berubah menjadi chaos pada Selasa (30/6). Ratusan pengunjung yang telah membeli tiket masuk mengaku tidak mendapatkan durian yang dijanjikan oleh panitia penyelenggara. Kekecewaan massa pun memuncak hingga memicu kericuhan, memaksa panitia mengembalikan uang tiket para pengunjung yang dirugikan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami di lokasi kejadian, insiden ini dipicu oleh ketidakseimbangan antara jumlah tiket yang terjual dengan stok durian yang tersedia. Akibatnya, banyak warga yang sudah antre berjam-jam pulang dengan tangan hampa. Salah seorang pengunjung yang menjadi korban menggambarkan situasi saat itu sangat tidak terorganisir dan minim koordinasi dari pihak penyelenggara.
Kronologi Kericuhan dan Kekecewaan Massa
Kericuhan mulai terjadi saat panitia mengumumkan stok durian telah habis. Padahal, karcis masih terus dijual di lokasi tanpa pemberitahuan yang jelas kepada calon pembeli. Warga yang merasa tertipu langsung menyuarakan protes keras, meminta pertanggungjawaban panitia.
"Tadi banyak sekali warga beli tiket tapi tidak kebagian durian. Seharusnya panitia mampu menyediakan stok dan karcis yang sesuai, agar kami yang sudah membayar bisa mendapatkan haknya," ujar Faizal, seorang warga setempat, saat diwawancarai pada Kamis (2/7/2026).
Faizal menyayangkan ketidakbecusan panitia dalam mengelola event yang seharusnya menjadi ajang promosi buah unggulan daerah. Menurutnya, panitia tidak memiliki perhitungan matang dalam menyamakan jumlah tiket yang dicetak dengan kapasitas buah durian yang benar-benar tersedia di lapangan.
Pantauan media kami, situasi baru mereda setelah pihak panitia bersedia mengembalikan uang pembelian tiket kepada para korban. Meski demikian, sejumlah pengunjung tetap merasa dirugikan secara waktu dan tenaga karena telah datang dari berbagai kecamatan. Insiden ini menjadi pembelajaran berharga bagi penyelenggaraan event serupa di masa depan, terutama dalam transparansi kuota tiket dan ketersediaan produk.
Comments (0)