Aksi Bersih Eceng Gondok Jaga Kelestarian Sungai Citarum
Petugas gabungan dari berbagai instansi menggelar aksi pembersihan eceng gondok di sepanjang aliran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan unt
Petugas gabungan dari berbagai instansi menggelar aksi pembersihan eceng gondok di sepanjang aliran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga kualitas air sekaligus mencegah terjadinya pendangkalan sungai yang semakin mengkhawatirkan.
Eceng gondok (Eichhornia crassipes) selama ini dikenal sebagai gulma air yang pertumbuhannya sangat cepat. Dalam waktu singkat, tanaman ini dapat menutupi permukaan sungai, menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air, dan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Lebih dari itu, penumpukan eceng gondok yang mati dan membusuk di dasar sungai menjadi salah satu penyebab utama sedimentasi dan penurunan kapasitas tampung sungai.
Kepala Satuan Tugas Citarum Harum, yang turun langsung memantau kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pembersihan ini dilakukan secara berkala dan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan lingkungan, serta warga sekitar bantaran sungai.
Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat yang tinggal di sepanjang DAS Citarum, sangat menentukan keberhasilan program ini. Eceng gondok harus dibersihkan secara rutin agar aliran air tetap lancar dan kualitas air tetap terjaga,
ujarnya di sela kegiatan.
Selain mengangkat eceng gondok, petugas juga membersihkan sampah anorganik yang tersangkut di sela-sela tanaman air tersebut. Plastik, botol, dan limbah rumah tangga lainnya ikut hanyut dan memperparah kondisi sungai. Dengan penanganan yang terpadu, diharapkan beban pencemaran di Sungai Citarum bisa terus ditekan.
Langkah ini sejalan dengan target jangka panjang pemerintah untuk mengembalikan fungsi ekologis Citarum sebagai sumber air baku dan penyangga kehidupan bagi jutaan warga Jawa Barat. Sungai Citarum yang membentang sepanjang 270 kilometer pernah dinyatakan sebagai salah satu sungai paling tercemar di dunia. Melalui program Citarum Harum yang digencarkan sejak 2018, berbagai intervensi telah dilakukan mulai dari pengelolaan limbah industri, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, hingga rehabilitasi lahan kritis di daerah hulu.
Pembersihan rutin eceng gondok, meski terlihat sederhana, memiliki dampak signifikan. Hal ini tidak hanya memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir di musim hujan, tetapi juga memperbaiki habitat bagi biota akuatik. Beberapa jenis ikan lokal mulai kembali terlihat di beberapa titik sungai yang airnya sudah lebih jernih.
Warga setempat menyambut baik kegiatan ini dan berharap tidak hanya menjadi aksi seremonial, melainkan bagian dari gerakan kolektif yang terus dipelihara. Dengan dukungan semua elemen, kelestarian Sungai Citarum bukanlah sekadar impian, melainkan warisan yang bisa dinikmati generasi mendatang.
Dilaporkan oleh tim Beritaseputar.com dari lapangan.
Comments (0)