Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Fakta di Balik 'Maling' Jadi Teletubbies Dilakban Sebadan-badan

Jakarta - Jagat media sosial (medsos) dihebohkan oleh penampakan dua pria yang sekujur tubuhnya dilakban. Berdasarkan informasi yang beredar, kedua pria tersebut dikabarkan sebagai maling yang tertan

Jul 08, 2026 - 05:00
0 0
Fakta di Balik 'Maling' Jadi Teletubbies Dilakban Sebadan-badan

Jakarta - Jagat media sosial (medsos) dihebohkan oleh penampakan dua pria yang sekujur tubuhnya dilakban. Berdasarkan informasi yang beredar, kedua pria tersebut dikabarkan sebagai maling yang tertangkap sehingga mendapat sanksi warga dengan cara dilakban sebadan-badan. Bersamaan dengan klaim itu, muncul video yang menunjukkan dua pria terbungkus rapat oleh lakban hingga menyerupai salah satu karakter fiksi anak-anak, Teletubbies versi Tinky Winky.

Dalam rekaman yang banyak dibagikan itu, kedua pria hanya bisa duduk dan pasrah tanpa mampu bergerak leluasa. Hampir seluruh tubuh mereka tertutup lapisan lakban cokelat tebal, menyisakan bagian mata, hidung, dan mulut saja yang tak dilapisi. Pemandangan tersebut sontak memancing beragam reaksi, mulai dari rasa iba hingga gelak tawa warganet yang menyaksikan tampilan konyol sekaligus memprihatinkan itu.

Namun, di balik viralnya video, fakta sesungguhnya masih terus dikaji. Tim penelusuran media kami menemukan beberapa kejanggalan pada narasi "maling dibekuk warga" yang menyertai unggahan tersebut. Belum ada laporan resmi dari kepolisian atau pemerintah setempat yang membenarkan peristiwa itu. Di sisi lain, deretan komentar juga menyebut bahwa video bisa saja hanya konten rekayasa untuk meraih perhatian semata.

"Setelah ditelusuri oleh tim kami, narasi penangkapan maling yang berujung hukuman lakban ini tidak disertai bukti laporan kejadian dari warga maupun aparat. Sangat mungkin ini adalah rekayasa yang sengaja dibuat untuk memancing rasa penasaran publik," demikian hasil laporan dari Beritaseputar.com.

Sejumlah warganet yang semula percaya dengan cerita penangkapan pencuri itu perlahan mulai mempertanyakan kebenarannya, terutama karena tidak ada lokasi pasti atau kronologi yang meyakinkan. Ada pula yang menduga bahwa aksi tersebut hanyalah bagian dari lelucon atau tantangan antarindividu yang sengaja direkam dan disebarluaskan. Kendati demikian, dampak dari penggiringan opini semacam ini dinilai cukup serius oleh pemerhati media digital.

Pakar keamanan siber yang dihubungi Beritaseputar.com mengingatkan agar masyarakat tidak mudah termakan konten yang dibingkai dengan narasi provokatif. “Menyebarkan video dengan cap ‘maling’ tanpa konfirmasi bisa berakibat fatal, baik bagi orang yang difitnah maupun bagi pembenaran aksi main hakim sendiri. Kita perlu melaporkan hal ini ke pihak berwenang jika terbukti palsu,” ujarnya. Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak kepolisian dan tokoh masyarakat setempat masih terus dilakukan oleh awak media kami. Sementara itu, video kedua pria berlakban itu masih ramai beredar dan meninggalkan tanda tanya besar di benak publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User