Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Yogyakarta — PM Modi Terharu dengan Pendampingan Prabowo: 'Saya Sangat Terkesan'

Senja di langit barat Indonesia baru saja menua ketika sebuah pesawat berbadan lebar melintasi cakrawala. Di ketinggian jelajah, tiga jet F-16 dan dua Sukh

Jul 09, 2026 - 16:38
0 0

Senja di langit barat Indonesia baru saja menua ketika sebuah pesawat berbadan lebar melintasi cakrawala. Di ketinggian jelajah, tiga jet F-16 dan dua Sukhoi TNI Angkatan Udara muncul dari balik awan, membentuk formasi yang anggun sekaligus gagah. Lengkingan mesin mereka seakan mengumumkan kepada seantero negeri: tamu kehormatan telah tiba. Di dalam pesawat, Perdana Menteri India Narendra Modi menatap jendela. Wajahnya—biasanya tegas di podium internasional—melembut dalam senyum tipis. "Sambutan yang belum pernah saya alami sebelumnya," bisiknya kepada seorang ajudan. Inilah awal dari tiga hari yang akan ia kenang lama.

Hari Pertama: Langit yang Berbicara

Senin, 6 Juli 2026. Pesawat kenegaraan India memasuki wilayah udara Indonesia. Detik itu pula, 3 jet tempur F-16 dan 2 Sukhoi langsung menyambut di kiri-kanan, mengawal dengan presisi militer yang hanya diberikan kepada kepala negara sahabat. Setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, tangga pesawat belum sepenuhnya menyentuh landasan, namun Presiden Prabowo Subianto sudah berdiri tegak dengan tangan terulur. Jabat tangan itu bukan sekadar protokol—ia hangat, lama, dan disertai tepukan bahu yang akrab. "Presiden sejak saya tiba di Indonesia hingga sebentar lagi saya meninggalkan negara ini, Anda telah meluangkan begitu banyak waktu untuk mendampingi saya," kata Modi kelak, mengingat momen pertama itu.

Seorang staf protokol India yang enggan disebutkan namanya berbisik, "Kami tumbuh dengan cerita tentang 'Atithi Devo Bhava'—tamu adalah dewa. Tapi di sini, di Indonesia, kami benar-benar merasakan arti sesungguhnya dari ungkapan itu."

Hari-Hari Penuh Kebersamaan: Prabowo yang Tak Pernah Jauh

Bukan hanya di bandara. Dari pagi hingga malam, langkah Modi selalu diiringi oleh langkah Prabowo. Dari ruang pertemuan kenegaraan yang formal, hingga lorong-lorong istana yang sunyi. Prabowo, dengan perawakannya yang tinggi dan senyum yang merendah, selalu berada satu langkah di sisi. "Beliau ingin memastikan tamu kehormatan merasa di rumah sendiri," ujar seorang petugas protokol Istana. "Bahkan untuk hal-hal kecil, beliau yang memastikan sendiri."

  1. Pagi: Prabowo sudah menunggu di lobi hotel, mengajak Modi sarapan dengan menu lokal—nasi goreng dan jamu kunyit asam.
  2. Siang: Keduanya meninjau pameran budaya di Jakarta, di mana Prabowo dengan antusias menjelaskan makna batik dan wayang.
  3. Malam: Makan malam informal di kediaman, tanpa para menteri, hanya dua sahabat yang berbincang tentang masa depan Asia.

"Anda tahu," ujar seorang warga India yang telah lama tinggal di Jakarta, "Pemandangan Modi dan Prabowo bersama seperti dua sepupu yang lama tak jumpa. Kami, komunitas India di sini, bangga melihatnya."

Puncak di Candi Prambanan: Kata-kata yang Abadi

Rabu, 8 Juli 2026. Sinar sore menyepuh relief Candi Prambanan, menciptakan bayangan panjang di pelataran batu. Di sana, di bawah langit Jawa yang jernih, Modi dan Prabowo berdiri bersisian, menghadap deretan kamera. Angin kecil menerbangkan ujung jubah mereka. Inilah saat Modi menyampaikan isi hatinya.

"Selama kunjungan tiga hari saya di sini, saya mendapatkan pengalaman yang sangat, sangat menyenangkan," katanya, suaranya bergetar di beberapa bagian. "Saya dapat merasakan semerbak kehidupan, keriangan masyarakatnya, serta warisan budaya bangsa ini."

Modi lalu menatap Prabowo, sebelum melanjutkan dengan suara yang lebih lembut: "Presiden… Anda telah meluangkan begitu banyak waktu untuk mendampingi saya." Hening sejenak. Para delegasi India dan Indonesia yang hadir saling bertukar pandang. Beberapa di antaranya terlihat mengusap mata. "Atas nama 1,4 miliar rakyat India dan juga secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anda atas sambutan yang begitu megah, penuh kemanusiaan, dan penuh persahabatan."

Di kejauhan, seorang ibu penjual gudeg yang kebetulan menyaksikan adegan itu dari luar pagar kompleks, berkata lirih, "Saya tidak paham politik, tapi cara mereka saling memandang tadi… itu bukan akting. Itu ketulusan."

Ketika mobil kepresidenan melaju meninggalkan kompleks candi, Modi menoleh ke belakang, menatap siluet Prambanan yang kian mengecil. Di sampingnya, Prabowo masih duduk tenang, mengantar langsung tamunya hingga ke pesawat—sebuah gestur yang akan dikenang sebagai "pendampingan penuh" yang sesungguhnya, dari detik pertama di langit Indonesia, hingga detik terakhir di bumi pertiwi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User