Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Dari Palembang ke Jakarta, UMKM Pempek Ini Eksis dari Bazar ke Bazar

Jakarta - Menjadi perantau di ibu kota tak jarang menumbuhkan kerinduan mendalam pada kampung halaman, terutama pada urusan kuliner. Itulah yang dirasakan Nyayu Maryati, perempuan asal Palembang yang

Jul 08, 2026 - 00:43
0 0
Dari Palembang ke Jakarta, UMKM Pempek Ini Eksis dari Bazar ke Bazar

Jakarta - Menjadi perantau di ibu kota tak jarang menumbuhkan kerinduan mendalam pada kampung halaman, terutama pada urusan kuliner. Itulah yang dirasakan Nyayu Maryati, perempuan asal Palembang yang memutuskan hijrah ke Jakarta pada 2010. Empat tahun setelah menetap, ia mulai membangun usaha kuliner khas Sumatera Selatan: pempek. Berawal dari dapur rumah, kini usahanya tumbuh menjadi jenama Pempek Rafi 81 yang setia menemani berbagai bazar di penjuru Jakarta.

Saat ditemui Beritaseputar.com di sela kegiatan bazar di Universitas Sahid, Jalan Prof. DR. Soepomo, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Nyayu menceritakan perjalanan bisnisnya. Dengan cekatan ia menyusun sederet pempek di etalase kaca, melayani pembeli yang antre sejak pagi. "Semua berawal dari rindu. Saya kangen pempek asli Palembang yang susah ditemukan di Jakarta. Akhirnya saya coba bikin sendiri," kenangnya.

"Saya kangen pempek asli Palembang yang susah ditemukan di Jakarta. Akhirnya saya coba bikin sendiri. Ternyata teman-teman suka dan menyuruh saya jualan. Dari situ saya mulai ikut bazar-bazar kecil."

Nama Rafi 81 diambil dari nama sang buah hati dan tahun kelahirannya, memberi sentuhan personal pada merek yang ia bangun seorang diri. Awalnya, Nyayu hanya menerima pesanan dari kerabat dekat. Namun, pujian terhadap cita rasa pempek buatannya menyebar dari mulut ke mulut. Ia pun mulai berani mendaftar di bazar-bazar kuliner berskala kecil hingga menengah. Kini, Pempek Rafi 81 hampir tak pernah absen dari berbagai acara bazar di Jakarta, mulai dari kampus, perkantoran, hingga acara komunitas.

Resep pempek yang ia sajikan diwarisi dari sang ibu di Palembang. Bahan-bahan seperti ikan tenggiri segar dan tepung sagu berkualitas menjadi kunci cita rasa otentik yang ia pertahankan. Cuko—saus asam pedas manis pencelup pempek—juga dibuat sendiri dengan komposisi gula aren, asam jawa, bawang putih, dan cabai rawit yang pas. "Meski tinggal di Jakarta, saya tidak mau mengurangi cita rasa Palembang. Ikan harus segar, cuko harus diracik sendiri pakai resep turun-temurun," ucap Nyayu.

"Meski tinggal di Jakarta, saya tidak mau mengurangi cita rasa Palembang. Ikan harus segar, cuko harus diracik sendiri pakai resep turun-temurun."

Pengamatan Beritaseputar.com di lokasi, stand Pempek Rafi 81 selalu dipadati pengunjung. Menu andalannya meliputi pempek kapal selam, lenjer, dan adaan yang dibanderol dengan harga ramah kantong, mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000 per porsi. Beberapa pelanggan bahkan sengaja datang untuk membeli dalam jumlah besar sebagai oleh-oleh. "Pelanggan kami banyak yang bolak-balik beli karena suka rasa cuko-nya. Ada juga yang pesan buat acara arisan atau syukuran," jelas Nyayu sambil merapikan kemasan.

Melalui kegigihan mengikuti bazar dari satu tempat ke tempat lain, Nyayu membuktikan bahwa usaha kecil bisa bertahan dan berkembang di tengah persaingan kuliner Jakarta yang ketat. Ia mengaku bahwa bazar bukan hanya soal menjual, tetapi juga membangun jejaring dan loyalitas pelanggan. "Setiap bazar itu kesempatan kami untuk bertemu langsung dengan pembeli. Mereka bisa mencicipi dulu sebelum beli, dan biasanya langsung ketagihan," tambahnya.

Ke depan, Nyayu bermimpi membuka gerai tetap agar Pempek Rafi 81 bisa lebih mudah dijangkau masyarakat Jakarta dan sekitarnya. "Saya ingin pempek ini jadi oleh-oleh khas Palembang yang bisa dinikmati semua kalangan di sini. Siapa tahu nanti bisa buka tempat sendiri, biar lebih banyak yang merasakan pempek otentik tanpa harus jauh-jauh ke Palembang," tutupnya penuh semangat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User