Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Cerita Warga Jakarta Olah Sampah Jadi Kompos dan Produk Bernilai

Sejumlah permukiman di Jakarta kini tidak lagi memandang sampah sebagai barang sisa yang sia-sia. Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritaseputar.com, warga di berbagai titik mulai memilah botol plas

Jul 08, 2026 - 04:27
0 1
Cerita Warga Jakarta Olah Sampah Jadi Kompos dan Produk Bernilai

Sejumlah permukiman di Jakarta kini tidak lagi memandang sampah sebagai barang sisa yang sia-sia. Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritaseputar.com, warga di berbagai titik mulai memilah botol plastik untuk dikirim ke bank sampah, sementara sisa makanan dan dedaunan diubah menjadi kompos hingga eco enzyme. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam transformasi pengelolaan sampah dari sumbernya, sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Gerakan dari tingkat rumah tangga tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov mendorong warga agar tidak lagi mencampur seluruh jenis sampah ke dalam satu wadah, tetapi memisahkan material organik dan anorganik sejak dari dapur. Dengan demikian, material yang bisa didaur ulang langsung tersalurkan ke industri daur ulang lewat bank sampah, sedangkan limbah dapur diolah menjadi pupuk alami dan cairan pembersih serbaguna bernama eco enzyme.

“Perubahan ini tidak terjadi dalam semalam. Dibutuhkan pembiasaan yang dijalankan terus-menerus dan dukungan dari seluruh pihak. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha akan membuat pengelolaan sampah memberi dampak yang nyata,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam kesempatan yang dikutip laporan Beritaseputar.com.

Proses pembuatan kompos dan eco enzyme relatif sederhana. Sisa sayuran, kulit buah, dan dedaunan kering dicacah lalu dicampur dengan tanah atau bioaktivator untuk menghasilkan kompos dalam beberapa minggu. Sementara eco enzyme dihasilkan dari fermentasi limbah buah atau sayur dengan gula merah dan air, yang setelah tiga bulan berubah menjadi cairan multifungsi—mulai dari pembersih lantai hingga pupuk tanaman. Warga yang sebelumnya membuang sisa dapur begitu saja kini memiliki produk bernilai tambah yang dapat dipakai sendiri atau dijual.

Bank sampah di tingkat RW juga berperan ganda. Selain menerima botol dan kardus, pengurus bank sampah kerap mengedukasi warga tentang pemilahan dan nilai ekonomis sampah anorganik. Satu kilogram plastik kemasan atau kertas bekas yang terkumpul bisa ditukar dengan tabungan atau sembako. Model ini perlahan mengikis kebiasaan membakar atau membuang sampah sembarangan.

Dengan semakin meluasnya inisiatif warga, volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang mulai menunjukkan tren penurunan. Pemprov menargetkan pengurangan sampah di hulu mencapai 30 persen melalui gerakan pemilahan, pengomposan, dan daur ulang. Dukungan regulasi, pendampingan teknis, serta insentif untuk komunitas diyakini bisa mengakselerasi perubahan ini.

Langkah warga Jakarta yang mengubah sampah menjadi kompos dan produk bernilai menjadi bukti bahwa solusi persampahan bisa dimulai dari lingkungan paling kecil: rumah sendiri. Gerakan ini juga sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang menekankan minimisasi limbah dan optimalisasi sumber daya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User