Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Ahmad Luthfi Lepas Ribuan Mahasiswa KKN untuk Perkuat Kecamatan Berdaya

Semarang — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Gedung Muladi Dome, Selasa (7/7/2026). Para mahasiswa ini

Jul 08, 2026 - 04:23
0 0
Ahmad Luthfi Lepas Ribuan Mahasiswa KKN untuk Perkuat Kecamatan Berdaya

Semarang — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Gedung Muladi Dome, Selasa (7/7/2026). Para mahasiswa ini diterjunkan langsung ke 10 kabupaten/kota guna memperkuat program unggulan Pemerintah Provinsi, Kecamatan Berdaya.

Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan berbasis potensi lokal. Ahmad Luthfi menegaskan bahwa mahasiswa bukan sekadar melakukan pengabdian, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak perubahan di level kecamatan. Mereka akan bertugas memetakan persoalan mendasar sekaligus menggali potensi di desa-desa yang membutuhkan sentuhan kebijakan.

"Kecamatan Berdaya adalah strategi besar kami dalam membangun Jawa Tengah dari pinggiran. Dengan melibatkan mahasiswa, kami ingin memastikan pembangunan itu tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat," ujar Ahmad Luthfi.

Program Kecamatan Berdaya sendiri merupakan salah satu pilar utama pembangunan Jawa Tengah yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan infrastruktur di tingkat kecamatan. Selama menjalani masa KKN, mahasiswa diwajibkan berinteraksi langsung dengan warga, mengidentifikasi permasalahan sosial, serta merumuskan rekomendasi yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan di daerah tersebut.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, 10 kabupaten/kota yang menjadi lokasi penempatan dipilih berdasarkan indeks prioritas pembangunan. Para peserta tidak hanya berasal dari beragam disiplin ilmu, tetapi juga telah dibekali pelatihan intensif terkait metodologi pendataan, pemberdayaan masyarakat, dan teknik fasilitasi agar mampu menjadi fasilitator yang andal di lapangan.

Luthfi menambahkan bahwa pendekatan ini merupakan wujud kolaborasi konkret antara pemerintah dan dunia akademik. Ia optimistis kehadiran ribuan mahasiswa ini dapat menjadi katalisator dalam mewujudkan kemandirian desa dan kecamatan. "Kami ingin kecamatan tidak hanya menjadi unit administratif, tapi benar-benar pusat pertumbuhan ekonomi baru," tegasnya.

Selain memetakan potensi, mahasiswa juga didorong untuk mendampingi kelompok usaha mikro dan kecil agar naik kelas. Semua hasil temuan dan pendampingan akan terintegrasi dalam dasbor digital Kecamatan Berdaya yang bisa diakses oleh seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diyakini mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan yang berkelanjutan di seluruh pelosok Jawa Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User