Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

ASICS Football Summer Camp 2026 Sasar Tiga Kota untuk Pembinaan Talenta Muda

Jakarta — Mentari Juli yang terik tidak menyurutkan langkah Dimas (16) saat ia memasuki lapangan sintetis di kawasan Senayan. Baju latihannya masih bersih,

Jul 09, 2026 - 01:57
0 0
Jakarta — Mentari Juli yang terik tidak menyurutkan langkah Dimas (16) saat ia memasuki lapangan sintetis di kawasan Senayan. Baju latihannya masih bersih, tapi matanya sudah menyala-nyala. “Saya nggak nyangka bisa latihan langsung sama Coach Nova,” bisiknya, setengah gugup, setengah bangga. Hari itu, 6 Juli 2026, adalah hari pertama ASICS Football Summer Camp 2026—sebuah program yang bukan sekadar klinik sepak bola musiman, melainkan janji pembinaan yang menyentuh akar rumput di tiga kota besar Indonesia.

Lapangan Impian di Tiga Kota

Program ini digelar secara bergilir: Jakarta (4 Juli), Bandung (12 Juli), dan Surabaya (19 Juli). Masing-masing kota menyambut puluhan pemain muda berusia 15–18 tahun yang telah melalui seleksi ketat. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda—ada yang dari SSB kecil di pinggiran, ada pula yang baru pertama kali merasakan atmosfer pelatihan profesional.

“Kami sengaja memilih tiga kota dengan ekosistem sepak bola yang kuat, namun masih banyak talenta yang belum tersentuh pembinaan elite,” ujar Coach Nova Arianto di sela pemanasan.

“Anak-anak ini punya bakat alami. Tugas kami memberi mereka panggung dan ilmu yang tepat, agar mimpi mereka tidak berhenti di kampung halaman.”
Kehadiran para pemain profesional ASICS seperti Rizky Ridho dan Ernando Ari menambah semangat peserta—mereka berlari, bercanda, dan berbagi kisah tentang pahit-manis menembus level nasional.

Sentuhan Sains pada Sang Sepatu

Di hari yang sama, ASICS juga meluncurkan JETRAY™ ELITE, sepatu sepak bola terbaru yang diklaim sebagai lompatan dalam sports science. Dirancang dengan sol khusus untuk memaksimalkan akselerasi, sepatu ini langsung diuji coba oleh para peserta.

“Saat saya pakai, rasanya seperti ada dorongan ekstra tiap kali mengubah arah,” kata Dimas setelah sesi small-sided game. Hal ini diamini oleh Yuya Sugiyama, President Director ASICS Indonesia.

“Filosofi kami, Sound Mind, Sound Body, mendorong kami untuk menciptakan produk yang tak hanya melindungi kaki, tapi juga meningkatkan performa atlet. JETRAY™ ELITE adalah bukti bahwa teknologi bisa menjadi sahabat pesepak bola muda.”
Data laboratorium internal menunjukkan peningkatan kecepatan lari pemain hingga 5% saat melakukan sprint pendek—keunggulan yang sangat berarti dalam duel satu lawan satu.

Bukan Sekadar Latihan Fisik

Yang membedakan camp ini dari program serupa adalah pendekatan holistiknya. Selain latihan teknik dan taktik, peserta mendapat sesi edukasi tentang nutrisi, pemulihan cedera, dan kesehatan mental. Dalam satu sesi, Teja Paku Alam bercerita tentang bagaimana ia bangkit dari masa-masa sulit di bangku cadangan.

“Saya lihat banyak anak yang diam-diam curhat,” cerita Coach Nova.

“Mereka butuh didengar. Di sinilah Sound Mind bekerja—kami ingin mencetak pemain yang kuat secara fisik sekaligus tangguh secara mental.”
Seorang peserta asal Surabaya, Rania (16), salah satu dari sedikit pemain perempuan di camp tersebut, terharu saat sesi motivasi. “Saya sering ragu apakah perempuan bisa bertahan di sepak bola. Tapi hari ini saya merasa dihargai dan setara,” ucapnya lirih. Momen seperti inilah yang mengubah sebuah klinik menjadi ruang transformasi.

Pesan untuk Masa Depan

Menjelang senja, para peserta berkumpul dalam lingkaran. Bola-bola sudah masuk ke keranjang, kaus sudah basah oleh keringat, dan sepatu JETRAY™ ELITE masih terpasang di kaki—sebagian besar peserta memilih mempertahankannya sampai keluar lapangan. Coach Nova memberikan pesan penutup sederhana namun menusuk: “Sepatu baru akan usang. Tapi mental yang kalian bangun hari ini, itu yang akan menentukan sejauh mana kalian melangkah.”

ASICS Football Summer Camp 2026 bukan hanya tentang satu merek yang memperkenalkan produk baru. Ini adalah langkah nyata membangun ekosistem—dari pelatih, pemain profesional, hingga talenta belia yang haus ilmu. Bagi Dimas, yang pulang ke rumah dengan sepatu baru dan tanda tangan idola, harapan itu kini terasa lebih dekat dari sebelumnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User