Dari Tanah Datar: Nyala Koperasi untuk Indonesia

Aroma semangat dan kebersamaan menyelimuti Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Minggu siang itu. Ribuan wajah penuh harap memadati tribun, menyatukan hati dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79...

Jul 14, 2026 - 09:40
0 0

Aroma semangat dan kebersamaan menyelimuti Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Minggu siang itu. Ribuan wajah penuh harap memadati tribun, menyatukan hati dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79. Di antara lautan seragam koperasi yang berwarna-warni, seorang pria berjas sederhana duduk tenang, namun sorot matanya menyimpan api perjuangan. Ia adalah Eka Putra, Bupati Tanah Datar, yang menempuh perjalanan panjang dari Sumatera Barat untuk mengikuti puncak perayaan ini. Baginya, kehadiran di sini bukan sekadar seremonial. Ini adalah perjalanan batin yang mengisahkan tentang mimpi rakyat kecil yang ingin didengar oleh negeri.

Dari Lembah Gunung Merapi Menuju Indonesia Arena

Tanah Datar, dengan latar pemandangan Gunung Merapi dan hamparan sawah yang menghijau, menyimpan ribuan kisah perjuangan. Di salah satu sudut nagari, seorang petani perempuan bernama Siti Rahma perlahan mengubah hidupnya berkat koperasi. Bermodalkan pinjaman lunak dan pendampingan, ia mengembangkan usaha anyaman pandan yang kini merambah pasar digital. Kisah serupa tidak terhitung jumlahnya. Bupati Eka Putra tumbuh besar dengan menyaksikan langsung bagaimana koperasi menjadi jaring pengaman sosial paling nyata bagi warganya.

"Saya selalu percaya, koperasi adalah napas kehidupan ekonomi rakyat," ucapnya dengan suara bergetar, sesaat sebelum acara dimulai. "Di sanalah harga diri, gotong royong, dan keadilan bersatu. Tanah Datar mungkin kecil di peta, tapi mimpi kami sebesar langit negeri ini."

Kehadirannya di Jakarta bukan tanpa alasan. Sejak menjabat, Eka Putra mendorong puluhan koperasi di daerahnya untuk bertransformasi, mulai dari literasi digital hingga akses pasar nasional. Di Indonesia Arena, ia ingin membawa pulang inspirasi, sekaligus menunjukkan bahwa daerahnya siap menjadi model penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.

Kisah-Kisah di Balik Gerakan Koperasi

Di balik panggung megah itu, ada cerita yang jarang terdengar. Salah satunya tentang Koperasi Serba Usaha “Luhak Nan Tuo” yang belakangan menjadi buah bibir karena berhasil mengangkat taraf hidup puluhan keluarga peternak sapi perah. Eka Putra teringat momen ketika seorang ibu paruh baya menangis haru saat menerima dividen pertama. "Air mata itu bukan tentang uang, tapi tentang pengakuan bahwa mereka bisa berdiri sendiri. Itulah momen mengharukan yang selalu jadi bahan bakar perjuangan saya," kenangnya seraya tersenyum bangga.

Di Tanah Datar, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan. Mereka menjadi ruang belajar, berbagi beban, dan merayakan setiap pencapaian bersama. Saat pandemi melanda, justru koperasi-koperasi ini yang bergerak cepat mendirikan dapur umum dan sistem barter hasil bumi. Solidaritas itu yang ingin Eka Putra kisahkan di hadapan ribuan peserta Harkopnas, karena di situ letak kekuatan sejati koperasi: bukan hanya mesin ekonomi, tetapi jantung kehidupan sosial.

Koperasi Bukan Sekadar Ekonomi, tetapi Jantung Kehidupan

Dalam sambutan yang disampaikan Menteri Koperasi, tema peringatan kali ini menekankan pentingnya inklusivitas dan digitalisasi. Namun bagi Eka Putra, hakekat koperasi tetap sederhana: saling percaya dan saling membangun. "Teknologi itu alat, bukan tujuan. Koperasi harus tetap menyentuh sisi manusiawi: mendengarkan, merangkul, dan memberi harapan," tegasnya, seraya mengamini ajakan untuk membangun ekosistem koperasi yang tangguh.

Momen puncak acara menjadi sangat emosional ketika layar besar menampilkan video testimoni dari pelaku koperasi di pelosok negeri. Salah satunya adalah Nelwita, seorang penenun songket dari Batipuh, Tanah Datar, yang berhasil mengekspor karyanya ke Eropa berkat dukungan koperasi. Suaranya lirih namun penuh keyakinan: “Dulu saya hanya mimpi tidur nyenyak, sekarang saya bermimpi songket kami mendunia.” Air mata haru tumpah dari mata banyak hadirin, termasuk Eka Putra, yang merasa perjuangannya membuahkan hasil nyata.

Di penghujung acara, Bupati Tanah Datar berjanji akan memperkuat kolaborasi antar koperasi di daerahnya dan mendorong pemuda untuk aktif menggerakkan sektor ini. "Kami ingin menjadi bagian dari arus besar kebangkitan koperasi Indonesia. Dari Tanah Datar, kami nyalakan api kecil yang akan menyebar ke seluruh penjuru," ucapnya mantap, membuat para pendampingnya berdiri memberi hormat penuh semangat.

Saat meninggalkan Indonesia Arena, Eka Putra menenteng sebuah buku catatan tebal berisi strategi dan impian. Di luar, langit Jakarta mulai meredup, namun di hatinya, nyala itu justru semakin terang. Koperasi bukan pilihan, melainkan jalan pulang menuju Indonesia yang lebih berdaulat dari bawah. Sebuah perjalanan yang dimulai dari niat sederhana: membuat rakyat kecil tidak lagi berjuang sendiri.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User