SILICON VALLEY — Gabe Newell Pesan Kapal Riset Rp14,6 Triliun
Di sebuah dermaga di Norwegia, sebuah kapal raksasa putih mulai menjalani uji coba terakhirnya. Namanya RV11000. Panjangnya 110 meter, dilengkapi laborator
Di sebuah dermaga di Norwegia, sebuah kapal raksasa putih mulai menjalani uji coba terakhirnya. Namanya RV11000. Panjangnya 110 meter, dilengkapi laboratorium mutakhir, kendaraan bawah air nirawak, dan kabin untuk 30 ilmuwan. Yang membuat dunia terbelalak bukanlah spesifikasinya, melainkan siapa yang memesannya: Gabe Newell—pria yang kekayaannya mengalir dari jutaan gamer yang membeli skin senjata dan membuka kotak loot di Counter-Strike dan Dota 2.
“Saya tumbuh besar dengan mimpi menjelajahi lautan, bukan cuma dunia digital,” ujar Newell dalam sebuah wawancara eksklusif yang dibagikan oleh kru media Valve, Selasa (9/7/2026). “Uang dari game hanyalah alat. Lautan adalah misteri terakhir yang belum kita pecahkan.”
Bagi sebagian orang, kabar ini terasa seperti ironi. Di saat para orang tua gelisah anak-anak mereka kecanduan layar, pendiri Valve Corporation justru menggunakan keuntungan dari industri yang kerap dikritik itu untuk mendanai eksplorasi laut dalam. “Ayah saya dulu bilang, main game terus bikin otak tumpul. Sekarang saya tunjukkan invoice kapal riset ini ke beliau,” canda Newell.
Kapal riset itu dibangun oleh galangan kapal VARD, anak usaha Fincantieri, dengan biaya menembus US$815 juta atau sekitar Rp14,6 triliun. Angka yang sulit dicerna oleh nalar orang kebanyakan. Namun bagi Newell, ini bukan soal harga. “Lautan menutupi 70% planet kita, tapi baru sekitar 5% yang sudah dipetakan dengan detail. Itu memalukan,” katanya. “Kalau kita bisa menghabiskan miliaran dolar untuk eksplorasi luar angkasa, kenapa tidak untuk laut?”
Keputusan Newell tidak datang tiba-tiba. Pada 2020, saat pandemi melanda, ia menghabiskan waktu berbulan-bulan di Selandia Baru, kerap menyelam di perairan lepas. Di sanalah kecintaannya pada samudra tumbuh menjadi obsesi. Ia bahkan sempat menyumbang kapal selam pribadi untuk misi pencarian bangkai kapal karam. “Gabe bukan sekadar kolektor mainan mahal. Dia benar-benar ingin memajukan ilmu pengetahuan,” kata Dr. Miranti Lestari, ahli oseanografi dari Institut Teknologi Bandung yang pernah diundang Newell untuk memberi masukan desain kapal.
Dari Skin Digital ke Kapal Nyata
Transformasi ini mencerminkan pergeseran paradigma di kalangan miliarder teknologi. Mereka tak lagi sekadar membangun roket atau metaverse, melainkan juga berinvestasi pada infrastruktur riset fisik yang bisa diwariskan ke generasi mendatang.
Dr. Lestari menjelaskan RV11000 memiliki keunggulan yang tak dimiliki kapal riset konvensional. “Kapal ini bisa beroperasi selama 60 hari tanpa perlu kembali ke darat. Dilengkapi dynamic positioning system yang membuatnya stabil di tengah badai sekalipun. Ini seperti laboratorium terapung kelas dunia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Newell secara personal meminta agar kapal ini nantinya bisa diakses oleh ilmuwan dari negara berkembang, termasuk Indonesia, dengan skema hibah riset.
Dampak Sosial: Gamer Jadi Pahlawan Lingkungan?
Bagi komunitas gamer, langkah Newell ini memantik diskusi menarik. Selama bertahun-tahun, Valve kerap dikritik karena model bisnis loot box yang dianggap eksploitatif. Kini, pendirinya menggunakan kekayaan yang dihasilkan dari sistem itu untuk mendanai eksplorasi laut yang bisa membantu mitigasi perubahan iklim dan konservasi spesies laut dalam.
“Ini semacam full circle,” ujar Dion Maulana, kreator konten gaming dengan 3,5 juta subscriber. “Kami yang dulu marah-marah karena nggak dapet knife skin langka, ujung-ujungnya berkontribusi—ya walau secara tidak langsung—buat penelitian laut. Rasanya aneh, tapi entah kenapa bikin bangga.”
| Aspek | Kapal Riset RV11000 | Kapal Riset Konvensional |
|---|---|---|
| Biaya Pembangunan | US$815 juta (Rp14,6 T) | US$80–150 juta (rata-rata) |
| Daya Jelajah | 60 hari tanpa henti | 30–40 hari |
| Kapasitas Ilmuwan | 30 orang | 12–20 orang |
| Sumber Dana | Filantropi pribadi | Hibah pemerintah/universitas |
Bagi Newell, ini baru permulaan. Ia berencana mendirikan yayasan riset kelautan yang akan mengelola RV11000 dan membiayai ekspedisi-ekspedisi ilmiah tanpa motif komersial. “Saya tidak butuh kapal pesiar mewah. Saya butuh kapal yang bisa menemukan spesies baru, memetakan palung yang belum tersentuh, dan mungkin suatu hari nanti—menyelamatkan dunia dengan data,” ujarnya. “Dan itu semua bermula dari game.”
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Dari mana Gabe Newell mendapatkan dana sebesar itu?
Sebagian besar berasal dari kepemilikan sahamnya di Valve Corporation, perusahaan di balik platform Steam dan game seperti Counter-Strike serta Dota 2. Valve adalah perusahaan swasta dengan pendapatan tahunan diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.
2. Apakah kapal ini hanya untuk penggunaan pribadi?
Tidak. Newell menyatakan kapal ini akan dioperasikan oleh yayasan riset yang ia dirikan dan terbuka untuk kolaborasi dengan ilmuwan global, terutama dari negara-negara dengan keterbatasan akses ke teknologi eksplorasi laut.
3. Kapan kapal mulai beroperasi penuh?
Uji coba akhir dilakukan pada Juli 2026, dan dijadwalkan memulai ekspedisi ilmiah perdananya pada awal 2027 di kawasan Pasifik Selatan.
Comments (0)