Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Anggota DPR RI Melati Dorong Ketahanan Pangan dengan 5.000 Bibit dan Suntikan Dana Pupuk di Bangka Belitung

Sungailiat, Beritaseputar.com – Komitmen memperkuat sektor pertanian dan kemandirian pangan kembali ditunjukkan anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerind

Jul 08, 2026 - 01:57
0 0

Sungailiat, Beritaseputar.com – Komitmen memperkuat sektor pertanian dan kemandirian pangan kembali ditunjukkan anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, Melati. Dalam sebuah kegiatan yang digelar di lingkungan Vihara Vimalakirti, Sungailiat, provinsi Bangka Belitung, legislator yang dikenal vokal di bidang pertanian ini menyalurkan bantuan 5.000 bibit tanaman serta dukungan pendanaan pupuk bagi masyarakat setempat.

Penyerahan bantuan yang menyasar komunitas dan warga umum tersebut merupakan realisasi program aspirasi Melati sebagai wakil rakyat yang bermitra dengan Kementerian Pertanian. Tidak hanya menjadi seremoni serah terima, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengedukasi warga agar dapat mengoptimalkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sekaligus potensi ekonomi keluarga. Melati, yang merupakan kader Partai Gerindra pimpinan Presiden Prabowo Subianto, menekankan bahwa program ini menyasar seluruh wilayah Bangka Belitung dengan 5.000 bibit, dan satu di antaranya dialokasikan khusus untuk komunitas Sahabat Buddhayana yang turut hadir menerima 500 bibit.

“Sebenarnya untuk saya sebagai anggota Komisi IV, program aspirasi saya ada 5.000 bibit yang harus saya distribusikan ke seluruh masyarakat Bangka Belitung. Teman-teman Sahabat Buddhayana ini mendapatkan 500 bibit,” ujar Melati di sela-sela acara.

Legislator berlatar belakang hukum ini menilai bahwa lahan pekarangan yang seringkali dibiarkan kosong menyimpan potensi besar. Jika dimanfaatkan secara produktif, pekarangan dapat menyediakan kebutuhan sayur, buah, dan tanaman pangan skala rumah tangga, yang secara langsung mengurangi pengeluaran sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan segar. Ia berharap bantuan ini menjadi katalis bagi warga untuk memulai kebiasaan menanam.

Melati menambahkan, keberhasilan program tahap awal akan menjadi pertimbangan untuk menambah jumlah bantuan di masa mendatang. “Nanti kalau memang ini berhasil, teman-teman senang untuk menanam, kita tambah lagi. Insya Allah kita tambah lagi,” katanya, disambut antusias warga yang hadir.

Selain bibit, Melati juga memberikan perhatian khusus pada aspek perawatan tanaman. Ia menyadari bahwa bibit saja tidak cukup tanpa dukungan pupuk yang memadai. Maka, sebagai wujud dukungan pribadinya kepada masyarakat Bangka Belitung, legislator itu menyisihkan dana pribadi sebesar Rp5 juta untuk memicu pembelian pupuk oleh komunitas penerima.

“Karena bibit ini memang memerlukan pupuk, saya juga akan menambahkan inisiatif dari pribadi. Saya memberikan uang Rp5 juta untuk men-trigger pembelian pupuk. Jadi nanti tanaman ini bisa dipupuk agar lebih sehat dan lebih besar,” jelasnya.

Bantuan ini disambut baik oleh masyarakat yang hadir. Salah satu perwakilan komunitas Sahabat Buddhayana menyampaikan terima kasih dan mengaku termotivasi untuk segera memanfaatkan bibit tersebut di pekarangan masing-masing. Pihaknya berencana membuat kelompok tanam kecil guna saling berbagi pengetahuan dan memantau perkembangan tanaman bersama-sama.

Program penyaluran bibit dan dukungan pupuk ini sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan lahan pertanian luas. Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan seringkali menghadapi tantangan logistik dan harga pangan yang fluktuatif, sehingga gerakan menanam di tingkat rumah tangga menjadi strategi adaptif yang didorong banyak pihak.

Sebagai anggota Komisi IV yang membawahi bidang pertanian, lingkungan hidup, dan kehutanan, Melati menegaskan bahwa ia akan terus memonitor implementasi program ini. Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan komunitas untuk memastikan bantuan tidak berhenti di tahap seremonial, melainkan menghasilkan dampak nyata berupa panen yang dapat dinikmati warga atau bahkan dipasarkan dalam skala kecil.

Jika hasil monitoring menunjukkan respons positif dan hasil panen yang baik, Melati berjanji akan kembali mengalokasikan bantuan serupa dengan jumlah yang lebih besar di tahun berikutnya. “Kita ingin masyarakat tidak hanya bergantung pada pasokan luar, tapi bisa mulai memenuhi kebutuhan dari pekarangan sendiri. Ini juga bagian dari membangun mentalitas produktif,” pungkasnya.

Laporan oleh kontributor Beritaseputar.com dari Sungailiat, Bangka Belitung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User