Viral Video Dua Pria Dilakban Menyerupai Teletubbies, Polisi: Bukan Maling
Jakarta – Media sosial kembali dihebohkan dengan video yang memperlihatkan dua pria terkapar tak berdaya setelah seluruh tubuh mereka dibungkus rapat menggunakan lakban cokelat. Dalam tayangan yang
Jakarta – Media sosial kembali dihebohkan dengan video yang memperlihatkan dua pria terkapar tak berdaya setelah seluruh tubuh mereka dibungkus rapat menggunakan lakban cokelat. Dalam tayangan yang beredar luas itu, bagian kepala kedua pria tersebut sengaja dibentuk menyerupai karakter fiksi anak-anak Tinky Winky dari serial Teletubbies, lengkap dengan tonjolan segitiga di atas kepala. Narasi yang menyertai video tersebut menyebutkan bahwa mereka adalah pelaku pencurian yang dihukum massa. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh pihak berwajib, fakta di balik video itu ternyata sangat berbeda.
Rekaman Viral yang Menyesatkan
Video berdurasi kurang dari satu menit itu merekam suasana di sebuah gang sempit pada malam hari. Dua pria yang sudah tidak bisa bergerak hanya menyisakan bagian mata, hidung, dan mulut dari balik lilitan lakban. Beberapa orang di sekitar tampak sibuk merekam dan menertawakan mereka. Tulisan yang ditempelkan pada unggahan-unggahan di berbagai platform menyiratkan bahwa aksi tersebut merupakan hukuman spontan dari warga yang kesal karena kedua pria itu kepergok mencuri. Tidak butuh waktu lama, video ini pun menjadi konsumsi publik dan memicu beragam reaksi, mulai dari kekagetan, gelak tawa, hingga kecaman karena dianggap sebagai bentuk main hakim sendiri yang kelewat batas.
Bukan Pelaku Kriminal, Melainkan Konten Hiburan
Setelah ramai diperbincangkan, tim media kami mencoba menelusuri kebenaran peristiwa tersebut. Dari hasil koordinasi dengan pihak kepolisian setempat, tidak ditemukan adanya laporan pencurian atau aksi penangkapan warga yang berujung pada penghukuman fisik di wilayah yang diduga menjadi lokasi kejadian. Lebih jauh, sejumlah petunjuk mengarah pada fakta bahwa video itu adalah bagian dari pembuatan konten hiburan yang sengaja diproduksi untuk menarik perhatian.
“Berdasarkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pelaku dalam video, tidak ada tindak pidana pencurian. Ini murni konten kreatif yang dibuat oleh kelompok pemuda setempat. Namun, cara penyebarannya tanpa konteks yang jelas telah memicu kesalahpahaman luas di masyarakat,” ujar seorang sumber kepolisian yang enggan disebutkan identitasnya, kepada Beritaseputar.com, Selasa.
Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan bahwa tidak ada warga yang bertindak sebagai hakim jalanan. Pria yang tubuhnya dilakban menjadi mirip karakter boneka itu sebenarnya adalah relawan yang ikut serta dalam produksi video hiburan. Hanya saja, oknum yang menyebarkan potongan rekaman tersebut ke ranah publik sengaja menyematkan narasi palsu soal pencurian agar videonya lebih viral dan memancing emosi warganet.
Himbauan untuk Lebih Jernih Menyerap Informasi
Fenomena video dengan klaim menyesatkan seperti ini bukan kali pertama terjadi. Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat agar tidak langsung percaya pada unggahan yang beredar tanpa disertai sumber terpercaya. Kreativitas dalam pembuatan konten memang perlu diapresiasi, namun distribusi rekaman yang dipelintir konteksnya hanya akan menimbulkan keresahan dan berpotensi mencemarkan nama baik pihak-pihak yang terlibat. Tim redaksi Beritaseputar.com terus berkomitmen menyajikan fakta yang berimbang untuk menangkal arus misinformasi yang kian deras di dunia maya.
Comments (0)