Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Serangan Udara Pakistan Kembali Guncang Afghanistan, Puluhan Warga Sipil Tewas

Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah Islamabad melancarkan serangkaian serangan udara baru yang menyasar wilayah timur Afghanistan. Pemerintah de facto Afghanistan yang

Jul 06, 2026 - 13:29
0 1
Serangan Udara Pakistan Kembali Guncang Afghanistan, Puluhan Warga Sipil Tewas

Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah Islamabad melancarkan serangkaian serangan udara baru yang menyasar wilayah timur Afghanistan. Pemerintah de facto Afghanistan yang berada di bawah kendali Taliban melaporkan bahwa agresi terbaru ini telah menewaskan sedikitnya 36 orang warga sipil. Tidak hanya memakan korban jiwa, serangan yang berlangsung dahsyat itu juga mengakibatkan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka, menambah panjang daftar penderitaan masyarakat di wilayah perbatasan yang kerap menjadi ajang pertikaian bersenjata kedua negara.

Klaim Target Militan dan Bantahan Atas Korban Sipil

Menurut hasil liputan dan klarifikasi tim redaksi Beritaseputar.com, pihak berwenang Pakistan mengklaim bahwa operasi udara ini menargetkan basis para militan yang dituding sebagai dalang di balik serangan berdarah di Karachi pada akhir pekan lalu. Islamabad bersikeras bahwa sasaran mereka adalah elemen-elemen teroris yang selama ini bersembunyi di balik tapal batas. Namun, narasi ini berbenturan keras dengan laporan dari otoritas Afghanistan. Taliban secara tegas membantah bahwa korban yang berjatuhan adalah militan, dan menegaskan bahwa seluruh korban tewas serta luka-luka adalah penduduk sipil tak berdosa, termasuk perempuan dan anak-anak. Insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan yang melintasi Durand Line, garis perbatasan yang tidak pernah diakui secara resmi oleh Kabul.

Eskalasi Konflik di Tengah Ketegangan Regional

Peristiwa berdarah ini menandai eskalasi kekerasan yang signifikan antara dua negara bertetangga yang hubungan diplomatiknya terus merosot. Gesekan di antara keduanya telah meningkat tajam sejak Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul pada tahun 2021. Secara geopolitik, situasi ini memanaskan kembali luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Sebagai catatan, pada Februari lalu, konflik bersenjata sporadis antara pasukan perbatasan kedua negara telah meletus selama beberapa pekan, menyebabkan korban jiwa di kedua sisi dan menutup akses perlintasan utama yang vital bagi perdagangan serta pergerakan warga lokal. Media kami menilai bahwa dinamika saling tuduh melindungi teroris dan aksi militer tanpa koordinasi langsung ini berpotensi menyeret kawasan ke dalam spiral ketidakstabilan yang lebih luas. Masyarakat internasional mengkhawatirkan aksi saling balas yang tidak terkendali akan menciptakan krisis kemanusiaan baru di tengah upaya Afghanistan yang masih berjuang untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User