Viral Pemotor Ngaku-ngaku Tentara Saat Ditegur 'Jajah' Trotoar di Depok
Kota Depok - Sebuah insiden memalukan terekam kamera dan viral di media sosial, memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor yang nekat melaju di atas trotoar Jalan Kartini, Kota Depok. Yang lebih
Kota Depok - Sebuah insiden memalukan terekam kamera dan viral di media sosial, memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor yang nekat melaju di atas trotoar Jalan Kartini, Kota Depok. Yang lebih mengejutkan, ketika ditegur oleh warga yang geram dengan aksinya, pria tersebut justru mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Rekaman yang menyebar luas itu memicu reaksi keras dari publik hingga akhirnya menarik perhatian pihak militer setempat.
Setelah ramai diperbincangkan, Komandan Kodim 0508/Depok segera menerjunkan personel untuk menyelidiki kebenaran klaim tersebut. Hasil penyelidikan lapangan memastikan bahwa pria dalam video viral itu sama sekali bukan prajurit TNI, melainkan hanya warga sipil yang bekerja sebagai karyawan swasta.
"Kami cek di lapangan, ternyata yang bersangkutan bukan anggota TNI," ujar Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo saat dikonfirmasi oleh media kami, Minggu (5/7/2026).
Kolonel Ginanjar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk penyalahgunaan identitas militer oleh masyarakat umum. Menurut laporan yang dihimpun, pengendara motor tersebut diduga panik saat ditegur oleh pejalan kaki yang merasa terganggu karena trotoar yang seharusnya menjadi hak mereka justru dipakai untuk kendaraan bermotor. Alih-alih meminta maaf, ia malah berusaha lolos dengan mengaku memiliki jabatan seolah-olah ia adalah seorang tentara aktif.
Jerat Hukum Menanti
Meski tampak sepele, mengaku sebagai anggota TNI tanpa wewenang bukanlah tindakan yang bisa dianggap remeh. Pihak Kodim Depok mengingatkan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum dan bisa berujung pada proses pidana jika disertai dengan unsur penipuan atau perbuatan melawan hukum lainnya. Saat ini, identitas pemotor tersebut sudah dikantongi dan aparat gabungan masih melakukan pendalaman.
Peristiwa ini kembali menyoroti rendahnya kesadaran sebagian pengendara terhadap fungsi trotoar yang sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Bukannya menunjukkan penyesalan, pengendara itu memilih jalur pintas dengan mengklaim identitas palsu demi menghindari sanksi sosial dari warga sekitar. Insiden serupa diharapkan menjadi pelajaran berharga agar masyarakat lebih menghormati hak pejalan kaki dan tidak main klaim sebagai aparat demi keuntungan pribadi.
Comments (0)