Viral Pria Diduga Aniaya Bocah di Margonda Ditegur Warga, Ngaku 'Bapak Pungut'
Depok - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria penyandang disabilitas diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anak di kawasan Jalan Margonda Raya, Kota Depok, beredar luas dan viral d
Depok - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria penyandang disabilitas diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anak di kawasan Jalan Margonda Raya, Kota Depok, beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman amatir tersebut, pria berpakaian serba hitam itu terlihat dalam kondisi emosional saat berada di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO), sementara seorang bocah yang berada di dekatnya terlihat menangis histeris mengundang perhatian warga sekitar.
Peristiwa yang terjadi di salah satu titik strategis dan ramai di jantung Kota Depok itu sontak mengundang reaksi dari para pengguna jalan. Beberapa pejalan kaki yang melihat kejadian tersebut langsung turun tangan memisahkan sang anak dari pria tersebut. Kerumunan warga pun semakin membesar seiring dengan ramainya teguran dari masyarakat sekitar yang tidak terima melihat perlakuan kasar diduga dilakukan oleh pria itu terhadap bocah yang masih di bawah umur tersebut.
Melihat reaksi warga yang semakin besar, pria penyandang disabilitas itu tampak marah dan kehilangan kendali. Beberapa warga lainnya yang lebih tenang berusaha menenangkannya agar situasi tidak semakin memanas dan tidak berujung pada hal yang tidak diinginkan. Di tengah tekanan dari kerumunan massa yang mengerumuni lokasi kejadian, pria tersebut mengaku bahwa dirinya merupakan orang tua asuh atau bapak pungut dari anak yang bersangkutan. Pengakuan tersebut diutarakannya usai ditegur keras oleh warga atas tindakannya yang dinilai sangat aib dan menyalahi norma kesopanan di ruang publik.
“Pria itu marah dan ditenangkan oleh warga lain karena dalam keadaan emosi,” kata seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Hingga kini, video berdurasi singkat itu terus dibagikan oleh warganet dan memicu perdebatan sengit di dunia maya. Banyak pihak yang mendesak agar pihak berwenang turun tangan mengusut tuntas kebenaran di balik insiden penganiayaan yang diduga terjadi di bawah JPO Jalan Margonda Raya tersebut. Diharapkan dengan viralnya kasus ini, perlindungan terhadap anak bisa benar-benar diimplementasikan secara tegas dan tidak ada lagi kekerasan dalam bentuk apa pun yang menimpa anak, baik di ranah domestik maupun di ruang publik yang seharusnya aman bagi kaum rentan.
Comments (0)